Sumenep, Newsdaerah, - Pemerintah Daerah
Kabupaten (Pemkab) Sumenep, optimis realisasi dana bagai hasil cukai hasil
tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2015 tepat sasaran. Kepercayaan tersebut
setelah jajaran Perekonomian Sekretariat Pemkab Sumenep beserta jajaran satuan
kerja perangkat daerah (SKPD) melakukan monitoring, Selasa (15/12). Monitoring
tersebit dilakukan mulai pukul 08.00 sampai Pukul 16.00.
Monitoring dihari pertama itu dilakukan
terhadap sembilan kelompok pemerima yang tersebar di dua kecamatan, yakni
kecamatan Rubaru dan kecamatan Pasongsongan. Sementara sembilan kelompok
penerima itu diantaranya, Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya, Kelompok Usaha
Kecil dan Menengah (UKM) Anugerah Ilahi, Poktan Nurul Mislimin, Poktan Empat
Saudara, Poktan Karang Anom, Poktan Angker Jaya, Poktan Bintang Timur, Poltan
Al Imron, dan Poktan Baru Mincul.
Sementara bantuan yang diterima dari sembilan
kelompok penerima tersebut berfariasai atau disesuaikan dengan potensi yang ada
dilingkungan masing-masing desa, diantaranya, dua Poktan mendapatkan bantuam
hibah keuangan sapi ternak, Han Ractor, Pompa Air beserta selang, dan hand
sprayer, Pembuatan Embung Air, Pelatihan dan Bantuan Alat Mesin Pemecah Batu,
Pelatihan dan Bantuan Peralatan Mebelair, serta bantuan Demplot Komposter.
Kepala Bagian Perekonomian Setkab
Sumenep Moh. Hanafi menjelaskan, agenada monitoring dilakukan untuk mengetahui
serapan bantuan pemerintah yang dibiayai melalui dana DBHCHT tahun 2015.
"Sejauh ini semua bantuan itu sudah terealisasi dengan baik, dan kami
yakin sufah tepat sasaran," katanya.
Mantan Camat Lenteng itu berharap
bantuan yang telah diberikan dikelola dan dimanfaatkan semaksinal mungkin.
Sehingga dengan adanya bantuan tersebut menciptakan perekonomian yang lebih
baik dikalangan masyarakat kecil.
"Kami tidak ingin mendengar
dibelakang hari salah satu peralatan yang diberikan kepada masing-masing
kelompok penerima disalah gunakan, apalagi sampai dijual," terangnya.
Sementara itu Ketua Poktan Harapan Jaya
A. Rahman salah satu penerima bantuan Demplot Komposter mengatakan, adanya
bantuan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah melalui Kantor Badan
Lingkungan Hidup (BLH) yang dibiayayi melalui dana DBHCHT sangat membantu bagi
masyarakat setempat.
Sebab, bantun tersebut diyakini bisa
meningkatkan budidaya tanam, termasuk tembakau dimusim selanjutnya. Karena
kedepannya masyarakat khususnya didaerahnya tidak lagi bergantung kepada pupuk
berbahan kimia.
Selian harganya yang dinilai cukup mahal
dibandingkan pupuk non kimia, efek nigatif terhadap kesuburan tanah sangat
tinggi. Salah satunya jika menggunkan pupk berbahan kimia unsur tanah menjadi
tidak stabil, yang akhinya struktur tanah akan labil.
”Nah dengan bantuan ini, kami mencoba
bagaimana kedepan didaerah kami membiasakan memakai pupuk kompos secara
perlahan. Jika ini ditekuni, kami yakin selian usur tanah semakin subur, juga
hasil penen akan semakin memuaskan,” katanya. (ND)
