Sumenep, Newsdaerah.Com – Setelah puluhan tahun kantor dan Ruang Kepala Sekolah
Madrasah Ibdidaiyah (MI) Miftahul Ulum (Memu) I, Desa Lenteng Timur, Kecamatan
Lenteng, tidak mendapat perhatian dari pemerintah, akihrnya rata dengan tanah.
Informasinya, peristiwa tersebut terjadi pada Ahad, (13/12) sekitar
pukul 18.30. Pada saat kejadian, kantor yang dibanguan sekitar tahun 1993 itu
sedang tidak berpenghuni. Sehingga peristiwa tersebut tidak menelan korban
jiwa.
Kendati demikian, akibat peristiwa tersebut membawa duka bagi
semuajajran pengelola dan juga para guru di sekolah tersebut. Sebab, semenjak
peristiwa tersebut terjadi, semua guru harus ngantor di grasi mobil yang biasi
ditempati kendaraan bermotor setiap harinya.
Itu dilakukan karena sudah tidak menemukan ruangan untuk dijadikan
kanor para guru dan pengelola sekolah yang lain. ”Untuk sementara waktu tempat
parkiran akan dijadikan kantor,” kata Kepala Sekolah Mimu I Kudsiayatun, saat
ditemui.
Dikatakan, saat ini sekolah yang dikeluti hanya memiliki sebanyak 7
ruang kelas. Ketujuh ruang kelas tersebut selain difungsikan sebagai kegiatan
belajar mengajar (KBM) ditingkat MI, juga ditempati sebagai pelaksanaan KBM tingkat
Raudlatul Adfal (RA).
Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap agar pemerintah utamanya,
Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep, untuk segera mencarikan solusi. Jika
memungkinka akan pembangunan kantor yang baru segera dilakukan. Mengingat kanto
merupakan kebutuhan emergensi bagi sekolah.
”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam persitiwa ini. Hanya saja
kami memprediksi kerugian material sekitar Rp 30 jutaan,” terangnya.
Disinggung soal beradaan dokumen sokolah, seperti buku induk, dana
penerima bantua siswa miskin, dan juga laporan danan bantua operasional sekolah
diantara 50 siswanya itu, pihaknya mengaku telah mengamankan dirumahnya pasca
peristiwa itu terjadi.
Sementara untuk buku mata pelajaran yang lain, untuk sementara waktu
diamankan didalam ruang kelas. ”Ya mau ditaruk dimana lagi, kami kira di rang
kelas adalah tempat yang aman untuk saat ini,” ungkapnya. (ND)

