» » Dongkrak Perekonomian Masyarkaat Melalui DBHCHT

Dongkrak Perekonomian Masyarkaat Melalui DBHCHT

Penulis By on Jumat, 18 Desember 2015 |

Sumenep, Newsdaerah – Perkembangan dunia usaha yang dilakukan oleh masyarkat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep semakin terasa. Bahkan disetiap kecamatan, bermunculan berbagai bidang usaha yang dikembangkan dengan berbagai bidang usaha. Hal itu menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah daerah setempat.
Memanfaatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2015, Pemkab Sumenep untuk memberikan berbagai macam bantuan stimulus yangbertujuan untuk meningkatkan perekonomian melalui kelomok di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT).
Salah satunya yang telah diberikan bantuan terhadap sejumlah Kelompok Tani (Poktan), Kelompok Masyarakat (Pokmas), dan juga Kelompok UMKM yang tersebar di tujuh kecamatan.
Tujuh Kecamatan yang telah diberikan bantuan itu diantaranya, Kecamatan Pasongsongan, Rubaru, Kota Sumenep, Gapura, Saronggi, Bluto dan juga Kecamatan Pragaan. Sementara bantuan yang diberkan berupa, Keuangan Sapi Ternak, Hand Tractor, Embung Air, Mesin Pemecah Batu, Komposter, Rias Pengantin, Abat-obatan dan Alat Kesehatan, Peralatan Pebuatan Keris, dan sejumlah macam usaha yang lainnya.
Kepala Bagian Perekonomia Setkab Sumenep Moh. Hanafi mejelaskan, semua bantuan tersebut merupakan upaya keras pemerintah daerah untuk menumbuh kembangkan perekonomian kemasyarakatan.
Sebab, dalam waktu dekat masyarakat Indonesia pada umumnya, Sumenep pada khususnya akan mengahadapi perkembangan ekonomi yang cukup luas, yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
”Alhamdulillah pantau kami di tujuh kecamatan semua program yang dibiayai melalui dana DBHCHT terserap dengan baik. Kami akan terus melakukan pengawasan setiap saat, sehingga semuaprogram berjalan sesuai harapan pemerintah,” katanya.
Hari ini (kemarin) merupakan hari ketiga pelaksanaan monitoing yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Monitoring tersebut dikomandani langsung oleh Bagian Perekonomian Setkab Sumenep yang dikuti oleh setiap satker terkait. Monitoring itu dilakukan selama lima hari kerja, yakni mulai tanggal 15-21 Desember 2015.
Kepala UPT Puskesmas Saronggi Nurul Latifah mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan yang diberikan oleh pemerintah melalui danan DBHCHT tersebut. Sebab, adanya bantuan tersebut peralatan di Puskesmas Saronggi tercukupi.
”Awalnya kami selalu kekurangan bet sehingga harus memimnjam dari Pustu Polindes. Alhamdulillah saat ini kami tidak lagi harus meminjamnya,” katanya.
Nominal bantun yang diberikan oleh pemerintah daerah sebesar Rp 138.019.744. Bantuan trsebut dialokasikan untuk pembelian peralatan medis sebanyak 10 macam. Salah satunya 9 bed pasien, dan tabung oksigen, serta tensi.
”Semuanya sudah kami realisasikan sesuai peruntukannya, dan sudah kami distribusiakan,” tegasnya. (ND)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons