Sumenep, Newsmadura.Com – Meskipun anggaran yang
digelontorkan oleh pemerintah daerah kabupaten (Pemkab) Sumenep, setiap
tahunnya kepada Dinas Pendidikan (Disdik) setempat terbesar dibadingkan Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang lain, namun belum bisa merubah perwajahan
dunia pendidikan dilingkungan kabupaten yang berada diujung timur pulau madura
ini.
Buktinya, kondisi fisik Sekolah
Dasar Negeri (SDN) Tambuko, Desa
Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk, terkesan dibiarkan reot. Akibatnya, sebanyak 90
siswa saat ini terpaksa belajar di luar ruangan kelas dengan menggunakan tenda
yang terbuat dari terpal.
Hal
itu dikatakan oleh Kepala SDN Tambuko Handoko. Menurutnya, puluhan siswa
binaannya terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap harinya
diluar ruang kelas. Sebab, kondisi empat unit gedung kelas yang bisasa dipakai
sebagai tempat KBM nyaris roboh, lantara termakan usia dan tidak pernah
mendapatkan perbaikan dari pemerintah setempat.
Menurutnya,
jika gedung tersebut dipaksakan ditempati KBM, dirnya khawatirkan anak didiknya
akan menajdi korban reruntuhan puing-pung bangunan tersebut. ”Kami tidak ingin
itu terjadi. Makanya untuk sementara waktu, kami sengaja membuat tenda yang
difungsikan sebagai tempat KBM,” terangnya.
Handoko
mengatakan, kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu terhadap proses jalannya
KBM di sekolah plat merah itu. Sebab, bisa memecah belah konsentrasi siswa
maupun guru saat KBM berlangsung.
Lebih
lanjut Handoko mengatakan, kondisi gedung yang nyaris roboh itu sudah lama.
Bahkan dirinya pada tahun 2012 lalu telah mengajukan permohonan rehab gedung
kelas kepada Disdik setmpat. Hanya saja upaya tersebut hingga saat ini belum
mendapat respon positif.
Padahal
menurutnya, gedung sekolah yang saat ini sedang dikeluti sangat layak untuk
direhab. Selian kondisinya nyaris ambruk, sekolahnya termasuk salah satu di
Desa Tambuko yang masih aktif dibandingkan sekolah
plat mereh yang lain. Itu terlihat sekolah tersebut dipercaya sebagai sekolah
sentral dantermask sekolah gugus 4.
”Sebenarnya,
sekolah ini sudah mendapatkan bantuan rehap dari pemerintah tahun lalu. Tapi setelah
mau dikerjakan, tiba-tiba bantan itu dialihkan ke sekolah lain. Sehingga,
rencana rehap gedung itu gagal dilakukan,” terangnya.
Informasinya,
anggran yang telah disediakan untuk untuk rehap kelas baru (RKB) sekolah tingkat
SD tahun 2015 lumayan besar, yakni mencapai Rp 3,6 miliar. Dana tersebut
diperuntukkan rehab gedung SD sebayak 20 sekolah. Selian itu, untuk bantuan
rehap gedung berat sebesar Rp 6,6 miliar yang diperuntukkan kepada 30 sekolah
dasar. Sementara untuk rehap gedung ringan, pemerintha daerai menyediakan
anggaran sebesar Rp 682 juta yang akan diberikan kepada 5 Sekolah dilingkungan
Disdik Sumenep. (ND)

