» » Retribusi Pasar Tradisional Tahun 2015 Minus

Retribusi Pasar Tradisional Tahun 2015 Minus

Penulis By on Selasa, 22 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah.Com – Upaya pemerintah daerah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (APD) dari sektor pasar tradisional belum maksimal. Buktinya, PAD dari sektor pasar tradisional tahun 2015 tidak sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Pendapatan PAD tahun 2015 dari sektor pasar tradisional taun 2015 ditarget sebesar Rp 2 miliar. Namun, retribusi tersebut saat ini hanya terpenuhi sebesar Rp 1 miliar 200 juta.
Kepala Bidang Pendapatan, Dinas Pengelolaan, Keuangan dan Aset (DPPKA) Sumenep Imam Sukandi, menjelaskan, ada beberapa faktor tidak terpenuhinya target tersebut, salahsatunya disebabkan imbas terbakarnya pasar anum beberapa bulan yang lalu.
Sehingga retribusi pasar anum yang mestinya mencapai target, malah sangat jauh dari yang diharapkan sebelumnya. "Untuk retribusipasar anum yang masuk ke PAD saat ini hanya seperlima dari target sebesar Rp 400 juta," katanya.
Selama ini pasar anum telah terjadi sebanyak dua kali kebakaran. Pertama pada tahun 2007, dimana sebanyak 212 toko dan kios milik pelaku pasar ludes dilahap sijago merah. Peristiwa tersebut kembali terjadi pada tahun 2014. Saat itu sebanyak 800 kios dan pertokoan rata dengan tanah seelah terbakat. Modus kedua persitiwa tersebut hingga saat ini maish mesterius.
Menurut Imam selain akibat kebakaran, saat ini keberadaan pasar hewan di kabupaten sumenep mengalami penurunan ang cukup derastis.
"Menurunnya pasar sapi itu secara otomatis menjadi faktor minimnya pemasukan ke PAD. Padahal, kami sudah berusaha untuk memfasilitasi dengan cara melakukan pembenahan. Sehingga masukan ke PAD juga mengalami peningkatan," ungkpanya.
Dijelaskan, saat ini pasar hewan yang mulai 'tidak sehat' itu, 
yakni pasar Ganding dan pasar Rubaru. Bahkan, saat ini minat masyarakat untuk melukan transaksi jual beli hewan menurun hingga kisaran 75 persen setiap pasaran.

Untuk pasar hewan Ganding saat ini hanya sekitar 40 ekor setiap minggunya. Padahal sebelumnya setiap hari senin bisa mencapai 300 ekor. Sedangkan di pasar Rubaru yang sebelumnya bisa tembus 500 ekor, namun saat ini hanya sekitar 80 hingga 100 ekor setiap kali pasaran.
"Sebelumnya dua pasar tradisional itu sangat besar, namun beriringnya perkembangan waktu dua pasar itu mengalami penurunan yang sangat derastis. Malah jenis sapi yang dipasarkan juga menurun, kalau dulu sapi yang dipasarkan berfariasi dari jenis sapi yang berukuran kecil hingga ukuran yang paling besar, namun saat ini yang dipasarkan hanya jenis sapi berukuran kecil saja," terangnya
Sementara pasar hewan yang saat ini masih tetap stabil, menurut Imam hanya tinggal dua. Yakni pasar Bangkal yang terletak di Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, dan pasar tradisional Lenteng yang berada di Kecamatan Lenteng.
"Dua pasar ini masih stabil. Bahkan bisa dibilang samakin meningkat. Makanya kami harap masyarakat setempat bisa menjaga dan mempertahankan kondisi tersebut," ungkapnya
Menurut pria berpostur tubuh tinggi itu, sebagai langkah konkrit yang akan dibangun untuk mendongkrak pendapatan dari sektor pasar pada tahun selanjutanya, pihaknya terus akan melakukan pembenahan. Baik, dari segi fasilitas maupun yang lainnya.
"Kami harap masyarakat bisa semakin meningkatkan keberadaan pasar tradisonal. Kaerena pasar tradisional merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan," harapnya.
Terpisah Anggota Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini menilai belum tercapainya retribusi tersebut karena pengelolaannya kurang maksimal. Sehingga, retribusi yang dibayarkan rentan bocor.
Menrutnya, jika pengelolaan pasar tradisional dioptimalkan, diyakini target sebesar Rp 2 miliar akan terpenuhi. Karena saat ini banyak pos anggaran yang terkesan dikesampingkan oleh pemerintah, seperti retribui parkir.
”Sangat sedikit tempat paerkir yang dikelola oleh pemerintah daerah. Bahkan lebih banyak yang dikelola oleh pihak lain,” terangnya.
Oleh sebab itu, pihaknya menekan agar kedepan Pemerintah Daerah terus berbenah diri, termasuk membangun sejumlah fasilitas yang diperlukan, speerti mosollah, MCK. Sehingga, retribusi terus mengalmi peningkatan. ”Jangan diam saja jika mau maju,” tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini jumlah pasar kecamatan yang tersebar di 27 Kecamatan dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep sebanyak 29 pasar tradisional. Sementara pasar desa saat ini sudah mencapai ratusan. (ND
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons