Sumenep, Newsdaerah.Com – Perhatian pemerintah
daerah kabupaten (Pemkab) Sumenep dibidang dunia pendidikan sangat minim. Tidak
hanya ruang kelas yang banyak tidak layak pakai, namun rumah dinas (Rumdis)
guru pegawai negeri sipil (PNS) juga banyak yang sudah tidak layak pakai.
Salah satunya rumdis guru
sekolah dasar negeri (SDN) Tambuko, Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-Guluk sudah
sangat memprihatinkan. Kondisi atabnya banyak yang bocor dan sebagian gedungnya
banyak yang mulai retak akibat tidak pernah diperbaiki. Kalau dilihat dari
jarak jauh tidak ubahnya seperti kandang ayam karena kondisinya sudah tidak
beraturan.
Endang Sri Hanayani selaku guru
yang menempati bangunan tua milik pemerintah daerah itu mengatakan, semenjak
dirinya bertuga di SDN Tamboku hingga saat ini belum pernah diperbaiki. Padahal
kondisinya sudah tidak layak untuk ditempati.
”Sejak kami bertugas sekitar
tahun 1985 hingga saat ini tidak pernah diperbaiki. Makanya wajar jika saat ini
banyak yang rusak,” katanya.
Menurutnya, kondisi rumdis saat
ini sangat membahayakan, utamanya bagi keselamatan jiwa. Karena sejumlah bahan
bangunan seperti hasbes yang dijadikan sebagai atap dan juga beebrpa kayu
banyak yang mulai lapuk dan runtuh.
Sebagai langkah antisipasi agar
dirinya tidak menjadi korban reruntuhan itu, maka pihaknya terpaksa memperbaiki
gedung tua itu dengan biaya sendiri, dengan cara menyisakan gaji yang didapat
setiap bulannya. ”Ya mau bagaimana lagi, terpaksa kami perbaiki sendiri,”
terangmya.
Sementara itu Kepada Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik
Sumenep Fajarisman mengakui selama ini banyak rumdis yang kondisinya sudah
layak diperbaiki.
Hanya saja,
karena keterbatasan anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Daaerah setiap
tahunnya, maka rumdis tersebut sangat tidak memungkinkan bisa diperbaiki dalam
waktu dekat.
Apalagi
menurutnya, pada tahun 2016 untuk perbaikan rumdis, utamanya rumdis guru di SDN
Tambuko, tidak dianggarkan. Tahun depan Disdik hanya menganggarkan sebesar Rp
200 juta untuk pembanguan gedung baru sebanyak tiga lokal. ”Kami
memprioritaskan sekolahnya dulu,” katanya.
Selian itu,
tidak dianggarkannya perbaikan rumdis tersebut diyakini banyak rumdis yang
berada didekat kantor kecamatan yang belum difungsikan. Hanya saja dirinya
tidak menyebutkan jumlah rumdis yang dinilai masih layak pakai tersebut.
”Terkadang PNS
itu lebih melilih yang dekat dengan tempat tugasnya. Makanya ada yang tidak mau
menempati yang ada di dekat kantor kecamatan,” tukasnya. (ND)
