![]() |
| Juhari |
Sumenep, News Daerah
– Komisi II DPRD Sumenep dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap petinggi
ESDM (Energa Sumeber Daya Meneral) setempat. Pasalnya hingga saat ini penerangan
kelistrikan yang telah dibangun beberapa tahun yang lalu di Desa Kombang, Kecamatan
Talango, hingga saat ini masih belum terealisasi dnegan baik.
”Dalam
waktu dekat apasti kami akan memanggil; pihak ESDM. Karnea yang tahu persis
mikanismenya adalah ESDM,” kata Wakil Ketua II DPRD Sumenep Juhari.
Menurut
Juhari, bagi warga Desa Kombang, Kecamatan Talango, sangat dibutuhkan. Sebab,
dilihat dari segi produktifitas yang dihasilkan oleh warga setempat sangat
potensial. ”Listrik disana bisa mendorong berbagai industri warga. Tapi karena
pasokan listrik masih belum terealisasi, maka banyak hum industri yang
terbengkalai,” terangnya.
Politisi
PPP itu mengatakan, dirinya menyadari jika saat ini realisasi penerangan di
Desa Kombang, masih dalam tahap penyelesaian proses adminitrasi. Namuan, selama
ini pihak ESDM masih belum memberikan kejelasan terkait peroses yang dilakukan
itu.
”Nah
sejauh mana proses yang dilakukan, kok sampai saat ini masih belum kelar
diserahkan pada pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara). Kami selaku yang
membidangi mestinya diberi laporan, tapi kok sampai saat ini masih belum ada
kabar apa-apa,” ungkapnya.
Oleh sebab
itu, dirinya selaku wakil rakyat yang berada di gedung parlemen mencurigai jika
bungkamnya pihak ESDM terkait realisasi kelistrikan di Kecmatan Talango itu,
disebabkan karena ada kecurangan.
”Kcurigaan
kami pasti kesana. Kalau memang tidak ada kejanggalan, kenapa pihak ESDM
terkesan bungkam,” terangnya.
Msetinya
kata legislator dua pereode itu, jika memang pihak ESDM mengakui jika pihaknya
sebagai metra dalam membengun sumenep, utamanya sial kelistrikan itu, pihak
ESDM setiap kali ada perkembangan melaporkan kepada komisi II.
”Jangan
sampai kami hanya dijadikan sebagai tukang ketok palu dan tukan stempel saja. Karena
kalau itu terjadi, kami yakin pembangunan sumenep kedepan tidak akan tercapai. Karena
kita harus kompak dan bersatu dalam membangun sumenep kedepan,” terangnya.
Sayangnya
Kepala ESDM Sumenep Abd. Kahir masih belum bisa menjelaskan soal proses
adminitrasi pengembangan kelistrikan di Desa Kombang, Kecamatan Talango. Sebab,
saat didatangi ketempat kerjanya, mantan Human Setkab Sumenep
sedang tidak ditempat kerjanya. Sementara saat dihubungi melalui telepon
selulernya sedang tidak aktif.
Sebagimana
yang telah diberitakan sebelumnya, sejumlah warga Desa Kombang, Kecamatan Talaongo,
mendatangi kantor DPRD Sumenep. Mereka mempertanyakan terkait realisasi
penerangan yang ada di enam dusun itu. Selian itu, mereka juga mempersoalkan
adanya pungutan liar yang dilakukan oleh salah satu oknum kepala desa setempat
sebesar Rp 500 ribu per orang.
Pungutan
tersebut berdalih untuk biaya agar penerangan di Desa Kombang segera
terealisasi. Hanya saja meskipun tiang dan jaringannya sudah ada, masih belum
nyala.
Hanya saja
pungutan itu tidak dibenarkan oleh aparat desa setempat. Sebab, pembanyaran
sebesar Rp 500 itu diperuntukkan pemasangan intalasi untuk mempersiapkan ketika
listrik itu nyala. ”Kami tidak pernah menjajikan kapan listrik itu akan hidup. Kami
hanya minta biaya untuk pemasangan intalsi saja, semua itu sudah terpasang
semua,” kata kaur Desa Kombang, Kecamatan Talango, Mahwini. (ND/Fa)

