» » Pengembangan Telensenter di Kepulauan Terganjal Sarana

Pengembangan Telensenter di Kepulauan Terganjal Sarana

Penulis By on Senin, 16 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah - Meskupun pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, telah menggenjot pembanguan telesenter di sujumlah kepulauan, namun program tersebut diyakini tidak akan berjalan maksimal. Pasalnya, sarana di sejumlah kepuluan seperti penerangan dinilai masih sangatt minim.
Kepala Dinas Komonikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumenep Yayak NurwahYudi mengatakan, dirinya emang berencana untuk ters mengembangkan program telesenter, hanya saja untuk daerah kepuluan terkendalam dengan keterbatasan sarana.
Hanya saja meskipun sarana masih dinilai kurang
memadai, semangant untuk menggenjot pengembangan telesenter terus akan dilakukan. Slaah satunya dengan cara membangan kerjasama dengan piahk ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) setempat.
 ”Kami sedang menjajaki untuk kerjasama dengan Pak Kahir (Kepala ESDM). Agar atap kantor Kecamtan tidak hanya sekedar genting, melainkan ada panel tenaga surya,” katanya
Program telensenter merupakan program pemerintah yang dikemas seperti warung internet (warnet), dengan jumlah komputer sebanyak 8 unit, dan seperangkat sambungan internet seperti Spedy dengan kecepatan tinggi. Adapun pengadaan bantuan tersebut dibiayai oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, sekarang sudah dihibahkan kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, jika pelayanan penerangan dibiarkan dan tidak ada solusi, akan berdampak terhadap pelayanan kepemerintahan. Sebab, minimnya penerangan juga berimbas terhadap proses entri data menjadi lamban.
”Yang jelas juga akan berimbas terhadap jalannya rda keperintahan. Makanya kami harap atap kantor kecamtan juga ada panel tenaga suryanya,” harapnya.
Untuk menjalankan program telesenter itu, dibutuhkan tenga surya yang bisa menghasilkan energi 500 wat. Sebab, adanya bantuan tetsebut diharapkan bisa membantu warga utamanya petani untuk mengakses berbagai informasi.  Misalnya, soal pola tanam, cara cocok tanam yang baik sesuai anjuran pemerintah dan juga soal penanganan hama.
”Kalau saya sendiri yang akan membangnnya sangat sulit untuk dicapai. Sebab, untuk membangun jaringan itu diperkirakan membutuuhkan dana sebesar Rp 400 juta,” terangnya
Sementara kepala ESDM Sumenep Abd. Kahir masih belum bisa dihubungi, sebab, saat dihubungi melalui telepon selulernya sedang tidak aktif.
Untuk duketahui program telesenter di Sumenep telah berjalan sejak tahun 2008 lalu. Hanya saja pengembangannya masih sangat minim. Sebab, selama kurang lebih tuju tahun suntuk masih ada dua telesenter, yakni satu unit di Desa Braji Keamatan Gapura dan satu unit lagi berada di daerah kepulauan Raas.
Sementara pada tahun 2015 ini pemerintah sumenep akan menegembangkan sebanyak tiga unit yang akan ditempatkan di  sejumlah kecamatan di Daerah Kepuluan. "Pada tahun ini kami mendapat satu jatah lagi, itu akan diletakkan di Pulau Sepudi. Selain itu kami juga punya rencana untuk membangunnya di Pulau Masalembu dan Pulau Arajasa. Pembangunan dua telesenter itu  direncanakan akan dibangun memakai dana APBD tingkat II," ungkap mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep itu. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons