Sumenep, News Daerah – Komisi
IV DPRD Sumenep, menilai kenerja Dinas Pendidikan (Disdik) setempat tidak
becus. Pasalnya, hingga saat ini penempatan tenaga pendidik di sejumlah sekolah
dinilai asal-asalan. Akibatnya, banyak sekolah utamanya di Daerah Kepulauan
yang tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan maksimal.
Kondisi itu
disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV Moh. Imran saat melakukan reses beberpa
hari yang lalu. Menurut politisi asal kepulauan Sapeken itu, kondisi itu
terjadi di sejumlah sekolah terpencil yang berada di kepuluan.
Soperti di
Pulau Kangean, banyak sekolah yang mengalami
keterbasan tenaga pendidik. Hal
itu tidak hanya terjadi di satu sekolah saja. Kondisi yang sama juga terjadi di
sejumlah sekolah di pulau lain seperti Sapekan, Masalembu, Sapudi dan sejumlah pulau
lain.
”Ini semua
diakibatkan kekurangan tenaga pendidik. Bahkan ada salah satu sekolah yang
setiap harinya tenaga pendidiknya hanya berjumlah tiga orang,” katanya.
Menurutnya, kondisi
seperti itu berbeda jauh dengan kondisi sekolah di sejumlah sekolah yang berada
di sekitar kecamatan. Rata-rata sekolah tersebu memiliki tenaga pendidik yang
lengkap, sehingga KBM yang dilaksakan juga berjalan normal.
”Selama ini
Disdik selalu berdalih kekurangan guru. Tapi, setelah saya datang ke sekolah di
kota, ternyata jumlah gurunya sangat banyak,” katanya.
Lebih lanjut
Imran mengatakan, selama ini ketersediaan tenaga pendidik di kabupaten ujung
timur Pulau Madura tidak ada masalah. Bahkan, jika dikelola dengan baik, maka
sekolah Sumenep tidak akan menngalami kekurangan guru. ”Oleh sebab itu dalam
waktu dekat kami akan memanggil Disdik. Sebab ini tidak bisa dibiarkan karena
menyangkut pelaksanaan pendidikan kedepan,” tukasnya.
Kepala Disdik
Sumenep A Shadik mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk melakukan
pemerataan. Salah satunya dengan melakukan mutasi seperti yang dilakukan pada
Februari lalu.
Namun, pihaknya
masih terkendala dengan ketersediaan guru PNS. Sebab, Disdik masih kekurangan
tenaga pendidik sampai lebih dari seribu orang. ”Kami terus berupaya untuk
mengisi kekosongan guru di sekolah. Tapi, masalahnya saat ini kami masih
terjadi kekurangan guru,” katanya. (ND/Fa)

