» » Gerindra Terancam Tak Bisa Usung Calon Dalam Pilkada Sumenep 2015

Gerindra Terancam Tak Bisa Usung Calon Dalam Pilkada Sumenep 2015

Penulis By on Senin, 06 April 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Sumenep, menyikapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkad) tahun 2015 dengan kepala dingin. Buktinya, meskipun instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra telah mengeluarkan rekomendasi untuk membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati, namun hingga saat ini belum dilakukan.
Pasalnya hingga saat ini partai berlambangnkan burung garuda itu masih belum memenuhi persyaratan untuk mengusung calon. Sesuai peraturan yang ada, pertai politik yang bisa mengusung kandidat dalam persta demokrasi tingkat daerah salah satunya harus mempunyai minilanya 10 kursi di gedung parlemen. Sedangkan Gerindra hanya memiliki sebanyak lima kursi.
”Kalau inturksi dari DPP (untuk membuka pendaftaran bakal calon) sudah keluar. Tapi karena Gerindra masih belum cukup syarat, yakni hanya memiliki lima kursi, jadi kami masih belum membukan pendfrtan,” kata Kedua DPC Gerindra Sumenep Ilyasi Siradj.
Kendati demikikian, mesekipun Gerindra hanya memiliku lima kursi, dirinya tidak mau dalam pelaksanaan pilkada mendatang menjadi partai pendukung. ”Lima kursi ini adalah suara rakyat. Ini harus dipertahankan, makanya kami tidak mau menjadi pendukung, melainkan paratai kami harus menjadi pengusung,” terangnya.
Menurut mantan Anggota DPR RI itu, untuk melengkapi persyaratan hingga mencapai 10 kurasi itu, dirinya akan melakukan komonikasi dengan sejumlah partai politik lainnya. Salah satunya dengan partai Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
”Fraksi kami di parlemen juga punya koalisi, yakni dengan partai PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Jadi untuk melengkapi sebagai partai pendukung kami terus komonikasi. Jika diantara ketigapartai sudah ada kesepakatan, maka kami akan melakukan kontrak pilitik nantinya,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2015 lalu, partai Nasdem digedung parlemen memperoleh dua kursi, dan PBB memperoleh satu kursi sedangkan PKS memperoleh sebanyak dua kursi. Sementara di gedung parlemen partai Nesdem menyatu dengan Fraksi parati Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PBB bergabung denegan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sebagai mana kita ketahui, saat ini PKB telah positif akan mengusung calon sendiri, yakni Incumbent yang saat ini sdang menjabat sebagai Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Sementara PPP juga dikabarkan akan mengusung sendiri. Sebab, fraksi PPP yang berjumlah 8 kursi itu akan berkoalisi dengan Partai Demmkrat yang mempunyai sebanyak tujuh kursi.
”Nah ini alasan kami masih belum membukan pendaftaran. Karena kami takut setelah ada calon yang lolos, masih mempertanyakan pada kami, kekurangn ini mau diambilkan dari mana?. Kalau itu terjadi tentunya kami bingun juga kan untuk menjawabnya,,” terangnya.
Disinggung soal isu yang berkembang jika dirinya akan maju dalam pilkada mendatang, mantan Calon Bupati tahun 2010 itu, dirnya membantah dengan keras.
Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih belum memikirkan soal pencalonan dirinya. Hanya saja jika nantinya Gerindra bisa mengusung kandidat dan berdasarkan hasil survei dilakukan mengacu pada dirinya, mengaku siap untuk menjalankan amanah partai.
”Posisi saya sekarang berbeda dengan posisi saya dimasa lalu. Sekarang saya sebagai ketua PAC harus berjiwa besar, jika saya mencalonkan diri, kan pasti banyak orang menilai itu haya formalitas. Makanya, kami tidak berfikir kesana, kami terbukan untuk siapa saja yang penting mempunya kmitmen, amang dalam memimpins usmenep, dan ada peluang untuk menang, siapapun orangnya pasti kami pertimbangakan,” tukasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons