SUMENEP, News Daerah – Dua pelabuhan yang mengalami rusak
berat di di pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Sumenep, mendapat atensi
khusus dari komisi III DPRD setempat. Perbaikan pelabuhan Gili Raja akan
diambilkan dari anggaran dana PAK 2015, karena pada anggaran dana APBD,
pelabuhan Gili Raja tidak mendapatkan anggaran.
”Kami atensikan pelabuhan ini akan diambilkan
dari anggaran dari PAK, karena pada penggunaan dana APBD, pelabuhan tidak
mendapatkan anggaran,” kata Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam.
Kondisi dua pelabuhan di Gili Raja saat ini
sangat memprihatinkan, bahkan sebagian dermaga pelabuhan yang berda di Desa
Banbaru tidak bisa dipakai lantaran batu karangnya sudah banyak yang kucar
kacir.
Menurut Dul Siam, perbaikan dua pelabuhan itu
merupakan salah satu agenda yang bersifat urgen. Sebab, jika tidak segera
diperbaikai dikhawatrikan tingkat kerusakannya akan semakin parah.
Apalagi pelabuhan bagi warga kepulauan
merupakan sarana vital untuk akses warga setempat dengan warga lua, sehingga
bila tidak ada pelabuhan masyarakat masyarakat tidak bisa berinteraksi dengan
masyarakat luar.
Tidak hanya itu, bila pelabuhan dikepulauan
runtuh,ekonomi masyarakat setempat juga akan lumpuh. Hal itu dikarenakan
masyarakat tidak akan bisa berinteraksi luar dengan masyarakat luar, utamanya
dalam hal memasok atau menjual barang dari kepulauan.
”Kalau pelabuhan ini kita biarkan rusak, maka
ekonomi masyarakat dipulau ini akan lumpuh, makanya kami atensikan agar
perbaikan pelabuhan ini dipercepat,” bebernya.
Sementara tokoh pemuda setempat Syaiful Anang
mengatakan, diriya mengapresiasi upaya yang akan dilakukan komisi III. Namun
begitu, pihaknya berharap komisi III tidak hanya membuai masyarakat Gili Raja,
dengan statemen politik yang sangat memukau, akan tetapi butuh realisasi dari
kometmennya itu.
”Sebagai warga Gili Raja, kami sangat bangga
dengan upaya yang akan dilakukan komisi III DPRD Sumenep. Tapi dibalik kami
juga ragu dengan janji politisi, karena janji politisi biasanya lebih banyak
bohongnya ketimbang benarnya,” katanya.
Kepala Bidang sarana dan prasarana (Saropras)
Dishub Sumenep, Agustiono Sulasno sebelumnya mengatakan, perbaikan dua dermaga
pelabuhan di pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, sangat sulit dilakukan
dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan minimnya anggaran yang disedikan oleh
pemerintah daerah. Sementara kerusakannya sudah sangat parah.
Bahkan pada tahun ini pemerintah daerah tidak
menganggarkan perbaikan pelabuhan, yang ada hanya anggaran perbaikan tambat
labu.
"Untuk tahun ini memang tidak ada
anggaran untuk perbaikan pelabuhan di pulau Gili Raja, mungkin tahun depan bisa
dianggarkan," katanya.
Menurutnya, alasan mendasar dua pelabuhan di
pulau Gili Raja tidak mendapat anggaran pada tahun ini, karena dua tahun
sebelumnya pelabuhan tersebut sudah pernah diperbaiki dengan anggaran sebesar
Rp 200 juta. Namun anggaran tersebut tidak maksimal, karena kerusakannya
terlalu parah, tapi pihak Dishub tidak berputus asa, saat ini pihaknya sudah
mengusulkan perbaikan dua pelabuhan di Pulau Gili Raja ke Pempov Jatim maupun
pemerintah Pusat. (di/fa)
