Sumenep, News Daerah – Upaya pemerintah daerah untuk
menciptakan perpustakaan elektronik atau yang dikenal perpustakaan online
sangat sulut dicapai. Pasalnya, pemerintah daerah tahun 2015 belum
mengalokasikan anggaran. Padahal isu pengadaan perpustakaan oline itu sudha
mncuat mualai akhit tahun 2013 lalu.
”Untuk tahun ini masih belum ada anggaran
untuk pengadaan perpustakaan online. Kemumungkinan besar rencana itu tidak bisa
dialokasikan pada tahun ini,” kata Kepala Kantor Perpustakan, Arsip dan Dokumentasi (Perpusda)
Sumenep Agus D Putra.
Menurut Agus,
anggaran pengadaan perpustakaan
online itu membutuhkan anggran yang cukup besar. Sehingga rencana itu
jika tidak diimbangia dengan rasa semanat tinggi sangat sulit untuk
direalisasikan dalam waktu dekat.
Dia mencontohkan,
untuk pembelian software dan hadrwarenya membutuhkan anggran sekitar Rp 300
juta. Anggaran itu belum lagi pengadaan perlatan yang lainnya, speerti meja
kompiuter dan perangkat yang lain. ”Kalau pengadaan software dan hadrwarenya Rp
300 juta, mungkin untuk pengadaanperangkat yang
lain lebih kecil. Karena itu yang nilainya sangat mahal,” terangnya.
Menurutnya,
pemerintah daerah dalam mencipatakan perpustakaan yang refresentatif dinilai
masih setengah hati. Buktinya, setiap tahunnya pemerintah daerah dalam
mengalokasikan anggran pemebelian buku baru masih sangat minim, akni sekitar Rp
150 juta.
Anggaran tersebut
masih akan dialokasiakan untuk tiga kegiatan yakni perpustakaan umum,
perpustakaan keliling dan taman baca (manca) yang tersebar di lima kecamatan.
”Kami akan
terus berusaha untuk merealisasikan perpustkaan online. Mudah-mudahan tahun
depan bisa direalisasikan,” tambahnya.
Keberadaan perpustakaan
elektronik tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sumenep. Sebab,
kebaradaannya dinilai sangat penting untuk mensiasati keterbatasan buku yang
kerap terjadi di perpustkaan manual.
”Saya harap
upaya itu secepatanya bisa direalisasikan. Sebab selama ini koleksi buku di Perpustakaan
masih sangat minim,” kata Subhan salah satu Aktifis Kampus di salah satu
perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Sumenep.
Mestinya, dalam
era digital saat ini pemerintah daerah dalam mengelola perpustakaan lebih
modern lagi. ”Saat ini layanan secara elektronik semakin digemari. Makanya selayaknya
perpustakaan pengembangan perpustakaan dengan sistem elektrinik direalisasikan
secepat mungkin,” tukasnya. (ND/Fa)

.jpg)
