» » Pansus I & II Terbang Ke Balik Papan dan Jakarta

Pansus I & II Terbang Ke Balik Papan dan Jakarta

Penulis By on Selasa, 26 Mei 2015 |



SUMENEP, nEWS dAERAH – Pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang baru saja diparipurnakan terus digenjot. Bahkan, Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas untuk melakukan pembahasan tersebut, sedang melakukan konsultasi ke luar daerah.
Informasimya, selam tiga hari sejak tanggal 18 Mei 2015 lalu pansus I yang berjumlah sebanyak 24 anggota melakukan kosultasi ke Dinas Perumahan di Balik Papan. Sedangkan Pansus II yang beranggotakan sebanyak 22 orang itu sedang melakukan konsultasi ke Jakarta. Sehingga dipastikan selama tiga hari gedung dewan kosong melompong.
”Memang sejak tiga hari lalu semua anggota dewan, dengan empat pimpinan melakukan kosultasi keluar daerah. Insyaallah kalau tidak salah hari ini (Kemarin) sudah pulang,” kata Sekretaris Dewan (Sekwan) Sumenep Moh. Mulki.
Dikatakan, agenda kosultasi kedua pansus tersebut, berbeda disesuaikan dnegan tugas dan fiungsinya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam rapat paripurnya yang degelar beberapa hari yang lalu.
Jika pansus I mempunyai tugas untuk membahas sebanyak empat raperda, diantaranya,Raperda tentang RDTRW Perkataan  Yang Meliputi Batuan Gapura dan Manding, Retribusi Jasa Usaha, Retribnusi Jasa Umum, dan Penyelengaraan Perumahan.
Sedangkan pasus II ada tiga raperda, Raerda tentang Ijin Lingkungan, Penyelenggaraan Percepatan Pertumuhan Eknomi Daerah, dan Dukungan Daerah Dalam Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Minyak Bumi dan Gas Pengelolaan Pasar Desa, dan Raerda tertang Kesejahteraan Lanjut Usia. ”Pembahasan itu sudah disesuaikan dengan tupoksinya masing-masing,” terangnya.
Sementara disinggung anggaran yang dihabiskan dalam kegitan tersebut, diperkirakan menghasbikan sebanyak Rp 250 juta, dengan kompensasi setiap anggota Rp 5 juta.
”Kalau secara rinci kami tidak tahu persis. Mungkin setiap anggota mendapat Rp 5 jutaan. Tapi kalau yang ke Jakarta mungkin lebih sedikit, tapi yang besar mungkin hanya sewa hotelnya saja,” ungkapnya dengan nada polos.
Sementara Koordinator Sumenep Corruption Watch (SCW) Junaidi menghimbau agar pelaksanaan kungker itu dilakukan berdasarkan indikator pembanding. Sehingga agenda yang dilakukan bisa fokus, tidah hanya menghabiskan anggaran tapi tidak membuahkan hasil.
"Kunjungan kerja untuk studi bandung memang diperlukan, itu untuk meningkatkan kualitas kinerja. Namun, harus diperhatikan pula cara pelaksanaanya," katanya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons