Sumenep, Newsdaerah – Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan
kualitas pasar tradisional terus dilakukan. Buktinya, tahun depan pemerintah
daerah telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk pembangunan pasar
tradisional yang berada di Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Dinas
Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Sumenep Imam Sukandi.
Menurutnya, usulan pembangunan pasar ganding telah diusulkan beberpa waktu lalu
kepada pemerintah pusat.
”Kalau usulannya sudah sampai sejak beberapa bulan yang lalu.
Anggrannya sebesar Rp 6 miliar,” katanya.
Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat,
anggran yang telah diusulkan mendapat respon positif. Sehingga bisa dipastikan
pada tahun 2016 mendatang anggaran untuk pembangunan pasar ganding terealisasi.
Kendati demikian, pembanguan pasar ganding tesebut tidak bisa dilakukan
diawal tahun 2016. Sebab, anggarannya masih akan dialokasikan pada anggran
pendapatan dan belanja negara (APBN) Perubahan.
”Pembangunannya tidak menggunakan APBD tingkat II. Sehingga bisa
dipastikan rencana itu terealisasi,” terangnya.
Menurut Imam, pembanguan pasar ganding akan diletakkan di tempat pasar
hewan. Sehingga besar kemungkinan jika pasar hewan tersebut nantinya akan
direlokasi. Itu karena setiap minggunya pedagang sudah tidak banyak lagi yang
melakukan transaksi jual beli.
Desain pembangan pasar tersebut
nantinya juga akan ditata ulang, jika saat ini desainnya dengan menumpuk
diatara beberapa los, maka yang akan datang akan dibentuk menyerupai huruf U,
yakni melingkar.
”Jadi, pasar sapi nantinya haru dikorbankan. Aa\palagi saat ini kondisi
pasar sapinya menurutn derastis setiap minggunya,” ungjkpanya. Pasar Ganding
dioperasikan secara massal setiap hari senin atau satu kali dalam seminggu.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan,
menyambut baik rencana pembenahan sejumlah pasar tradisional, termasuk di Pasar
Ganding. Sebab, saat ini keberadaan pasar tradisional mulai tergerus oleh pasar
modern.
Apalagi menurutnya, rencana pembangunan tersebut tidak memakai anggaran
APBD tingkat II. Sehingga pos anggran yang disedikan di APBD tingkat II bisa
dialokasikan terhadap pembangunan pasar tradisional yang lain.
Kendat demikian, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu
menghimbau agar rencana tersebut benar-benar dikawal dengan seksama. Sehingga
rencana tersebt tidak sebatas wacana layaknya tong kosong nyaring bunyinya.
”Tentunya kami tidak ingin jika itu hanay sebatas wacana doang. Karnea jika
gagal, dipastikan sejumlah warga akan menagih janji itu,” terangnya. (ND)
