» » Anggaran Kelistrikan Pulau Raas SUmenep Dicoret

Anggaran Kelistrikan Pulau Raas SUmenep Dicoret

Penulis By on Jumat, 18 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah.Com – Harapan warga Kecamatan/Pulau Raas, untuk menikmati aliran listrik secara maksimal harus terpendam. Pasalnya, pada tahun 2015 pemerintah daerah tidak menggarkan untuk pembangunan kelistrikan diwilayah tersebut.
Hal itu dikatakan oleh Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep Badrul Aini. Menurutnya, sesuai dengan draf PPAS yang diajukan oleh Tim Anggaran (Timga) Pemkab Sumenep, anggaran untuk pembangunan kelistrikan di Kecamatan/Pulau Raas tidak ada.
”Kami tidak tahu kenpa anggaran itu tiba-tiba tidak ada. Padahal, sebelumnya ada,” katanya.
Setelah dilakukan pembahsan beberapa waktu lalu, tidak dianggarkannya pembanguan kelistrikan itu disebabkan pada tahun 2016 dalam proses FS (Feasibility Study) dan tidak mungkin dilakukan pembanguan pada tahun yang sama. Sementara untuk anggran FS disediakan sebesar Rp 50 juta.
Hanya saja alasan yang dikelurkan oleh Timgar itu dinilai sebatas formalitas belaka. Sebab, pada pertengahan tahun 2015 pemerintah daerah telah membnagaun komitmen bersama dengan sejumlah masyarakat, jika pada tahun 2016 kelistrikan di Kecamatan/Pulau Raas direalisasikan. Sehingga jika pembanguannya selesai, maka menjelang akhir tahun 2016 masayarakat raas sudah bisa menikmati.
”Tapi faktanya tidak, makanya kami akan kawal terus persolan ini,” tegas Anggota Komisi II DPRD Sumenep dari Kepuluan itu.
Anggaran untuk pembangunan kelistrikan di Kecamatan/Pulau Raas diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 33.168.750.000 lebih. Rinciannya, untuk pembelian mesin genset diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 11.068.750, pengadaan jaringan listrik diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 21.500.000.000.
Untuk pengadaan jaringan, termasuk pengadaan jaringan tegangan menengah (JTM) diperkirakan memerlukan anggaran sebesar Rp 10.500.000.000, untuk jaringan tegangan rendah (JTR) membutuhkan anggran sebesar Rp 3.600.000.000, sementara pengadaan rumah listrik perkirkan mebutuhkan anggaran sebesar Rp 600.000.000.
”Pengadaan travo+panel distribusi diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 3.200.000.000, dan juga pengadaan gardu distribusi Rp 4.200.000.000,” terangnya.
Kepala Kantor Energy Sumber Daya dan Meneral (ESDM) Sumenep Abd. Kahir belum bisa memberikan kejelasan terkait dicoretnya anggaran tersebut. Sebab, saat konfirmasi mantan Kabag Humas Setkab Sumenep itu tidak bisa.
Kendati demikian sebelumnya Kahir mengatakan, untuk pembangunan kelistrikan di Kecamatan/Pulau Raas, menjadi prioritas untuk segera dibanguan. Pembanguanya dirinya akan menggandeng PT PLN (Perushaan Listrik Negara) Persero.
Kerjasama ini sebagai langkah preventif Pemkab Sumenep untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada daerah kepulauan, khususnya dalam sektor penerangan.
”Kami akan terus berupaya agar penerangan di Sumenep ini bisa merata hingga ke sejumlah kepuluan,” katanya. Hanya saja pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan pagu anggaran yang disediakan setiap tahunnya.
Terpisah Ketua Timgar Setkab Sumenep Hadi Soetarto membantah jika dalam penyusunan KUA dan PPAS terdapat rekayasa. Menurutnya, penyusunan KUA dan PPAS yang disampaikan ke DPRD setempat, sudah sesuai dengan peraturan tentang penyusunan APBD tahun 2016 yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
"Dalam penyusunan itu, kami tidak serta merta melakukan sesuai dengan keinginan pribadi atau sekolompok orang, melainkan berdasarkan argumen dan berdasarkan koridor hukum yang mengikat," tegas mantan Kepala Bappeda Sumenep itu. (ND)



Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons