Sumenep, News Daerah - Meskipun operasioanal penerbangan perintis di
Bandara Trunojoyo Kabupaten Sumenep masih belum jelas, namun tarif pesawat tiap
rute sudah dipastikan naik dari yang direncanakan sebelumnya. Hal itu
berdasarkan SKEP Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan yang disampaikan kepada
pemerintah setempat.
Sebelumnya, kepala Dinas Perhubungan (Dishub)
Kabupaten Sumenep, Mohammad Fadillah pernah menyampaikan, terkait tarif
pesawat, jika tak ada perubahan, untuk semua rute penerbangan dari Bandara
Trunojoyo sama, yaitu Rp. 150.000. “Soal tiket, semoga tidak ada perubahan,
informasi terakhir tetap, Rp. 150 ribu all
rute,” papar Fadillah beberapa waktu lalu.
Namun kemarin, Rabu (15/4), Fadillah mengungkapkan,
sesuai dengan turunnya keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor: KP.109 Tahun
2015 tentang Revisi SKEP 469 tentang Rute dan penyelenggara bersubsidi angkutan
udara perintis serta penyelenggara subsidi angkutan bahan bakar minyak (BBM)
tahun anggaran 2015 serta Surat Dirjen Perhubungan Udara Nomor:
AV.005/2/18/DRJU/.DAV.2015 tentang Tarif Rute Baru Angkutan Udara Perintis
tahun 2015, tarif angkutan udara naik dari yang semula.
Untuk rute penerbangan Sumenep-Surabaya, tiap
penumpang akan dikenakan tarif sebesar Rp. 270.000. Sementara untuk barang Rp.
2.000 per Kg. Untuk rute Sumenep-Bawean, penumpang dikenakan tarif sebesar Rp.
245. 000, sedangkan untuk barang Rp. 1.800 per Kg. Dan rute Sumenep-Kangean,
perorang Rp. 249.000 dengan tarif barang Rp. 1.900 per Kg.
Sedangkan tarif untuk rute Karimunjawa-Surabaya,
Karimunjawa-Semarang dan Sumenep-Jember masih akan menyusul sebagaimana
dijelaskan dalam SKEP Dirjen Perhubungan Udara tentang rute angkutan udara
perintis dan surat Dirjen Perhubungan Udara tentang tarif angkutan udara
perintis yang diterima pemerintah daerah.
Disinggung mengenai kepastian aktivitas penerbangan di
Bandara Trunojoyo, menurut Fadillah saat ini secara teknis masih dipersiapkan
oleh Otoritas Bandara (Otban) wilayah III Juanda bersama Direktorat Bandar
Udara (DBU) dan pihak Maskapai, serta kepala Bandara Trunojoyo sendiri selaku
penerima rute angkutan udara perintis.
“Jadi menunggu itu saja. Karena SKEP dan tarif sudah
turun. Kemungkinan, untuk pengoperasian sudah bisa dilakukan dalam waktu yang
tidak lama lagi. Karena selama ini yang lama memang menungg SKEP dan tarif itu.
Ya, mudah-mudahan bulan ini sudah beroperasi,” harapnya.
Untuk diketahui, maskapai
penerbangan yang akan melayani masyarakat Sumenep nantinya adalah Trigana Air,
dengan jenis pesawat Cessna Grand Caravan yang berkapasitas penumpang sebanyak
12 orang.
