» » Pasar Ganding Digrojok Rp 6 M

Pasar Ganding Digrojok Rp 6 M

Penulis By on Jumat, 18 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah – Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional terus dilakukan. Buktinya, tahun depan pemerintah daerah telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk pembangunan pasar tradisional yang berada di Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Sumenep Imam Sukandi. Menurutnya, usulan pembangunan pasar ganding telah diusulkan beberpa waktu lalu kepada pemerintah pusat.
”Kalau usulannya sudah sampai sejak beberapa bulan yang lalu. Anggrannya sebesar Rp 6 miliar,” katanya.
Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, anggran yang telah diusulkan mendapat respon positif. Sehingga bisa dipastikan pada tahun 2016 mendatang anggaran untuk pembangunan pasar ganding terealisasi.
Kendati demikian, pembanguan pasar ganding tesebut tidak bisa dilakukan diawal tahun 2016. Sebab, anggarannya masih akan dialokasikan pada anggran pendapatan dan belanja negara (APBN) Perubahan.
”Pembangunannya tidak menggunakan APBD tingkat II. Sehingga bisa dipastikan rencana itu terealisasi,” terangnya.
Menurut Imam, pembanguan pasar ganding akan diletakkan di tempat pasar hewan. Sehingga besar kemungkinan jika pasar hewan tersebut nantinya akan direlokasi. Itu karena setiap minggunya pedagang sudah tidak banyak lagi yang melakukan transaksi jual beli.
 Desain pembangan pasar tersebut nantinya juga akan ditata ulang, jika saat ini desainnya dengan menumpuk diatara beberapa los, maka yang akan datang akan dibentuk menyerupai huruf U, yakni melingkar.
”Jadi, pasar sapi nantinya haru dikorbankan. Aa\palagi saat ini kondisi pasar sapinya menurutn derastis setiap minggunya,” ungjkpanya. Pasar Ganding dioperasikan secara massal setiap hari senin atau satu kali dalam seminggu.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengatakan, menyambut baik rencana pembenahan sejumlah pasar tradisional, termasuk di Pasar Ganding. Sebab, saat ini keberadaan pasar tradisional mulai tergerus oleh pasar modern.
Apalagi menurutnya, rencana pembangunan tersebut tidak memakai anggaran APBD tingkat II. Sehingga pos anggran yang disedikan di APBD tingkat II bisa dialokasikan terhadap pembangunan pasar tradisional yang lain.
Kendat demikian, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menghimbau agar rencana tersebut benar-benar dikawal dengan seksama. Sehingga rencana tersebt tidak sebatas wacana layaknya tong kosong nyaring bunyinya.
”Tentunya kami tidak ingin jika itu hanay sebatas wacana doang. Karnea jika gagal, dipastikan sejumlah warga akan menagih janji itu,” terangnya. (ND)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons