Sumenep, NewsDaerah – Rencana pembebasan lahan yang akan
dijadikan sebagai gedung Sekretariat DPRD Sumenep yang baru masih belum
menemukan titik terang. Bahkan samapai saat ini lokasi pembebasan lahan
tersebut masih dalam proses pencarian.
”Sampai saat ini masih belum ada titik tereng,
karnea masih dalam tahap proses yang dilakukan oleh konsultan. Tapi kalau
rencana sudah ada, dan sudah disampaikan ke Bupati,” kata Sekretaris DPRD
Sumenep Moh. Mulki.
Rencana pembangunan gendung DPRD yang baru mengacu
terhadap rekomendasi tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)
Surabaya, kondisi lantai II gedung DPRD dinilai mengkhawatirkan. Dalam
rekomendasi
dari tim ITS itu, lantai II gedung DPRD Sumenep dinilai tidak layak
untuk disinggahi oleh lebih dari 50 orang.
Padahal, di lantai II terdapat ruang graha
paripurna DPRD yang ketika digelar rapat paripurna dipastikan dihadiri lebih
dari 50 orang, ruang ketua DPRD, dan ruang sejumlah bagian sekretariat DPRD. ”Hingga
saat ini prosesnya masih belum selesai, informasi yang kami terima dari
konsultan prosesnya sudah 90 persen,” terang Mulki.
Kosultan yang ditunjuk untuk pembebasan lahan
gedung DPRD yang baru adalah KJPP (Konsultan Jasa Penilai Publik) Surabaya. ”Sesuai
aturan yang ada, untuk pengembangan perkantoran ke daerah selatan dari kantor
DPRD yang lama. Sedangkan untuk pengembangan perkotaan ke arah barat sampai
kecamtan Lenteng dan araj timur kota sampai kecamatan Gapura. Tapi mudah-mudahan
penempatan kantor yang baru ini tidak sampai diluar Kecamatan Kota,” ungkapnya.
Belum diketahui
posisi gedung sekretariat yang baru, juga karena belum mendapatkan dari Bupati Sumenep
A. Busyro Karim. Sebab, berdsarkan kebiasaan, sebelum lokasi ditentukan masih
dilakukan rapat internal dnegan sejumlah pihak terkati, salah satunay dengan Dinas
Pekerjaan Umum (PU) Cipta karya dan Tata Runag (Cikatarung), pihak Pertanahan,
dan juga dengan Bappeda.
”Kalau masih belum ada kesepahaman, tidak
bisa ditentukan. Karena kami jugatakut ketika ditentukan titikanya, malah
menyalahi RDTDR (Rencana Deatil Tataruang Daerah perkotaan),” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya berjanji dalam
akan terus komonikasi dengan sejumlah piahk, termasuk dengan konsultan yang
telah ditunjuk agar segera diselesaikan. ”Besok (hari ini) kami akan mengutus
staf saya untuk ke Surabya untuk memenuhi data yang diperlukan konsultan. Ya kalau
tidak ada halangan bulan depan sduah ada titi terang soal lokasi pembangunan
gedung sekretarit itu,” pungkasnya. (Jun)
Sementara salah satu warga sumenep
mempertanyakan adanya rencana pembanguan sekretarit Gedung yang baru itu. "Kondisi
gedung DPRD Sumenep masih bagus. Namun, kenapa masih akan membangun gedung baru
untuk dijadikan sebagai kantor DPRD," kata salah satu warga Sumenep Sarkawi
Dikatrqakan, dana miliaran rupiah yang akan
dialokasikan untuk membebaskan lahan dan membangun gedung baru DPRD itu
sebaiknya digunakan untuk membiayai kegiatan yang lebih bermanfaat bagi rakyat.
"Kami tidak percaya dengan kondisi
(lantai II) gedung DPRD yang diwacanakan akan ambruk atau tidak layak untuk
disinggahi lebih dari 50 orang. Itu hanya untuk memuluskan rencana membangun
gedung baru DPRD," ujarnya, menerangkan. (di/fa)

