Kepala Dinas Komonikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumenep Yayak NurwahYudi
mengatakan, dirinya emang berencana untuk ters mengembangkan program
telesenter, hanya saja untuk daerah kepuluan terkendalam dengan keterbatasan
sarana.
Hanya saja meskipun sarana masih dinilai kurang
memadai, semangant untuk
menggenjot pengembangan telesenter terus akan dilakukan. Slaah satunya dengan
cara membangan kerjasama dengan piahk ESDM (Energi
Sumber Daya Mineral) setempat.
”Kami sedang menjajaki untuk
kerjasama dengan Pak Kahir (Kepala ESDM). Agar atap kantor Kecamtan tidak hanya
sekedar genting, melainkan ada panel tenaga surya,” katanya
Program
telensenter merupakan program pemerintah yang dikemas seperti warung internet
(warnet), dengan jumlah komputer sebanyak 8 unit, dan seperangkat sambungan
internet seperti Spedy dengan kecepatan tinggi. Adapun pengadaan bantuan
tersebut dibiayai oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, sekarang sudah
dihibahkan kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, jika pelayanan penerangan dibiarkan dan tidak ada solusi, akan
berdampak terhadap pelayanan kepemerintahan. Sebab, minimnya penerangan juga
berimbas terhadap proses entri data menjadi lamban.
”Yang jelas juga akan berimbas terhadap jalannya rda keperintahan. Makanya
kami harap atap kantor kecamtan juga ada panel tenaga suryanya,” harapnya.
Untuk menjalankan program telesenter itu, dibutuhkan tenga surya yang bisa
menghasilkan energi 500 wat. Sebab, adanya bantuan tetsebut diharapkan
bisa membantu warga utamanya petani untuk mengakses berbagai informasi. Misalnya, soal pola tanam, cara cocok tanam
yang baik sesuai anjuran pemerintah dan juga soal penanganan hama.
”Kalau saya sendiri yang akan membangnnya sangat sulit untuk dicapai.
Sebab, untuk membangun jaringan itu diperkirakan membutuuhkan dana sebesar Rp
400 juta,” terangnya
Sementara kepala ESDM Sumenep Abd. Kahir masih belum bisa dihubungi, sebab,
saat dihubungi melalui telepon selulernya sedang tidak aktif.
Untuk duketahui program telesenter di Sumenep telah berjalan sejak tahun
2008 lalu. Hanya saja pengembangannya masih sangat minim. Sebab, selama kurang
lebih tuju tahun suntuk masih ada dua telesenter, yakni satu unit di Desa Braji
Keamatan Gapura dan satu unit lagi berada di daerah kepulauan Raas.
Sementara pada tahun 2015 ini pemerintah sumenep akan menegembangkan
sebanyak tiga unit yang akan ditempatkan di sejumlah kecamatan di Daerah Kepuluan. "Pada
tahun ini kami mendapat satu jatah lagi, itu akan diletakkan di Pulau Sepudi.
Selain itu kami juga punya rencana untuk membangunnya di Pulau Masalembu dan
Pulau Arajasa. Pembangunan dua telesenter itu
direncanakan akan dibangun memakai dana APBD tingkat II," ungkap
mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep itu. (di/fa)

