SUMENEP, News Daerah -
Kepedulian pemerintah daerah terhadap petani tembakau di
Sumenep patut diajungi jempol. Buktinya, Pemerintah Daerah melalui
Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep telah menggelontorkan
bantuan bibit tembakau sebanyak 60 juta bibit tembakau terhadap puluhan
kelompok tani (Poktan) secara gratis.
Pemberian
bantaun secara simbolis diberikan langsung oleh Kepala Dishutbun Sumenep Herman
Poernomo, dalam acara sosialisasi Kegiatan Mendorong Pembudidayaan Bahan Baku
Dengan Kadar Nikotin Rendah, Kamis (24/4) di Aula Dishutbun Sumenep.
Kepala Dishutbun
Sumenep Herman Poernomo
menjelasakan, bantuan yang akan diberikan itu berupa
benih bibit sebanyak 800 Kilogram (Kg). Bantuan tersebut diberikan terhadap 20
Poktan yang tersebar di 15 kecamatan daratan sumenep.
"Dari 20
titik masing-masing akan diberikan penangkaran benih
sebanyak 800 Kg untuk 0,25 hektar, yang terbagai
dalam dua puluh titik. Setiap titik itu ditargetkan
minimalnya bisa menghasilkan bibit temabaku sabanyak
3 juta batang. Jadi akalau sebanyak 20 titik bisa menghasilkan sekitar 60 juta
bibit," katanya.
Dijelaskan,
dikeluarkannya bantuan bibit secara Cuma-Cuma itu untuk mendongkrak pruduksi
tembakau yang optimal. Sehingga, hasil tembakau rajangn nantinya bisa mempunyai
daya saing yang tinggi dibadingkan dengan tembakau dari berbagai daerah pulau madura.
Menurut Ipunk
sapaan akrabnya Herman Poernomo mengatakan, bibit yang diberikan secara
cuma-cuma itu merupakan jenis bibit N 1 atau sama dengan jenis bibit yang biasa
ditanam di daerah Kecamatan Pasongsongan. ”Dipilihnya bibit
jenis N1 ini karena sudah terbukti kadar nikotinnya sangat kecil dibandingkan
dengan tembaka jenis yang lain,” terangnya.
Bantuan yang telah digelontorkan itu dinilai telah mencukupi terhadap kebutuhan petani pada musim kali ini. Sebab, sesuai ploting area tanaman
tembakau tahun 2015 hnaya seluas 21.893 hektar dengan
target produksi 13.136 ton. Sedangkan kebutuhan bibit sebanyak 547.325.000 batang.
"Kami harap
adanya bantuan ini benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sehingga
produktifitas tembakau milik petani semakin meningkat," katanya. (Di/Fa)

.jpg)