» » Guru Swasta di Sumenep Terpaksa Ngantor di Grasi Mobil

Guru Swasta di Sumenep Terpaksa Ngantor di Grasi Mobil

Penulis By on Jumat, 18 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah.Com – Setelah puluhan tahun kantor dan Ruang Kepala Sekolah Madrasah Ibdidaiyah (MI) Miftahul Ulum (Memu) I, Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, tidak mendapat perhatian dari pemerintah, akihrnya rata dengan tanah.
Informasinya, peristiwa tersebut terjadi pada Ahad, (13/12) sekitar pukul 18.30. Pada saat kejadian, kantor yang dibanguan sekitar tahun 1993 itu sedang tidak berpenghuni. Sehingga peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa.
Kendati demikian, akibat peristiwa tersebut membawa duka bagi semuajajran pengelola dan juga para guru di sekolah tersebut. Sebab, semenjak peristiwa tersebut terjadi, semua guru harus ngantor di grasi mobil yang biasi ditempati kendaraan bermotor setiap harinya.
Itu dilakukan karena sudah tidak menemukan ruangan untuk dijadikan kanor para guru dan pengelola sekolah yang lain. ”Untuk sementara waktu tempat parkiran akan dijadikan kantor,” kata Kepala Sekolah Mimu I Kudsiayatun, saat ditemui.
Dikatakan, saat ini sekolah yang dikeluti hanya memiliki sebanyak 7 ruang kelas. Ketujuh ruang kelas tersebut selain difungsikan sebagai kegiatan belajar mengajar (KBM) ditingkat MI, juga ditempati sebagai pelaksanaan KBM tingkat Raudlatul Adfal (RA).
Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap agar pemerintah utamanya, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep, untuk segera mencarikan solusi. Jika memungkinka akan pembangunan kantor yang baru segera dilakukan. Mengingat kanto merupakan kebutuhan emergensi bagi sekolah.
”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam persitiwa ini. Hanya saja kami memprediksi kerugian material sekitar Rp 30 jutaan,” terangnya.
Disinggung soal beradaan dokumen sokolah, seperti buku induk, dana penerima bantua siswa miskin, dan juga laporan danan bantua operasional sekolah diantara 50 siswanya itu, pihaknya mengaku telah mengamankan dirumahnya pasca peristiwa itu terjadi.
Sementara untuk buku mata pelajaran yang lain, untuk sementara waktu diamankan didalam ruang kelas. ”Ya mau ditaruk dimana lagi, kami kira di rang kelas adalah tempat yang aman untuk saat ini,” ungkapnya. (ND)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons