» » Tiga Proyek Pokmas Disinyalir Fiktif

Tiga Proyek Pokmas Disinyalir Fiktif

Penulis By on Selasa, 26 Mei 2015 |



            SUMENEP, News Daerah – Realisasi bantuan pemerintah tahun 2014 di Kecamtan Lenteng, nampaknya tidak berjalan mulus. Buktinya, dua diantara tiga proyek pembangunan infrastruktur yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi jawa timur (Pemprov Jatim) melalui Program Jasmas (Jaring Aspirasi Masyarakat) diduga tidak dikerajkan.
            Informasinya, pada tahun anggran 2014 lalu, di Kecamatan Lenteng mendapatkan tiga proyek dari Pemprov Jatim. Hanya saja ketiga program tersebut yang terealisasi hanya satu program saja. Sementara dua program lainnya disinyalir tidak dilakukan.
            Jadi saya heran, padahal Lenteng Timur ada 3 Pokmas yang mendapatkan bantuan dari APBD Jatim melalui program Jasmas. Tapi selama 2014, ketiga pokmas yang diduga mendapatkan bantuan tersebut tidak melakukan  pengerjaan fisik apa pun,” terang BA kepada Suara Madura.
            Sementara itu, Weriyanto aktivis SIDIK (Satuan Informasi Dokumentasi Kemasyarakatan) menjelaskan proyek jasmas yang menyasar kepada 3 pokmas itu diduga kuat memang hendak ‘difiktifkan’. Buktinya tidak ada pengerjaan proyek infrastruktur seperti jalan selama 2014 yang bersumber dari Program Jasmas Jatim.
            “Diperkirakan total dana bantuan kepada 3 Pokmas itu senilai Rp 120 Juta. Masing-masing pokmas mendapatkan kucuran dana senilai Rp 40 Juta,” kata Yanto, sapaan akrabnya Weriyanto.
            Menurut Yanto, setelah dilakukan investigasi, akhirnya bantuan proyek terhadap tiga pokmas itu menjadi ramai jadi topik pembicaraan. ”Karena sudah ramai jadi pembicaraan di kalangan tokoh masyarakat, maka satu pokmas merelaisasikannya, yakni berupa perbaikan infrastruktur jalan di Desa Lenteng Timur,” ungkapnya.
            Sementara salah satu ketua Pokmas Sujono mebnatah jika bantuan yang telah diterma tidak direalisasikan. Bahkan, dirinya menjamin jika program yang telahd iterimanya sudha dikerjakan semua, termasuk dua pokmas lainnya. ”Kalau tidak percaya, silahkan saja cek ke lokasi mas,” tandasnya.
            Menurutnya, realisasi pekerjaan pokmas tersebut, dilakukan setelah dananya cair dari Bank, langsung ditangani Asmuni. Sehingga dia yang pegang dana itu semua. Lantas dana tersebut dicairkan untuk menyewa pemborong kaerena pokmas tidak punya alat untuk proyek aspal itu. (di)
           

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons