» » Perpus Elektronik Sulit Tercapai

Perpus Elektronik Sulit Tercapai

Penulis By on Senin, 13 April 2015 |



Sumenep, News Daerah – Upaya pemerintah daerah untuk menciptakan perpustakaan elektronik atau yang dikenal perpustakaan online sangat sulut dicapai. Pasalnya, pemerintah daerah tahun 2015 belum mengalokasikan anggaran. Padahal isu pengadaan perpustakaan oline itu sudha mncuat mualai akhit tahun 2013 lalu.
”Untuk tahun ini masih belum ada anggaran untuk pengadaan perpustakaan online. Kemumungkinan besar rencana itu tidak bisa dialokasikan pada tahun ini,” kata Kepala Kantor Perpustakan, Arsip dan Dokumentasi (Perpusda) Sumenep Agus D Putra.
Menurut Agus, anggaran pengadaan perpustakaan
online itu membutuhkan  anggran yang cukup besar. Sehingga rencana itu jika tidak diimbangia dengan rasa semanat tinggi sangat sulit untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
Dia mencontohkan, untuk pembelian software dan hadrwarenya membutuhkan anggran sekitar Rp 300 juta. Anggaran itu belum lagi pengadaan perlatan yang lainnya, speerti meja kompiuter dan perangkat yang lain. ”Kalau pengadaan software dan hadrwarenya Rp 300 juta, mungkin untuk pengadaanperangkat yang  lain lebih kecil. Karena itu yang nilainya sangat mahal,” terangnya.
Menurutnya, pemerintah daerah dalam mencipatakan perpustakaan yang refresentatif dinilai masih setengah hati. Buktinya, setiap tahunnya pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggran pemebelian buku baru masih sangat minim, akni sekitar Rp 150 juta.
Anggaran tersebut masih akan dialokasiakan untuk tiga kegiatan yakni perpustakaan umum, perpustakaan keliling dan taman baca (manca) yang tersebar di lima kecamatan.
”Kami akan terus berusaha untuk merealisasikan perpustkaan online. Mudah-mudahan tahun depan bisa direalisasikan,” tambahnya.
Keberadaan perpustakaan elektronik tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sumenep. Sebab, kebaradaannya dinilai sangat penting untuk mensiasati keterbatasan buku yang kerap terjadi di perpustkaan manual.
”Saya harap upaya itu secepatanya bisa direalisasikan. Sebab selama ini koleksi buku di Perpustakaan masih sangat minim,” kata Subhan salah satu Aktifis Kampus di salah satu perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Sumenep.
Mestinya, dalam era digital saat ini pemerintah daerah dalam mengelola perpustakaan lebih modern lagi. ”Saat ini layanan secara elektronik semakin digemari. Makanya selayaknya perpustakaan pengembangan perpustakaan dengan sistem elektrinik direalisasikan secepat mungkin,” tukasnya. (ND/Fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons