» » Sekwan DPRD Sumenep Diluruk Waratawan

Sekwan DPRD Sumenep Diluruk Waratawan

Penulis By on Jumat, 17 April 2015 |

Sumenep, News Daerah – Sekitar 15 orang wartawan dari berbagai media yang bertugas di Sumenep, ngeluruk sekretaris dewan (sekwan) DPRD setempat. Mereka mempertanyakan keberadaan Pamdal (Pengamanan Dalam) yang dinilai telah membuat situasi kantor wakil rakyat itu mencekam.

Mereka ingin mempertanyakan pengamanan
dalam (pamdal) atau satpam, yang ditaruh bagian kesekretariatan kantor DPRD Sumenep. Dimana dengan kehadiran mereka yang baru bertugas sejak 1 April tersebut, telah berani dan lancang menghalangi-halangi wartawan yang mau meliput kegiatan DPRD.

Akibatnya sejumlah wartawan yang bertugas dikantor  DPRD, merasa risih dengan sikap pamdal, yang selalu menanyakan mau kemana, mau ketemu siapa, dan keperluannya apa. Bahkan saat sejumlah wartawan maumeliput laporan keuangan pertanggung jawaban (LKPJ) bupati yang menuai banyak protes, pamdal dengan sikap angkuhnya melarag wartawan liputan.

“ Maaf bapak mau kemana, tidak boleh masuk pak, karena diatas sedang ada rapat, tutur Adi, wartawan Radar Madura, menirukan kata-kata Satpam. Tentu saja pernyataan tersebut merupakan  bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan, apalagi kami sudah setiap hari berada disini.

Namun belasan wartawan terpaksa menelan kekecewaan, karena Moh. Mulki, sekretaris dewan sedang tidak ada di ruangannya. Informasi dari  beberapa staf dikantor DPRD, Sekwan  sedang dipanggil oleh  pemkab setempat, untuk suatu urusan.

Belasan wartawan yang merasa kecewa dan risih dengan keberadaan pamdal di kantor DPRD Sumenep, berjanji akan melakukan aksi lagi bila tuntutannya tidak ditindak lanjuti, yakni membersihkan pamdal dari kantor dewan. Bahkan wartawan akan melayangkan surat kepada bupati, agar memindah sekwan dari kantor DPRD ke kantor lain, karena sejak dibawah pemerintahan sekwan pengganti Sunarto tersebut, hubungan wartawan dengan DPRD tidak harmonis.

“ Kami akan melayangkan surat kepada bupati, agar Moh. Mulki, dipindah dari kantor DPRD, karena sejak pemerintahannya hubungan wartawan dengan DPRD yang semula kondusif , berubah jadi berantakan,” timpal Ferry Arbania, Pimred Madura Ekspose.

Sementara wartawan yang lain, meminta Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma, membersihkan pamdal dari kantor DPRD. Karena pamdal-pamdal tersebut hanya akan membuang-buang anggaran, sementara efek manfaatnya tidak jelas.

Dan jika ketua DPRD Sumenep tetap akan mempertahankan pamdal dan sekwan di rumah rakyat itu, berarti ketua DPRD nantang  perang terhadap wartawan. Karena dengan adanya   pamdal di DPRD, beberapa berita penting yang harus diketahui publik terbengkalai, hal itu dikarenakan wartawan merasa risih masuk kekantor dewan yang dijaga pamdal-pamdal sialan.

“ Kami berharap ketua DPRD Sumenep segera melempar pamdal dan sekwan kekntor lain, karena keberadaan mereka telah memperkeruh suasana antara wartawan dengan dengan dewan, lagi pula kenapa harus dijaga pamdal, wong dari dulu rumah rakyat ini aman-aman saja kok,” pungkas Dayat, salah satu wartawan media online. (din/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons