Sumenep, NewsDaerah – Dewan Pimpinan Cabang (DPC)
Gerindra Sumenep, menyikapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkad) tahun
2015 dengan kepala dingin. Buktinya, meskipun instruksi Dewan Pimpinan Pusat
(DPP) Gerindra telah mengeluarkan rekomendasi untuk membuka pendaftaran bakal
calon bupati dan wakil bupati, namun hingga saat ini belum dilakukan.
Pasalnya hingga saat ini partai
berlambangnkan burung garuda itu masih belum memenuhi persyaratan untuk
mengusung calon. Sesuai peraturan yang ada, pertai politik yang bisa mengusung
kandidat dalam persta demokrasi tingkat daerah salah satunya harus mempunyai
minilanya 10 kursi di gedung parlemen. Sedangkan Gerindra hanya memiliki
sebanyak lima kursi.
”Kalau inturksi dari DPP (untuk membuka
pendaftaran bakal calon) sudah keluar. Tapi karena Gerindra masih belum cukup
syarat, yakni hanya memiliki lima kursi, jadi kami masih belum membukan
pendfrtan,” kata Kedua DPC Gerindra Sumenep Ilyasi Siradj.
Kendati demikikian, mesekipun Gerindra hanya
memiliku lima kursi, dirinya tidak mau dalam pelaksanaan pilkada mendatang
menjadi partai pendukung. ”Lima kursi ini adalah suara rakyat. Ini harus
dipertahankan, makanya kami tidak mau menjadi pendukung, melainkan paratai kami
harus menjadi pengusung,” terangnya.
Menurut mantan Anggota DPR RI itu, untuk
melengkapi persyaratan hingga mencapai 10 kurasi itu, dirinya akan melakukan
komonikasi dengan sejumlah partai politik lainnya. Salah satunya dengan partai
Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Nasional Demokrat
(Nasdem)
”Fraksi kami di parlemen juga punya koalisi,
yakni dengan partai PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Jadi untuk melengkapi
sebagai partai pendukung kami terus komonikasi. Jika diantara ketigapartai
sudah ada kesepakatan, maka kami akan melakukan kontrak pilitik nantinya,”
ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemilihan legislatif
(Pileg) tahun 2015 lalu, partai Nasdem digedung parlemen memperoleh dua kursi,
dan PBB memperoleh satu kursi sedangkan PKS memperoleh sebanyak dua kursi.
Sementara di gedung parlemen partai Nesdem menyatu dengan Fraksi parati
Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PBB bergabung denegan Fraksi Partai Persatuan
Pembangunan (PPP).
Sebagai mana kita ketahui, saat ini PKB telah
positif akan mengusung calon sendiri, yakni Incumbent yang saat ini sdang
menjabat sebagai Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Sementara PPP juga dikabarkan
akan mengusung sendiri. Sebab, fraksi PPP yang berjumlah 8 kursi itu akan
berkoalisi dengan Partai Demmkrat yang mempunyai sebanyak tujuh kursi.
”Nah ini alasan kami masih belum membukan
pendaftaran. Karena kami takut setelah ada calon yang lolos, masih mempertanyakan
pada kami, kekurangn ini mau diambilkan dari mana?. Kalau itu terjadi tentunya
kami bingun juga kan untuk menjawabnya,,” terangnya.
Disinggung soal isu yang berkembang jika
dirinya akan maju dalam pilkada mendatang, mantan Calon Bupati tahun 2010 itu,
dirnya membantah dengan keras.
Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih
belum memikirkan soal pencalonan dirinya. Hanya saja jika nantinya Gerindra
bisa mengusung kandidat dan berdasarkan hasil survei dilakukan mengacu pada
dirinya, mengaku siap untuk menjalankan amanah partai.
”Posisi saya sekarang berbeda dengan posisi
saya dimasa lalu. Sekarang saya sebagai ketua PAC harus berjiwa besar, jika
saya mencalonkan diri, kan pasti banyak orang menilai itu haya formalitas.
Makanya, kami tidak berfikir kesana, kami terbukan untuk siapa saja yang
penting mempunya kmitmen, amang dalam memimpins usmenep, dan ada peluang untuk
menang, siapapun orangnya pasti kami pertimbangakan,” tukasnya. (di/fa)

