» » Keris Asal Sumenep Tembus Manca Negara

Keris Asal Sumenep Tembus Manca Negara

Penulis By on Selasa, 22 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah.Com – Tidak salah kiranya jika Kabupaten Sumenep dinobatkan sebagai kota keris. Sebab, Kabupaten yag berada diujung timur pulau madura, merupakan Kabupaten pengrajin keris terbesar di asia. Bahkan, hasil kerajinan keris sudah menembus pasaran hingga manca negara.
Penobatan tersebut ditandai dengan pembangunan monomin keris yang berada di pintu masuk bagian barat kota Kabupaten Sumenep, tepatnya di simpang empat Pandian dan Kelurahan Karangduak. Monomin tersebut ditandatangai langsung oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Sumenep ke 745 tahun 2014.
Meskipun demikian, tidak semua pengrajin keris yang tersebar di 27 Kecamatan dilingkungan Pemkab Sumenep, bisa menembus pasaran hingga luar negeri, melainkan hanya tiga kecamatan yang dijadikan sentra pengrajin keris terbaik tingkat nasional maupun intrnasional. Yakni Kecamatan Saronggi, Bluoto, dan Kecamatan Lenteng.
Salah satu pengrajin keris Asal Desa Palongan, Kecamatan Bluto, Fathorrahman menjelaskan, saat ini hasil kerajinannya sudah bisa menembus pasaran hingga luar negeri. ”Banyak warga Jipang yang memesan hasil kerajinan kami. Bahkan setiap bulan dipastikan selalu ada,” katanya.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Pengrajin Keris Indonesia (IPKI) mengatakan, ada tiga kategori keris yang dibuatnya, yakni keris jenis koleksi, keris jenis souvener, dan juga keris jenis istimewa atau khusus pegangan pribadi.
Hasil produksi setiap bulannya dari tiga jensi tersebut dikirim keberbagai negara di asea. Salah satunya, Malaysia, Singapur, Brunai Darusalam, Kalimantan, Jakrta, Jawa Tengah, Bali dan berbagai wilayah lainnya.
Sementara harga setiap jenis keris tidak sama, jika keris jenis souvener dipatok dengan harga Rp 500-1 juta, dan jenis keris keleksi dipatok dengan harga Rp 2-3 juta. Sedangkan untuk jenis keris istimewa lebih mahal mulai dari Rp 5 juta sampai tembus puluhan juta persatu unitnya.
Sebab, keris jenis istimewa selain terbuat dari bahan yang bisa dikatakan langka, juga masih diberi aksesoris berbahan mulia. Salah satunya keris tersebut dilapisi emas, perak, dan bahan mulia yang lain.
”Selain itu, cara pembuatannya sangat sulit. Kalau unutk jenis Souvenir bisa dilakukan dalam waktu satu hari, namun kalau jenis istimewa bisa memakan waktu sapai tiga hari,” terangnya.
Saat ini IPKI merupakan sentra pengrajin keris yang membawahi sebanyak kurang lebih 555 pengrajin keris yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamata Bluto, Saronggi, dan Kecamatan Lenteng.
Sedangkan omset yang didapat setiap bulannya cukup fantastis. Itu terlihat dari jumlah hasil kerajinannya setiap bulan mencapai hingga ribuan unit. Jika dikalikan dengan harga yang dipatok, maka penghaslan yang didapat setiap bulannya tidak kurang dari Rp 10 juta lebih.
”Semua hasil kerajian itu, kami sebar di seluruh nusantara. Bahkan kalau di tingkat Asia, bisa dibilang 99 persen produk dari Desa Palongan semua,” ungkapnya.
Untuk mengenalkan produk hasil kerajinannya sampai ke manca negara itu dilakuakn dengan cara berbeda. Salah satunya dengan penerbitan buku, megukuti acara pameran yang diselenggarakan disetiap daerah, muliai tingkat regional, nasional maupun internasional. Bahkan untuk mengenalkan keris tersebut pihaknya membuat film dokumenter.
"Kalau pembuatan film dokumenter Alhamdulillah kami dapat bantuan dari Pemerintah pusat melalui kementrian," terangnya. (ND)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons