» » Peringati Hari Ibu, Mahasiswa Sumenep Gelar Bagi-Bagi Bunga

Peringati Hari Ibu, Mahasiswa Sumenep Gelar Bagi-Bagi Bunga

Penulis By on Selasa, 22 Desember 2015 |


 Sumenep, Newsdaerah – Begrbagai kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa pada saat tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Sebab, pada hari tersebut bagi semua warga negara indonesia merupakan hari yang penuh sejarah.

Sebab, pada tanggal 22 Desember tahun 1959 telah Dekrit Ir. Soekarno telah menetapkan sebagai lahirnya hari ibu. Untuk memperingatinya, sejumlah Mahasiswa yang tegabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumenep membagi-bagikan setangkai bungan dan juga cokelat kepada pengguna jalan di Jalan Trunojoyo Sumenep, Rabu (22/12).
Kegiatan tesebut dilakukan untuk sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya kekerasan rumah tangga yang dinilai selama ini sering terjadi, utamanya bagi kaum perempuan.
Ini sebagai lambang bahwa di balik kelembutan seorang perempuan, ternyata juga bisa beebuat sesuatu untuk bangsa,” papar salah seorang koordinator aksi, Asdariyah.
Menurutnya, dalam aksinya mereka sengaja mengangkat tema: jangan bungkam suara perempuan. Hal itu dimaksudkan sebagai refleksi terhadap realitas yang berkembang di Kabupaten Sumenep selama ini, di mana peran kaum ibu masih berbanding terbalik dengan kaum bapak.
“Selama ini keterlibatan kaum perempuan di ruang publik masih tidak sebanding dengan kaum laki-laki,” tukasnya. Oleh karena itu, pihaknya mendesak kepada DPRD Sumenep agar lebih memperhatikan keberadaan mereka dengan cara membuat kebijakan yang juga pro terhadap perempuan.

Perempuan, sergahnya, juga harus diberi akses yang luas untuk bersama-sama dengan laki-laki membangun masyarakat. Karena, dia mengkalim bahwa peran perempuan terhadap berdirinya bangsa ini juga besar. “Yang pasti, di balik kesuksesan laki-laki, ada perempuan di belakangnya, termasuk dalam membangun negeri ini,” tandasnya.
Selebihnya, ia menjelaskan bahwa yang juga menjadi titik tekan dari aksi kemarin ialah sebagai seruan moral kepada semua masyarakat agar tidak sampai terjadi banyak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebab, sambungnya, dari sekian kasu KDRT yang terjadi, korbannya kebanyakan kaum perempuan.
Menanggapi tuntutan para mahasiswi kemarin, salah seorang anggota DPRD, Dwita Andriani yang menemui massa aksi pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswi yang melakukan aksi dalam rangka memperingati Hari Ibu.
Menurut politisi perempuan dari Fraksi PAN itu, untuk membuktikan bahwa kaum perempuan juga bisa berbuat sesuatu demi kemajuan bangsa, ia harus menunjukkan kualitas dirinya di ruang publik. “Sehingga kaum perempuan juga diperhitungkan di rana publik,” katanya. (ND)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons