» » Bulan April Sumenep Alami Infalsi

Bulan April Sumenep Alami Infalsi

Penulis By on Senin, 25 Mei 2015 |

SUMENEP, News Daerah – Setelah dua bulan berturut Kabupaten Sumenep mengalami Deflasi, namun di bulan April 2015 Kabupaten Sumenep mengalami inflasi sebesar 0,05 persen dengan indek harga konsumen (IHK) 116,78.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun News Daerah dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, tingkat infalsi Kabupaten Sumenep terendah dibandingkan tujuh Kota/Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur.
Sesuai data bulanan, Komulatif dan YOY bulan April 2015 inflasi tertingi terjadi di tiga Kota/Kabupaten, yakni Kota Malang sebesar 0,49 persen, Kota Surabaya sebesar 0,41 persen, dan Kota Madiun sebesar 0,39 persen.
Sementara inflasi di Kabupaten Banyuwangi dan Kota Probolinggo, masing-masing 0,36 persen, Kota Kediri sebesar 0,31 persen, dan Kabupaten Jember sebesar 0,17 persen.
”Jika dua bulan yang lalu Sumenep mengalami deflasi, bulan Arpil Sumenep mengalami inflasi. Sesuai IHK yang ada, tingkat inflasi bulan April Sumenep berada ditingkat terendah dibanding tujuh daerah yang lain,” kata Kepala BPS Sumenep Suparno.
Dikatakan, ada sepuluh komoditas penyebab terjadinya inflasi, yakni Bensin, tongkol pinang, tongkol segar, bawang putih, udang basah, cakalang/sisik, cabai merah, tomat sayur, gula pasir dan upah pembantu ruamh tangga.
Sementara komiditas yang menyebabkan terjadinya deflasi antara lain, beras, daging sapi, pepaya, melon, sawi hijau, kentang, ketimun, bayam, daging ayam ras dan rempela hati ayam.
Sedangkan dilihat dari kelompok pengeluaran, dari 7 kelompok pengeluaran, 6 kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi.
Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,33 persen, kelompok perumahan, air, listrik gad dan bahan bakar 0,27 persen, kelompok sandang 0,01 persen, kelompok kesehatan 0,14 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,14 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 1,31 persen.
”Satu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,23 persen,” terang Suparmo.
Lebih lanjut Suparmo mengatakan, dilihat dari kalender tahunan, (April 2014-April 2015) Sumenep mengalami inflasi sebesar 6,46 persen, Jawa Timur sebesar 6,48 persen dan Nasional deflasi sebesar 6,79 persen.
Sementara tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April 2015) Sumenep mengalami deflasi sebesar 0,44 persen, Jawa Timur terjadi inflasi sebesar 0,37 persen dan Nasional deflasi sebesar 0,08 persen.
”Tidak hanya Sumenep yang mengalmi inflasi, melainkan tingkat Jawa Timur dan Nasional juga terjadi inflasi. Inflasi ditingkat Jawa Timur sebesar 0,39 persen dan tingkat Nasional sebesar 0,36 persen.” Pungkasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons