» » Disdik Sumenep Endapkan Dana Moniv

Disdik Sumenep Endapkan Dana Moniv

Penulis By on Selasa, 22 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah.Com - Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Sumenep diduga telah menggelapkan dana transportasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dialokasikan untuk Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) selama 2 tahun berturut-turut sejak tahun 2014 lalu.

Anggota DPKS, Firdaus. Menurutnya, pihaknya baru mengetahui adanya dana transportasi Moniv beberapa waktu lalu setelah mengantongi rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2014 dan 2015. “Sebelum itu kami tak pernah tahu, dan memang tak diberitahu,” tukasnya kemarin (22/12).

Firdaus menuturkan, berdasarkan RKA Disdik yang dikantongi pihaknya, pada tahun 2014 lalu dana transportasi Moniv dianggarkan sebesar Rp 6 juta untuk 8 komisioner DPKS. Sedangkan pada tahun selanjutnya dianggarkan sebesar 9 juta untuk 9 orang. Hanya saja, selama 2 tahun, pihaknya tak pernah menerima dana Moniv itu.
 “Logikanya, kalau pada tahun 2014 anggaran Moniv itu tidak cair, kenapa masih dianggarkan lagi di tahun berikutnya. Apalagi, informasinya untuk yang tahun depan Disdik kembali menganggarkan. Sementara kalau cair, lantas ke mana dana tersebut?,” singgungnya.
 Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan bahwa selama ini setiap kali melakukan kegiatan Moniv, pihaknya menggunakan anggaran DPKS sendiri. Sebab DPKS memiliki anggaran untuk seluruh kegiatan selama satu tahun ialah Rp 150 juta. “Alhamdulillah, meski anggarannya terbilang tipis, kegiatan kami tetap berjalan. Termasuk Moniv tadi,” tuturnya.
 Sebab itu, Firdaus curiga bahwa selama ini pihaknya hanya dijadikan alat oleh Disdik untuk mencairkan dana tersebut. Kecurigaan itu bertambah karena setelah dikonfirmasi Senin (21/12) malam, keesokannya (22/12) Disdik langsung menyodorkan tanda penerimaan jasa tenaga kerja non pegawai transportasi Moniv untuk komisioner DPKS.
 “Atas kejadian ini kami merasa sangat ‘sakit’,” tukasnya. Sebenarnya, sergah Firdaus, yang menjadi persoalan bukan nominal dari anggaran tersebut, tapi lebih kepada perlakuan Disdik yang hanya menjadikan DPKS sebagai alat untuk mencairkan anggaran.
 Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdik Kabupaten Sumenep, A. Sadik mengatakan bahwa hal itu hanya karena mis komunikasi. Menurutnya, saat ini anggaran tersebut memang masih belum cair, dan masih diajukan untuk dicairkan.
“Yang jelas, kita menganggarkan itu untuk membantu mereka (DPKS) dalam menjalankan tugasnya melakukan monitoring dan evaluasi ke sekolah-sekolah. Jadi itu hanya mis komunikasi saja,” ujarnya. (ND)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons