» » Komisi IV Sebut Kepulauan Banyak Kontraktor 'NAKAL'

Komisi IV Sebut Kepulauan Banyak Kontraktor 'NAKAL'

Penulis By on Minggu, 19 April 2015 |



Sumenep, News Daerah - Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Moh. Imran mengatakan jika di daerah kepulauan banyak kontraktor nakal. Akibatnya, pekerjaan proyek seperti pekerjaan jalan tidak bisa bertahan lama.
"Kalau ngomong kualitas infrastruktur, utamanya soal jalan banyak yang dibawah standar," kata politisi asal daerah pemilihan (Dapil) tujuh itu.
Menurutnya, dirinya menyadari
selama beberapa tahun terkhir pemerintah darah telah banyak gelontorkan anggaran untuk daerah kepuluan. Hanya daja besaran anggaran yang dikeluarkan dinilai tidak sesuai dengan fakta dilapangan.
Salah satu penyebanya karena kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor atau rekanan dinilai asal-asalan. Akibatnya, pekerjaan jalan yang mestinya bisa bertahan sampai tiga dampai lima tahun, hanya bisa bertahan dalam kurun waktu dua tahun.
"Disadari atau tidak, selama ini banyak kontraktor yang ngesub (jual beli) program. Selama ini di kepulauan rentan terjadi. Akibatnya pekerjaan proyek terkesan asal-asalan. Karena kontraktor yang nhesub ke yang lain itu audah rugi dan anggarannyapun dipastikan sudah berkurang," terangnya.
Kondisi seperti itu lanjut Imran, tidak hanya terjadi di satu kepulauan saja, melainkan kerap terjadi diseluruh kepulauan. Salah satunya di Kepualaun Arjasa dan Kangean. "Terkadang sub itu tidak hanya terjadi satu sub saja, bahkan ada yang sampai tiga sub. Sehingga anggaran yang disediakan pemerintah itu sampai terpotong tiga kali. Makanya, pekerjaan di kepulauan jauh dari harapan pemerintah dan masyarakat setempat," terangnya.
Oleh sebab itu, dirinya selaku wakil rakyat meminta agar pemerintah daerah benar-benar selektif lagi. Sebab jika tidak, akan berdampak besar terhadap kualitas pekerjaan nantinya. "Prinsipnya kami yakin pemerintah tidak akan main-main dalam memilih dan menunjuk rekanan. Hanya saja mungkin masih belum profesional saja. Makanya, kedepannya kami tidak ingin kejadian itu terulang kembali," harapnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumenep Edi Rasiyadi menepis tudingan itu. Sebab selama ini dirinya dalam menentukan rekana dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. "Selektif dan profesionalisme dalam memilih rekanan pasti kami dahulukan," katanya.
Ditanya soal pengawasan, mantan Kepala Dinas PU Pengairan itu mengatakan, setiap pekerjaan tidak pernah lepas dari pengawasan. Pengewasan itu tidak hanya dilakukan oleh PU Binar Marga, melainkan juga dilakukan oleh konsultan. "Meskipun ada konsultannya, kami tetap selalu memonitor setiap pekerjaan," terangnya.
Menurutnya, jika dalam pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan ditemukan ada kejanggalan, pihaknya tidak segan untuk memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. "Kalau pekerjaanya sudah tidak sesuai dengan juonis yang ada, pasti kami beri sanksi," tikasnya. (ND/Fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons