» » Internal Komisi II Rebutan Jadi Ketua

Internal Komisi II Rebutan Jadi Ketua

Penulis By on Selasa, 26 Mei 2015 |



SUMENEP, News Daerah  –  Polemik pergantian ketua komisi II DPRD Sumenep, yang diakibatkan kisruh politik masih saja terjadi. Bahkan, Senin (11/5), selebaran yang berisi kecaman terhadap ketua DPRD berserakan di Ruang Komisi II.
Pantau dilapangan, selebaran yang bertuliskan Komisi II masih Lumpuh, sampai saat ini, karena pimpinan DPRD Sumenep lemoot, hal itu makin di perparah dengan Kabag Hukum DPRD yang lebay. Berserakan mulau dari pintu masuk Komisi II sampai di meja Ketua Komisi II.
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, pesmasang selebaran tersebaut tidak diketahui pemasangnya. Bahkan, Pamdal (Pengaman Dalam) pun juga tidak mengetahui.
 Salah satu anggota Komisi II DPRD Sumenep AF Hari Ponto mencuirgai banyaknya selebean yang berbau teror tersebut, diakibatkan karena ketidak tegasan pimpinan DPRD Sumenep dalam mengambil kebijkan.
Diyakini, jika persoalan yang terjadi di internal Komisi II cepat diatasi, dirnyamengklaim kejadin ini tidak akan terjadi. "Kami yakin itu tidak akan terjadi, lantas apa lagi yang masih di inginkan ketua DPRD," ungkapnya.
Menurut Politisi Golkar itu mengungkapkan, akibat ketidak tegasan tersebut menyebabkan semua agenda di internal Komisi II lumpuh total. "Jika tetap seperti ini, pihaknya yakin agenda 2016 tidak akan berjalan. Sebab, anggota komisi II sudah sepakat terkait pergantian pimpinan," imbuhnya. 
            Lebih lanjut Punto mengatakan, persoalan konflik di internal komisi II sebenarnya sudah ada penyelesaian. Sebab, beberapa hari yang lalu anggota Komisi II telah melakukan melaksanakan pemilihan ketua yang baru dan pemenangnya sudah diketahui. Hanya saja karena ada intervensi pimpinan maka persoalan itu tidak kunjung selesai.
            ”Entrah apa yang diinginkan ketua saya kurang tahu. Yang jelas persoalan tersebut sudah pernah diselesaikan,” terangnya.
            Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep Juhari enggan untuk memberikan kejelasan. Hanya saja setelah didesak oleh awak media, pria yang ditunjuk sebagai Koordinator Komisi mengaku tidak pernah melakukan rapat sebagaiman yang telah dikatakan oleh Af Hari Ponto. ”Saya tidak tahu, karena kami tidak pernah melakukan rapat soal pergantian ketua,” terangnya.
Beberapa waktu lalu, kepemimpinan Ketua Komisi II (komisi B waktu itu), Nurus Salam, 'digoyang'. Beberapa anggota Komisi menggelar rapat internal dan 'mengkudeta' Nurus Salam sebagai Ketua Komisi. Sebagai gantinya, terpilih AF Hari Pontoh sebagai Ketua Komisi. Namun sebagian anggota yang lain menganggap rapat tersebut tidak sah, sehingga keputusan yang dihasilkan pun cacat hukum. Versi kubu ini, Ketua Komisi tetap Nurus Salam, bukan AF Hari Pontoh.
Perubahan pimpinan komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan tersebut hanya pada posisi ketua. Yang semula Nurus Salam, diganti AF Hari Ponto. Sedangkan untuk posisi Wakil Ketua tetap Juhari, dan Sekretaris Komisi, Risnawi
Terpisah, Ketua DPRD Herman Dali Kusuma membantah jika diirnya dikatakan tidak tegas memproses soal konflik diinternal Komisi II. Bahkan, beberpa hari yang lalu pimpinan secara formal meminta agar kedua belah pihak menyelesaikan persoalan tesebut dengancara islah atau musyawarah.
Hanya saja solusi yang telahd itawarkan itu tidak digubris bahkan dikembalikan lagi ke meja pimpinan. ”Ini kan Komisi II yang plin plan dan tidak mau patuh terhadap keputusan pimpinan,” katanya.
Menuurutnya, Komisi II memang termasuk kategori komi yang unik. Sebab, semenjak ditetapkannya kelengkapan alat komis, internal Komisi II tidak pernah akur dan selalu menyalahkan pimpinan. ”Pokoknya komisi II ini selalu membuat masalah, bahkan sejak awal Komisi II tidak pernah konsisten,” tukasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons