» » Realisasi ADD - DD di Sumenep Lamban

Realisasi ADD - DD di Sumenep Lamban

Penulis By on Jumat, 18 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah.Com – Realisasi anggaran dana desa (ADD) dan juga dana desa (DD) di Kabupaten Sumenep, menuai kritikan tajam dari sejumlah kalangan, termasuk Anggota DPRD setempat. Pasalnya, realisasi bantuan ADD dan DD lamban.
Informasi yang berhasil dihimpun Koran Madura, anggaran hingga penghujung tahuan anggaran 2015 realisasi ADD di Sumenep masih reralisasi sebanyak 80 persen, sementara 20 persennya masih belum teralisasi.
Berbeda dengan realisasi bantuan DD yang saat ini masih sekitar 70 persen, dan sebanyak 30 persen belum terealisasi.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Jubriyanto menyayangkan belum terealisasinya bantuan ADD dan juga DD. Sebab, akibat keterlambatan tersebut menjadi salah satu penyebab lambannya pembangunan ditingkat desa.
Sebab, menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, mestinya pencaian dua bantuan itu sudah seleai direalisasikan ketingkat desa. Itu mengaingat sisa waktu tahun anggaran yang sudah tinggal menghitung hari. ”Kami sangat menyayangkan jika sampai saat ini masih belum teralisasi seratus persen,” keluhnya.
Menurutnya, sesuai juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, proses pencairan DD dilakukan dalam tiga tahap. Sebesar 40 persen dicairkan pada tahap pertama, setelah daerah menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Peraturan Bupati atau Peraturan Walikota mengenai pembagian dana desa untuk setiap desa.
Tahap kedua sebanyak 40 persen, paling lambat minggu kedua Agustus. Pencairan tahap ketiga sebanyak 20 persen, paling lambat dicairkan pada minggu kedua Oktober. Tahap kedua dan ketiga dicairkan setelah daerah melaporkan realisasi penggunaan dana desa semester I tahun berjalan. ”Untuk proses pencairan ADD hampir sama dengan DD,” ungkanya.
Pada tahun anggaran 2015 pemerintah pusat telah menggelontorkan dana sebesar Rp 94 miliar melalui program DD, dana tersebut digelontorkan melalui dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Selain itu juga, pemerintah daerah melalui dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) juga mensupport sebesar Rp 115,3 miliar melalui program ADD (Anggaran Dana Desa).
Kepala BPMP dan KB Sumenep ACH. Masuni saat dikonfirmasi tidak membantah jika realisasi ADD maupun DD belum terealisasi seratus persen. saat ini sebanyak 3233 desa yang tersebar di 27 Kecamatan yang berada di lingkungan Pemkan Sumenep sudah melakukan pencairan ADD dan DD tahap pertama dan tahap kedua.
”Sesuai peraturan yang ada, pencairan ADD dan juga DD paling labat tanggal 18 Desember, jika tidak pada saat itu desa tidak melakukan pencairan, maka dana itu akan dikembalikan ke Kasda (Kas Daerah),” katanya kemarin.
Dikatakan, saat ini pencairan ADD yang belum dicairkan sebanyak 2 persen, sedangkan 80 persennya sudah dicairkan sejak beberpa bulan lalu. Sedangkan utnuk pencairan DD mencapai 70 persen, sisanya sebanyak 30 persen belum dilakukan pencairan.
Salah satu faktor belum terealisasinya banutan tersebut dikarenakan terhambat proses adminitrasi ditingkat desa. Lambanya pelaporan itu diduga karena minimnya kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur desa.
Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau agar pihak kecamatan selaku eksekutor program ADD dan juga DD dalam waktu dekat unntuk melakukan evaluasi terhadap semaua aparat desa. Sebab, bantuan ADD maupun DD kedean diyakini aka terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
”Kalau memang kualitas SDMnya lemah, ya segera beri pembinaan. Karena kalau dipertahankan khawatir akan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan nantinya,” tukasnya. (ND)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons