» » Dokumen LP Kemenag Diduga Dipalsukan

Dokumen LP Kemenag Diduga Dipalsukan

Penulis By on Kamis, 16 April 2015 |


Zainal Arifin

Sumenep, News Daerah – Dokumen Lauk Pauk (LP) di internal kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep disinyalir fiktif. Pasalnya, pencairan dana LP tahun 2015 yang diterima oleh setiap karyawan tidak sesuai dengan laporan yang telah diampra ke Kemenag Pusat.
Informasinya, dana LP yang diterima oleh setiap karyawan sebesar Rp 35 ribu yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. Jadi, dana LP yang diterima oleh setiap karyawan setiap tiga bulan sekali sebesar Rp 2.125.000. Hanya saja dalam realisasi anggaran tersebut tidak sesuai denegan bahkan ada salah satu karyawan yang hanya menerima sebesar Rp 1.070.000.
 ”Pada penerimaan dana LP tahun ini kami hanya menerima Rp 1.070.000. Mestinya sesuai yang telah diampra dan yang telah ditandatangani oleh saya, dana LP yang harus kami terima Rp 2.125.000. Ini kan suda jelas jika dokumen pencairan LP itu telah difiktifkan,” kata salah satu staf Kemenag Sumenep Zainal Arifin.
Menrutnya, tidak hanya itu saja, pencairan dana LP dinilai tanpa dasar yang kuat. Sebab, pencairan dana dana LP itu mestinya dicairkan setiap bulan. Namun, selama ini dicairkan setiap tiga bulan sekali. ”Ini lagi yang kami tidak menegrti, kenapa dana itu dicarikan setiap tiga bulan sekali. Padahal sesuai perturan yan berlaku, dana LP dicairkan setap bulan,” ungkapnya.
Menurut Nanang sapaan akrabnya Zainal Arifin, peristiwa tersebut tidak hanya dialmi oleh dirinya. Bahkan, hampir semua karyawan dibawah naungan Kemenag Sumenep, mulai dari karyawan pusat sampai karyawan ditingkat kecamatan Kemenag Sumenep.
Salah satunya terjadi pada seorang guru yang bertugas di wilayah kepulauan kangean. Guru tersebut mendatangai kantor Kemanag paa hari Kamis (16/4) kemarin untuk mencairkan dana LP yang tidak dicarikan selama enam bulan. Namuan setelah yang bersangkutan datang ke bagian keuangan, pihak keungan hangan mencairkan dana LP selama tiga bulan. Alasan tidak dicairkan dana tersebut dikarenakan petugas kemenag tidak mengampra selama tiga bulan.
”Sebenarnya kalau masalah pemotongannya kami tidak begitu mempersoalkan. Tapi ada salah satu pegawai di Kemang yang jarang masuk masih menerima LP ful selama tiga bulan. sementara yang sering masuk masih dipotong. Ini kan aneh namanya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Nanang mcurigai, amburadulnya adminitrasi diinternal Kemanag Sumenep ini karnea telahterjadi konspirasi diantara pihak keunagn dengan pimpinan kemenag.
”Kalau  melihat dari segi peristiwa yang saya alami, ini bukan hanya konspirasi. Ini sudah masuk ranah penggelapan yang terncana,” terangnya.
Sementara Kepala Kemenag Sumenep Moh. Shodiq membantah jika dokumen yang telah diampra dikatakan fiktif. Sebab, pemeberian LP tesebut dilakukan secara profesional sesui dengan pertaurn yang ada. ”Kalau data yang diampra memang lengkap semuanya. Tapi pemberian dana LP itu disesuikan dengan daftar hadir yang ada. Karena itu meruakan salah satu bukti fisik,” katanya.
Sementara untuk kelebihan danan LP yang telah diterima oleh Kasubag Keuangan Kemanag Sumenep, akan dikembalikan ke Kas Negara. ”Memang saya yakin Pak Nanang orang yang rajin. Tapi mungkin dia paginya absen, tapi sianggnya tidak apsen. Sehingga apabila dihitung selama ini, pak Nanang tidak masuk selama 60 hari,” terangnya.
Sedangkan setiap pegawai yang tidak apsen, tidak diperkenankan untuk menerima dana LP. ”Pokonya rata-rata pegawai disini semuanya dipoptong sesui tingkat kehadirannya. Saya saya sebagai kepala masih dipotong sebesar Rp 400 ribu. Itu karena kemungkinan saya lupa isi absensi,” pungkasnya. (ND/Fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons