» » Target Penyelesian Pembangunan Pasar Anum Sumenep Meleset

Target Penyelesian Pembangunan Pasar Anum Sumenep Meleset

Penulis By on Jumat, 18 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah.Com - Pembanguan pasar anum baru yang berada di Desa/Kelurahan Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, dipastikan tidak selesai tepat waktu, yakni akhir tahun 2015. Itu disebabka karena keterbatasan bahan yang saat ini tidak bisa didatangkan dalam waktu dekat oleh investor.
Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Sumenep Imam Sukandi mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak investor pembanguan pasar anum baru selesai sekitar 74 persen.
Menurutnya, salah satu faktor terhambatnya pembangua itu karena adanya perubahan sistem pendistribusian bahan bangunan. Salah satunya pendistribusia pasir hitam yang diambil dari daerah Lumajang.
Perubahan tersebut, berubah setelah adanya kebijakan baru dari pemerintah pasca terbunuhnya salah satu aktifis penolak tambang pasir di Lumajang beberapa bulan yang lalu.
Lebih lanjut Imam mengatakan, pasca peristiwa yang menewaskan salah satu aktifis tambang pasir itu, menyebabkan harga pasir hitam menjadi mahal, bahkan samapi dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Selain harganya mahal, juga untuk medapatkan barang istimewa itu sangat sulit, sehingga untuk mendapatakannya tidak mudah dilakukan dalam waktu singkat. ”Itu yang menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan itu,” katanya.
Ditanya apakan pembangunas pasar itu selsai di akhir Desember 2015?, pihaknya tidak menjamin. Sebab, hingga saat ini pembagunan pasar beru selsai sekitar 74 persen.
Padalah dilihat dari sisa waktu yang hanya tinggal satu bulan, mestinya pembanguan pasar itu sudah selesai ditas 80 persen. Sementara keingian pemeritnah daerah, pembanguan pasar tersebut selesai diakhir Desember mendatang.
Sehingga bulan Maret tahun depan pasar tersebut sudah bisa dioperasikan. Sebab, beberpa bulan kedepan pasar tersebut diyakini ramai karena sudah memasuki bulan puasa.
”Kalau investor menargetkan pembanguan itu selesai di bulan Januari 2016,” terangnya.
Menurutnya, desain pembangaun pasar yang baru didesain berlantai dua. Itu berdasarkan hasil kesepakatan yang telah dibangun oleh pemerintah daerah pada tanggal 25 maret 2015 yang lalu. Untuk lantai dua, akan dibanguan toko, kios, maupun stand sebanyak 212.
Ratusan toko, kios dan stand tersebut dibanguan untuk ditempati oleh para pelaku pasar yang terkena dampak kebakaran pasar anom yang lama pada tahun 2007 silam.
Untuk diketahui, investro yang mempunyai tanggungjawab pembanguan paar anum saat ini adalah PT Trisna Karya Indah Riya. Pasar anum yang baru dibangun diatas tanah seluas 80 meter persegi.
Sementara pembangua pasar tersebut dilakukan dengan memakai struktur pondasi rakit. Dimana pondasi pembangunan pasar yang ditargetkan selesai 100 persen diakhir tahun itu menyatu sat lantai dengan ketebalan 20 centimeter (Cm). ”Adapun pembesiaannya sebanyak dua layer,” terangnya.
Sementara untuk kontruksi kolom, balok dan atapnya menggunakan kontruksi baja. Dari luas pasar 80 meter persegi, seluas 60 persen akan digunakan sebagai pembangunan komirsial, sedangkan 40 persen akan digunakan sebagai pembangunan fasilitas umum. (ND)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons