Sumenep, News Daerah - Sedikitnya 28 Siswa dari 12.424 siswa tingkat Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) sederajat di Kabupaten Sumenep, gagal mengikuti Ujian Nasional (UN) Tahun 2015.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep A. Shadik menjelasakan, puluham siswa kelas akhir yang tidak mengikuti UN menyebar di brbagai sekolah yang berada didaerah daratan.
"Ada 29 siswa yang tidak ikut UN. Penyebabnya, sebanyak 28 siswa karena mengundurkam diri, dan satu siswa karena meninggal dunia dalam kecelakaan beberapa bulan yang lalu," katanya.
Menurut Shadik, siswa yang tidak ikut UN karena memundurkan diri tidak dapat mengikuti UN susulan. Sehingga, mereka harus mengikuti pelaksanaan UN tahun selanjutnya.
“Karena ujian susulan itu hanya diperuntukkan kepada siswa yang tidak ikut karena alasan lain, misalnya sakit. Tentunya harus menyertakan surat keterangan dokter. Jadi, bagi mereka yang memang sengaja memundurkan diri, tidak ada ujian susulan. Bisa ikut tahun 2016 nanti,” paparnya.
Shadik mengatakan, sejumlah siswa yang tidak ikut UN itu tersebar di sejumlah penyelenggara UN tahun ini di wilayah daratan. Sementara untuk wilayah kepulauan, kemarin dia mengaku masih belum menerima laporan. “Mungkin besok atau nanti sore laporannya sudah masuk,” tuturnya.
Beberapa penyelenggara UN yang siswanya tidak ikut UN tahun ini karena memundurkan diri, yaitu: Al Mukri sebanyak 3 siswa; SMA 1 Gapura 1 siswa; SMA Al-Inam 2 siswa; SMA Nurul Jadid 1 siswa; MAN Sumenep 1 siswa; MA Sumber Payung 4 siswa; SMK Azzumar 10 siswa, SMK Nurur Rahman 1 siswa; SMK Al Hidayah 4 siswa; dan SMK Zainurwin 2 siswa. “Dan SMK 1 Sumenep 1 siswa karena meninggal dunia,” imbuhnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan UN tahun ini di Kabupaten Sumenep, sesuai data yang ada di Disdik setempat diikuti sebanyak 12.424 siswa. Jumlah tersebut meliputi: 4.199 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA); 5.588 siswa Madrasah Aliyah (MA), 4 siswa SMA Luar Biasa (LB); 1.162 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); serta 1.471 siswa atau peserta paket C.
Sedangkan untuk jumlah penyelenggara UN tahun ini, menurut kepala Bidang
Pendidikan Menengah (Kabid-Dikmen) Disdik Kabupaten Sumenep, Nurul Hamzah mencapai 130 penyelenggara, dengan rincian: SMA 32 penyelenggara; MA 48; SMA-LB 2; SMK 5; dan Paket C sebanyak 43. (ND/Fa)
