Sumenep, Newsdaerah – Perkembangan dunia
usaha yang dilakukan oleh masyarkat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Sumenep semakin terasa. Bahkan disetiap kecamatan, bermunculan berbagai bidang
usaha yang dikembangkan dengan berbagai bidang usaha. Hal itu menjadi perhatian
khusus bagi Pemerintah daerah setempat.
Memanfaatkan alokasi Dana Bagi
Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2015, Pemkab Sumenep untuk memberikan
berbagai macam bantuan stimulus yangbertujuan untuk meningkatkan perekonomian
melalui kelomok di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT).
Salah satunya yang telah
diberikan bantuan terhadap sejumlah Kelompok Tani (Poktan), Kelompok Masyarakat
(Pokmas), dan juga Kelompok UMKM yang tersebar di tujuh kecamatan.
Tujuh Kecamatan yang telah
diberikan bantuan itu diantaranya, Kecamatan Pasongsongan, Rubaru, Kota
Sumenep, Gapura, Saronggi, Bluto dan juga Kecamatan Pragaan. Sementara bantuan
yang diberkan berupa, Keuangan Sapi Ternak, Hand Tractor, Embung Air, Mesin
Pemecah Batu, Komposter, Rias Pengantin, Abat-obatan dan Alat Kesehatan, Peralatan
Pebuatan Keris, dan sejumlah macam usaha yang lainnya.
Kepala Bagian Perekonomia Setkab
Sumenep Moh. Hanafi mejelaskan, semua bantuan tersebut merupakan upaya keras
pemerintah daerah untuk menumbuh kembangkan perekonomian kemasyarakatan.
Sebab, dalam waktu dekat
masyarakat Indonesia pada umumnya, Sumenep pada khususnya akan mengahadapi
perkembangan ekonomi yang cukup luas, yakni Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA).
”Alhamdulillah
pantau kami di tujuh kecamatan semua program yang dibiayai melalui dana DBHCHT
terserap dengan baik. Kami akan terus melakukan pengawasan setiap saat,
sehingga semuaprogram berjalan sesuai harapan pemerintah,” katanya.
Hari ini
(kemarin) merupakan hari ketiga pelaksanaan monitoing yang dilakukan oleh
pemerintah daerah. Monitoring tersebut dikomandani langsung oleh Bagian
Perekonomian Setkab Sumenep yang dikuti oleh setiap satker terkait. Monitoring
itu dilakukan selama lima hari kerja, yakni mulai tanggal 15-21 Desember 2015.
Kepala UPT
Puskesmas Saronggi Nurul Latifah mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan
yang diberikan oleh pemerintah melalui danan DBHCHT tersebut. Sebab, adanya
bantuan tersebut peralatan di Puskesmas Saronggi tercukupi.
”Awalnya kami
selalu kekurangan bet sehingga harus memimnjam dari Pustu Polindes. Alhamdulillah
saat ini kami tidak lagi harus meminjamnya,” katanya.
Nominal bantun
yang diberikan oleh pemerintah daerah sebesar Rp 138.019.744. Bantuan trsebut
dialokasikan untuk pembelian peralatan medis sebanyak 10 macam. Salah satunya 9
bed pasien, dan tabung oksigen, serta tensi.
”Semuanya sudah
kami realisasikan sesuai peruntukannya, dan sudah kami distribusiakan,”
tegasnya. (ND)
