» » Dodol Rumput Laut Laku Rp 150 Ribu Sekilo

Dodol Rumput Laut Laku Rp 150 Ribu Sekilo

Penulis By on Minggu, 31 Mei 2015 |

SUMENEP – Meski produk makanan olahan di pasaran sudah berjubel, namun makanan olahan tetap menjadi primadona, dan tetap diminati oleh pasar. Seperti makanan olahan jenis dodol yang diproduksi ibu rumahpulauan Sapeken, Sumenep, tetap mendapat tempat di hati konsumen.
Terbukti, dodol yang berbahan baku rumput laut itu, mampu bersaing dengan makanan olahan lain, yang lebih lama dijual dipasaran. Lagipula, dodol dari rumput laut yang diproduksi ibu-ibu rumah tangga dari kepulauan itu, lebih digemari oleh konsumen karena memiliki rasa yang sangat khas.
”Tidak munafiq, dodol rumput laut yang diproduksi ibu-ibu rumah tangga disini laku keras dipasaran, karena rasa dodol dari Sadulang memiliki cita rasa yang berbeda dengan dodol dari daerah lain,” kata Fajeri, Kepala Desa Sadulang, Kecamatan/pulau Sapeken, Sumenep.
Sehingga penghasilan yang didapat dari membuat dodol rumput lau, ibu rumah tangga di Sadulang, mampu meraup keuntungan  Rp 100.000 dalam sekali produksi, atau sekilo rumput laut. Padahal modal yang dikeluarkan untuk sekilo rumput laut berikut bahan baku lain membuat dodol, hanya Rp 50.000, sedangkan ketika dodol sudah jadi, harganya dipatok Rp 150 ribu.
”Kalau modal produksinya murah, Cuma Rp 50 ribu untuk sekilo rumput laut, tapi ketika sudah jadi dodol harganya lain lagi, yakni Rp 150 ribu,” bebernya.
Disinggung pemasaran dodol rumput laut yang diproduksi warganya itu, Fajeri mengaku masih dipasarkan secara tradisional di wilayah kepulaun. Namun begitu, pihaknya akan membuka peluang pasar untuk penjualan dodol ke luar daerah, seperti kota Sumenep, Surabaya, dan Bali, sehingga penjualan dodol dari rumput laut bisa dikenal oleh masyarakat luar.
Namun untuk memasarkan dodol karya warganya itu, pihaknya masih terkendala dengan pembuatan izin, yang hingga saat ini belum keluar. Karena meski warganya sudah bertahun-tahun menjalankan usahanya, namun hingga saat ini masih belum mempunyai izin usaha atau yang dikenal dengan SIUP.
Akibatnya, produk yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di desanya, sulit dikembangkan, apalagi mau dipasarkan ke luar daerah. Namun begitu, pihaknya tetap optimis suatu saat dodol rumput lau yang diproduksi warganya, mendapat bantuan pengurusan izin dari pemerintah, sehingga dodol produksi warga Sadulang bisa dipasarkan keluar daerah.
Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep Moh. Jakfar, mengaku sangat mengapresiasi terhadap kreatifitas warga Desa Sadulanga, yang mampu membuat dodol dari rumput laut. Sebab, dengan ide kreatifnya itu, akan membuka lapangan kerja baru bagi warga lain disekitarnya.
”Kami sangat apreasi terhadap ide kreatif warga Sadulang, yang mampu membuat dodol dari rumput laut, dan dalam waktu dekat kami akan menggandeng ITS untuk melakukan pendampingan dalam pembuatan dodol, sehingga produksi yang dihasilkan bisa go internasional,” timpalnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Syaiful Bahri, mengaku siap menampung semua produk hasil kreasi warga Kepulauan Sapeken. Bahkan, jika memang sudah teruji kualitasnya, dirinya akan membantu untuk mempromosikan sampai tingkat nasional.
”Seperti apapun hasil kreasi warga, kami tetap hargai. Karena itu merupakan salah satu produk unggulan, yang dimiliki daerah. Sehingga dengan produk tersebut, ekonomi masyarakat setempat bisa terdongkrak,” pungkasnya.
Sedangkan untuk pembuatan izin usaha, pihaknya menganjurkan agar masyarakat atau kepala desa bisa mengajukan permohonan kepada dinas terkait, yakni Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), selaku pemegang kendali penerbitan izin. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons