» » Siswa Terpaksa Jalankan KBM di Halaman Sekolah

Siswa Terpaksa Jalankan KBM di Halaman Sekolah

Penulis By on Jumat, 18 Desember 2015 |

Sumenep, Newsmadura.Com – Meskipun anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah daerah kabupaten (Pemkab) Sumenep, setiap tahunnya kepada Dinas Pendidikan (Disdik) setempat terbesar dibadingkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang lain, namun belum bisa merubah perwajahan dunia pendidikan dilingkungan kabupaten yang berada diujung timur pulau madura ini.
Buktinya, kondisi fisik Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambuko, Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, terkesan dibiarkan reot. Akibatnya, sebanyak 90 siswa saat ini terpaksa belajar di luar ruangan kelas dengan menggunakan tenda yang terbuat dari terpal.
Hal itu dikatakan oleh Kepala SDN Tambuko Handoko. Menurutnya, puluhan siswa binaannya terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap harinya diluar ruang kelas. Sebab, kondisi empat unit gedung kelas yang bisasa dipakai sebagai tempat KBM nyaris roboh, lantara termakan usia dan tidak pernah mendapatkan perbaikan dari pemerintah setempat.
Menurutnya, jika gedung tersebut dipaksakan ditempati KBM, dirnya khawatirkan anak didiknya akan menajdi korban reruntuhan puing-pung bangunan tersebut. ”Kami tidak ingin itu terjadi. Makanya untuk sementara waktu, kami sengaja membuat tenda yang difungsikan sebagai tempat KBM,” terangnya.
Handoko mengatakan, kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu terhadap proses jalannya KBM di sekolah plat merah itu. Sebab, bisa memecah belah konsentrasi siswa maupun guru saat KBM berlangsung.
Lebih lanjut Handoko mengatakan, kondisi gedung yang nyaris roboh itu sudah lama. Bahkan dirinya pada tahun 2012 lalu telah mengajukan permohonan rehab gedung kelas kepada Disdik setmpat. Hanya saja upaya tersebut hingga saat ini belum mendapat respon positif.
Padahal menurutnya, gedung sekolah yang saat ini sedang dikeluti sangat layak untuk direhab. Selian kondisinya nyaris ambruk, sekolahnya termasuk salah satu di Desa Tambuko yang masih aktif dibandingkan sekolah plat mereh yang lain. Itu terlihat sekolah tersebut dipercaya sebagai sekolah sentral dantermask sekolah gugus 4.
”Sebenarnya, sekolah ini sudah mendapatkan bantuan rehap dari pemerintah tahun lalu. Tapi setelah mau dikerjakan, tiba-tiba bantan itu dialihkan ke sekolah lain. Sehingga, rencana rehap gedung itu gagal dilakukan,” terangnya.
Informasinya, anggran yang telah disediakan untuk untuk rehap kelas baru (RKB) sekolah tingkat SD tahun 2015 lumayan besar, yakni mencapai Rp 3,6 miliar. Dana tersebut diperuntukkan rehab gedung SD sebayak 20 sekolah. Selian itu, untuk bantuan rehap gedung berat sebesar Rp 6,6 miliar yang diperuntukkan kepada 30 sekolah dasar. Sementara untuk rehap gedung ringan, pemerintha daerai menyediakan anggaran sebesar Rp 682 juta yang akan diberikan kepada 5 Sekolah dilingkungan Disdik Sumenep. (ND)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons