
Sumenep, Newsdaerah – Begrbagai kegiatan yang
dilakukan oleh sejumlah mahasiswa pada saat tanggal 22 Desember setiap
tahunnya. Sebab, pada hari tersebut bagi semua warga negara indonesia merupakan
hari yang penuh sejarah.
Sebab, pada tanggal 22
Desember tahun 1959 telah Dekrit Ir. Soekarno telah menetapkan sebagai lahirnya
hari ibu. Untuk memperingatinya, sejumlah Mahasiswa yang tegabung dalam
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumenep membagi-bagikan setangkai bungan dan
juga cokelat kepada pengguna jalan di Jalan Trunojoyo Sumenep, Rabu (22/12).
Kegiatan tesebut
dilakukan untuk sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya kekerasan rumah
tangga yang dinilai selama ini sering terjadi, utamanya bagi kaum perempuan.
”Ini
sebagai lambang bahwa di balik kelembutan seorang perempuan, ternyata juga bisa
beebuat sesuatu untuk bangsa,” papar salah seorang koordinator aksi, Asdariyah.
Menurutnya,
dalam aksinya mereka sengaja mengangkat tema: jangan bungkam suara perempuan.
Hal itu dimaksudkan sebagai refleksi terhadap realitas yang berkembang di
Kabupaten Sumenep selama ini, di mana peran kaum ibu masih berbanding terbalik
dengan kaum bapak.
“Selama
ini keterlibatan kaum perempuan di ruang publik masih tidak sebanding dengan
kaum laki-laki,” tukasnya. Oleh karena itu, pihaknya mendesak kepada DPRD
Sumenep agar lebih memperhatikan keberadaan mereka dengan cara membuat
kebijakan yang juga pro terhadap perempuan.
Perempuan,
sergahnya, juga harus diberi akses yang luas untuk bersama-sama dengan
laki-laki membangun masyarakat. Karena, dia mengkalim bahwa peran perempuan
terhadap berdirinya bangsa ini juga besar. “Yang pasti, di balik kesuksesan
laki-laki, ada perempuan di belakangnya, termasuk dalam membangun negeri ini,”
tandasnya.
Selebihnya,
ia menjelaskan bahwa yang juga menjadi titik tekan dari aksi kemarin ialah
sebagai seruan moral kepada semua masyarakat agar tidak sampai terjadi banyak
kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebab, sambungnya, dari sekian kasu KDRT
yang terjadi, korbannya kebanyakan kaum perempuan.
Menanggapi
tuntutan para mahasiswi kemarin, salah seorang anggota DPRD, Dwita Andriani
yang menemui massa aksi pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada seluruh
mahasiswi yang melakukan aksi dalam rangka memperingati Hari Ibu.
Menurut
politisi perempuan dari Fraksi PAN itu, untuk membuktikan bahwa kaum perempuan
juga bisa berbuat sesuatu demi kemajuan bangsa, ia harus menunjukkan kualitas
dirinya di ruang publik. “Sehingga kaum perempuan juga diperhitungkan di rana
publik,” katanya. (ND)

