» » Warga Desak Pemerintah Sumenep, Terkati Pengembangan Listrik Gili Raja

Warga Desak Pemerintah Sumenep, Terkati Pengembangan Listrik Gili Raja

Penulis By on Selasa, 22 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah.Com - Syaiful Anang salah satu tokoh masyarakat Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, mendesak pemerintah daerah setempat untuk segera menyelesaikan pembanguan kelistrikan melalui PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) tersebut. Sebab, menurutnya, penerangan di Gili Raja sangat dibutuhkan oleh warga setempat.
”Semua warga di sini (Gili Raja) menginginkan agar penerangan melalui PLTD itu bisa segera terujud,” katanya kemarin.
Syaiful mengatakan, akibat lambannya realisasi kelistrikan tersebut menyebabkan semua warga pulau Gili Raja sengsara. Sebab, setiap bulannya untuk penerangan warga harus membayar smpai ratusan ribu.
”Itu pun penerangan disini tidak full 24 jam. Hanya hidup dari pukul 17.00 hingga pukul 21.00. kemudian hidup lagi sekitar pukul 04.00 dan mati lagi sekitar pukul 06.00,” ungkapnya.
Menurutnya, dirinya menuntut agar pemeritnah daerah dalam membangun kelistrikan di pulau giuli raja tidak hanya menggantungakan kepada APBD, melainkan membukan ruang bagi perushaan swasta. Sepertihalnya perusahaan PT Santos.
PT Santos merupakan peruhsaan yang bergerak dibidang migas. Sementara untuk tempat kerjanya berada dikawasan Pulau Gili raja. ”Mestinya kalau anggran APBD sudah tidak memungkinkan, maka pemerintah daerah harus kreatif dan mencari jalan keluarnya. Jangan diam saja,” terangnya.
Oleh sebab itu, jika pemerintah daerah tidak segera merealisasikan proyek tesebut maka dirinya mengancam akan melakukan aksi demonstrasi. ”Jangan sampai warga marah. Karena kalau warga sampai marah dipastikan akan berbuat anarkis,” ungkpanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Kabupeten Sumenep Abd. Kahir mengatakan, dirnya tidak bisa memastikan pengadaan kelistrikan di Pulau Gili Raja bisa selesai dengan waktu yang singkat. Selian proyek tersebut merupakan proyek multiyears juga anggan yang disedikan oleh pemerintah daerah sangat minim.
Anggaran pembangunan pengembangan kelistrikan di Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 17 miliar. Hanya saja anggaran yang tersedia saat ini sekitar 3,2 miliar. Sementara kebutuhan anggaran untuk pembangunan jaringan diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 7 miliar.
”Tahun ini kami masih pengadaan tiang listrik. Untuk pengadaan jaringan kesetiap rumah, baru kami agendakan tahun depan,” katanya.
Selain itu, pada tahun 2016 mendatang pihaknya juga merencanakan akan melakukan pembebasan lahan untuk ditempati gensetnya. Jika itu sudah selsai maka pada tahun anggaran 2017 mendatang, pihaknya kan melakukan pembanguan rumah listrik dan pengadaan mesin genset. ”Kalau itu sudah selesai semua, maka kita tinggal mengatur pengelolaannya,” ungkpanya.

Hanya saja dirinya belum bisa memastikan, apakah sistem pengelolaannya dilakukan dengan cara dipihak ketigakan atau tidak. ”Kita tunggu saja soal nanti mengenai hal itu,” tukasnya. (ND)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons