» » Pemkab Klaim Petani Sumenep Gaptek, Program Telesenter Tak Merata

Pemkab Klaim Petani Sumenep Gaptek, Program Telesenter Tak Merata

Penulis By on Rabu, 11 Maret 2015 |



Sumenep,NewsDaerah - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, mengklaim keberadaan petani di wilayah kabupaten sumenep gagap teknologi (gaptek). Hal itu dibuktikan banyaknya petani dalam mengelola lahan pertanian masih menggunakan cara tradisional. Akibatnya, sejumlah petani seringkali mengalami gagal panen.
Kepala Dinas Komonikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumenep, Yayak Nurwahyudi mengatakan, saat ini mayoritas petani di Kabupaten Sumenep belum faham tekhnologi. "Petani memang gaptek ya," katanya.
Menurutnya, akibat ketidak fahaman cara budidaya yang baik sesuai anjuran pemerintah, membuat petani sering mengalami kerugian, hingga gagal panen.
Oleh sebab itu, Menurut Yayak, dirinya akan berupaya untuk menyediakan fasilitas umum yang mudah diakses oleh petani. Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan cara membangun Telesensenter disetiap daerah terpencil, seperti di daerah kepulauan.
Sayangnya hingga saat ini pembangunan telesenter masih belum merata. Buktinya, di 27 Kecamatan, hanya ada dua telesenter. Yakni satu unit telesenter yang berada di 19 kecamatan daratan, dan satu unit berada 8 Kecamatan daerah kepulauan. "Satu unit di Desa Baraji, Kecamatan Gapura, dan satu di Pulau Arjasa," terangnya.
Program telensenter merupakan program pemerintah yang dikemas seperti warung internet (warnet), dengan jumlah komputer sebanyak 8 unit, dan seperangkat sambungan internet seperti Spedy dengan kecepatan tinggi. Adapun pengadaan bantuan tersebut dibiayai oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, sekarang sudah dihibahkan kepada pemerintah daerah.
"Program itu dibangun sejak 2008 dengan memakai dana dari APBD Tingkat I Pemprov Jatim. Tapi setiap empat tahun dihibahkan ke pemerintah daerah," terang Yayak. Sementara Pemerintah Daerah dalam pengdaan bantuan itu hanya diminta untuk menyediakan tempat dan rekrutmen pengelola.
Adanya bantuan tetsebut diharapkan bisa membantu warga utamanya petani untuk mengakses berbagai informasi.  Misalnya, soal pola tanam, cara cocok tanam yang baik sesuai anjuran pemerintah dan juga soal penanganan hama.
"Pada tahun ini kami mendapat satu jatah lagi, itu akan diletakkan di Pulau Sepudi. Selain itu kami juga punya rencana untuk membangunnya di Pulau Masalembu dan Pulau Arajasa. Pembangunan dua telesenter itu  direncanakan dibangun memakai dana APBD tingkat II," ungkap mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep itu. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons