Sumenep, Newsdaerah.Com - Pembanguan pasar anum baru yang berada di
Desa/Kelurahan Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, dipastikan tidak selesai tepat
waktu, yakni akhir tahun 2015. Itu disebabka karena keterbatasan bahan yang
saat ini tidak bisa didatangkan dalam waktu dekat oleh investor.
Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan
Keuangan, dan Aset (DPPKA) Sumenep Imam Sukandi mengatakan, berdasarkan hasil
koordinasi dengan pihak investor pembanguan pasar anum baru selesai sekitar 74
persen.
Menurutnya, salah satu faktor terhambatnya pembangua itu karena adanya
perubahan sistem pendistribusian bahan bangunan. Salah satunya pendistribusia
pasir hitam yang diambil dari daerah Lumajang.
Perubahan tersebut, berubah setelah adanya kebijakan baru dari
pemerintah pasca terbunuhnya salah satu aktifis penolak tambang pasir di
Lumajang beberapa bulan yang lalu.
Lebih lanjut Imam mengatakan, pasca peristiwa yang menewaskan salah
satu aktifis tambang pasir itu, menyebabkan harga pasir hitam menjadi mahal,
bahkan samapi dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Selain harganya mahal, juga untuk medapatkan barang istimewa itu sangat
sulit, sehingga untuk mendapatakannya tidak mudah dilakukan dalam waktu
singkat. ”Itu yang menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan itu,”
katanya.
Ditanya apakan pembangunas pasar itu selsai di akhir Desember 2015?,
pihaknya tidak menjamin. Sebab, hingga saat ini pembagunan pasar beru selsai
sekitar 74 persen.
Padalah dilihat dari sisa waktu yang hanya tinggal satu bulan, mestinya
pembanguan pasar itu sudah selesai ditas 80 persen. Sementara keingian
pemeritnah daerah, pembanguan pasar tersebut selesai diakhir Desember
mendatang.
Sehingga bulan Maret tahun depan pasar tersebut sudah bisa
dioperasikan. Sebab, beberpa bulan kedepan pasar tersebut diyakini ramai karena
sudah memasuki bulan puasa.
”Kalau investor menargetkan pembanguan itu selesai di bulan Januari
2016,” terangnya.
Menurutnya, desain pembangaun pasar yang baru didesain
berlantai dua. Itu berdasarkan hasil kesepakatan yang telah dibangun oleh
pemerintah daerah pada tanggal 25 maret 2015 yang lalu. Untuk lantai dua, akan
dibanguan toko, kios, maupun stand sebanyak 212.
Ratusan toko, kios dan stand tersebut dibanguan untuk
ditempati oleh para pelaku pasar yang terkena dampak kebakaran pasar anom yang
lama pada tahun 2007 silam.
Untuk diketahui, investro yang mempunyai tanggungjawab pembanguan paar
anum saat ini adalah PT Trisna Karya Indah Riya.
Pasar anum yang baru dibangun diatas tanah seluas 80 meter persegi.
Sementara pembangua pasar tersebut dilakukan dengan
memakai struktur pondasi rakit. Dimana pondasi pembangunan pasar yang
ditargetkan selesai 100 persen diakhir tahun itu menyatu sat lantai dengan
ketebalan 20 centimeter (Cm). ”Adapun pembesiaannya sebanyak dua layer,”
terangnya.
Sementara untuk kontruksi kolom, balok dan atapnya
menggunakan kontruksi baja. Dari luas pasar 80 meter persegi, seluas 60 persen
akan digunakan sebagai pembangunan komirsial, sedangkan 40 persen akan
digunakan sebagai pembangunan fasilitas umum. (ND)

