» » Dewan Sebut Realisasi Dana CSR Migas Belum Maksimal

Dewan Sebut Realisasi Dana CSR Migas Belum Maksimal

Penulis By on Senin, 25 Mei 2015 |



SUMENEP, News Daerah – Realisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Sumenep hingga saat ini masih belum maksimal. Buktinya, meskipun di Sumenep termasuk salah satu penghasil minyak dan gas (Migas) di wilayah Provinsi Jawa Timur, namun masih belum memberika kontribusi bagi daerah utamnya dalam sektor peningkatan ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Sumenep Ahmad Jasuli dalam rapat paripurna penyampaian usulan rancangan peraturan daerah (raperda) di ruang rapat graha paripuran, Senin (4/5).
”Perusahaan migas di Sumenep hingga saat ini masih belum memberikan kontribusi banyak bangi daerah. Lebih-lebih soal peningkatan perekonomian di Sumenep ini,” katanya.
Menurutnya, jika dalam sekotor migas benar-benar dikembangkan dan dikelalo dnegan baik sesui peraturan pemerintah, maka Kabupaten Sumenep akan masju.
Salah satu buktinya, dai kandungan alam yang dimiliki Kabupaten Sumenep bisa menarik perhaitan perusahaan migas luar suemenp untuk melakukan kegitan di Sumenep ini. ”Tapi kenapa kok sampai saat ini pertumbuhan ekonomi di Sumenep masih sangat rendah,” katanya.
Bahkan lanjut politisi paratai demokrat itu, pemasukan ke PAD (penghasilan asli daerah) dasi sekor migas atau yang dikelanal dnegan sebutan Corporate Social Responsibility (CSR), masih terlalu minim.
Bahkan, lanjut Politisi Asal daerah Pemilihan (Dapil) tiga itu, dari berbagai perusahaan masih belum mampu menyerap tenaga kerja warga sekitar. ”Lebih banyak tenga pekerjanya itu dari luar. Bahkan, setelah kami telisik, tenga kerja lokal nyaris tidak ada disana,” ungkapnya.
Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten yang berada di ujung timur pulau madura. Sumenep dikenal sebagai penghasil minyak dan gas tertinggi dibandingkan dengan tiga kabupaten yang lain di pulau madura, yakni Kabupaten Pamekasan, Sampang, dan Kabupaten Bangkalan.
Buktinya, saat ini sebanyak lima peruhasaan yang bergerak dibidang migas telah menjajaki sejumlah kepulauan di kota keris ini. Kelima perusahaan tersebut yakni, Husky Cnooc Madura Limited (HCML), SPE Petrolium, Petro Java,  dan Energi Mineral Langgeng (EML). Keempat perusahaan tersbeut saat ini masih dalam tahap ekplorasi.
Lokasi eksplorasi keempat perusahaan itu berbeda, jika Husky di Kepuluan Raas, SPE Petrolium kegitannya di Pragaan, Petro Java di blok North Kangean, dan Energi Mineral Langgeng (EML) di Saronggi.
Sementara dua perusahaan lainnya, yakni PT Santos dan KEI. Untuk PT Santos saat ini sedang melakukan ekploitasi di Blok Maleo dan blok peluang, sednagkan KEI, selain di Pagerungan, juga menggarap Terang Sirasun Batur (TSB) di  di perairan sebelah selatan Pulau Komirian, Kecamatan Raas.
Kepala Kantor Energi Sumber Daya Meneral (ESDM) Abd Kahir tidak menampik jika saat ini dana bagi hasil (DBH) migas untuk daerah memang sangat kecil. Hal itu disebabkan meskipun beebrpa peruhsaan sudah melakukan ekplorasi di periran Sumenep, namun untuk DBH nya masuk kepada pemerintah pusat.
”Untik pembagian DBH itu sudah ada peraturannya tersendiri. Sehingga kami tidak bisa berbuat banyak,” katanya. (d/f)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons