» » Pengadaan Lahan Gedung Dewan Tak Jelas

Pengadaan Lahan Gedung Dewan Tak Jelas

Penulis By on Rabu, 11 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Rencana pembebasan lahan yang akan dijadikan sebagai gedung Sekretariat DPRD Sumenep yang baru masih belum menemukan titik terang. Bahkan samapai saat ini lokasi pembebasan lahan tersebut masih dalam proses pencarian.
”Sampai saat ini masih belum ada titik tereng, karnea masih dalam tahap proses yang dilakukan oleh konsultan. Tapi kalau rencana sudah ada, dan sudah disampaikan ke Bupati,” kata Sekretaris DPRD Sumenep Moh. Mulki.
Rencana pembangunan gendung DPRD yang baru mengacu terhadap rekomendasi tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, kondisi lantai II gedung DPRD dinilai mengkhawatirkan. Dalam rekomendasi
dari tim ITS itu, lantai II gedung DPRD Sumenep dinilai tidak layak untuk disinggahi oleh lebih dari 50 orang.
Padahal, di lantai II terdapat ruang graha paripurna DPRD yang ketika digelar rapat paripurna dipastikan dihadiri lebih dari 50 orang, ruang ketua DPRD, dan ruang sejumlah bagian sekretariat DPRD. ”Hingga saat ini prosesnya masih belum selesai, informasi yang kami terima dari konsultan prosesnya sudah 90 persen,” terang Mulki.
Kosultan yang ditunjuk untuk pembebasan lahan gedung DPRD yang baru adalah KJPP (Konsultan Jasa Penilai Publik) Surabaya. ”Sesuai aturan yang ada, untuk pengembangan perkantoran ke daerah selatan dari kantor DPRD yang lama. Sedangkan untuk pengembangan perkotaan ke arah barat sampai kecamtan Lenteng dan araj timur kota sampai kecamatan Gapura. Tapi mudah-mudahan penempatan kantor yang baru ini tidak sampai diluar Kecamatan Kota,” ungkapnya.
 Belum diketahui posisi gedung sekretariat yang baru, juga karena belum mendapatkan dari Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Sebab, berdsarkan kebiasaan, sebelum lokasi ditentukan masih dilakukan rapat internal dnegan sejumlah pihak terkati, salah satunay dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta karya dan Tata Runag (Cikatarung), pihak Pertanahan, dan juga dengan Bappeda.
”Kalau masih belum ada kesepahaman, tidak bisa ditentukan. Karena kami jugatakut ketika ditentukan titikanya, malah menyalahi RDTDR (Rencana Deatil Tataruang Daerah perkotaan),” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya berjanji dalam akan terus komonikasi dengan sejumlah piahk, termasuk dengan konsultan yang telah ditunjuk agar segera diselesaikan. ”Besok (hari ini) kami akan mengutus staf saya untuk ke Surabya untuk memenuhi data yang diperlukan konsultan. Ya kalau tidak ada halangan bulan depan sduah ada titi terang soal lokasi pembangunan gedung sekretarit itu,” pungkasnya. (Jun)
Sementara salah satu warga sumenep mempertanyakan adanya rencana pembanguan sekretarit Gedung yang baru itu. "Kondisi gedung DPRD Sumenep masih bagus. Namun, kenapa masih akan membangun gedung baru untuk dijadikan sebagai kantor DPRD," kata salah satu warga Sumenep Sarkawi
Dikatrqakan, dana miliaran rupiah yang akan dialokasikan untuk membebaskan lahan dan membangun gedung baru DPRD itu sebaiknya digunakan untuk membiayai kegiatan yang lebih bermanfaat bagi rakyat.
"Kami tidak percaya dengan kondisi (lantai II) gedung DPRD yang diwacanakan akan ambruk atau tidak layak untuk disinggahi lebih dari 50 orang. Itu hanya untuk memuluskan rencana membangun gedung baru DPRD," ujarnya, menerangkan. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons