» » Warga Ancam Lapor Kejaksaan, Terkait Penemuan Tumpukan Raskin 'Mirip' Raskin di Pelabuhan

Warga Ancam Lapor Kejaksaan, Terkait Penemuan Tumpukan Raskin 'Mirip' Raskin di Pelabuhan

Penulis By on Senin, 16 Maret 2015 |



Sumenep,NewsDaerah – Sarkawi (50) salah satu tokoh masyarakat Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget,  akan melaporkan Ilham, Kordinator Lapangan (Korlap)  beras operasi pasar khusus (OPK), untuk wilayah kepulauan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Hal itu dikarenakan, beras OPK yang ditemukan ngendon selama 20 hari di Pelabuhan Gersik Putih, Kecamatan Kalianget, jumlahnya sudah berkurang sebanyak 6 ton.
Beras yang akan didistribukan bagi empat desa di Kepulauan/Kecamatan Sapeken, berjumlah 30 ton. Namun setelah di cek di Lapangan, beras tersebut sudah tinggal 24 ton, tekor sekitar 6 ton.
”Saya mencurigai ada ketidak beresan dalam distribusi beras
OPK ke Sapeken, masak beras yang semestinya 30 ton sudah tinggal 24 ton, ini kan pertanyaan ?,” katanya.
Menurutnya, kejanggalan tersebut diketahui dari keterangan korlap beras OPK, yang mengaku jumlah beras untuk pulau Sapeken hanya berjumlah 24 ton. Sementara keterangan dari Kabag prekonomian dan Bulog, beras OPK itu berjumlah 30 ton.
Selaian masalah tekornya jumlah beras, pihaknya juga meragukan keterangan korlap yang mengatakan jika keterlambatan pengiriman disebabkan terjadi cuaca ekstrem di perairan Sumenep. Padahal, kenyataannya, selama dua minggu terakhir  perairan Sumenep dalam kondisi normal, dan tidak ada hambatan.
Sementara Ilham, Korlap beras OPK untuk Kepulauan, membantah jika pihaknya sengaja menimbun beras di pelabuhan Gersik Putih. Melainkan pihaknya tidak bisa memaksa kapal yang akan mengangkut beras tersebut, karena cuaca ekstrem dan takut tenggelam.
”Tidak ada maksud kami menimbun beras di pelabuhan, karena waktu beras kami pindah dari bulog, cuaca laut sedang tidak normal, dan tidak kapal yang mau mengangkut beras tersebut,” elaknya.
Disinggung soal jumlah beras yang tidak sesuai dengan keterangan bagian perekonomian, Ilham berdalih beras yang 6 ton sudah diambil oleh pemilikiknya yakni Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, dengan menggunakan perahu sendiri. Sedangkan sisa beras sebanya k24 ton yang masih numpuk di pelabuhan, akan dicarikan perahu yang siap dan berani mengangkut ke kepulauan.
Beras itu nantinya akan diberikan kepada  empat desa, yakni Desa Saur Saebus, Pagerungan besar, Sadulang Besar dan Paliat. Namun, meski beras tersebut sudah ada daftar penerimanya, sebagaimana tertulis dalam Daftar Penerima Manfata (DPM),  beras tersebut akan diberikan secara merata pada masyarakat, karena daftar di DPM banyak yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan.
”Beras itu akan kami bagi rata pada masyarakat, karena di DPM banyak yang tidak sesuai fakta di lapangan,” terangnya.
Sedangkan Kabag Perekonomian Setkab Sumenep Moh. Hanafi, sudah memerintahkan agar beras itu segera didistribusikan ke penerimanya. Sehingga masyarakat yang berhak, dapat menikmati beras tersebut.
”Saya sudah perintahkan beras itu segera didistribusikan, dan informasinya sudah diangkut menggunakan perahu,” pungkas Moh. Hanafi. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons