» » Dewan Warning Pemkab, Antisipasi Terjadinya Kelangkaan LPG

Dewan Warning Pemkab, Antisipasi Terjadinya Kelangkaan LPG

Penulis By on Rabu, 11 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah - Meskipun saat ini pasokan LPG (liquified petroleum gas) di Kabupaten Sumenep, bisa dibilang relatif normal, namun Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) setempat tetap menghimbau kepada pemerintah daerah untuk selalu waspada adanya perubahan harga yang diakibatkan adanya permainan yang dilakukan oleh salah satu oknum tertentu.
Sebab, permaian harga ditingkat pengecer dipastikan akan selalu terjadi meskipun pemerintah tidak memberlakukan kenaikan harga. ”Sebelum terjadi, kami harap pemkab tetap sigab dan inten melakukan pengawasan setiap saat,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumebnep Juhari.
Pengawasan yang dimaksud oleh legislator dua pereode itu,
salah satunya melakukan sidak (Inspeksi mendadak) keberbgai agaen atau kios yang menyebar di seluruh kabupaten ujung timur pulau madura. Selain itu, juga melakukan pengawasan disetiap pendistribusian LPG, utamanya ke daerah kepulauan.
Menurutnya, dirinya selaku wakil rakyat meminta agar pemritnah daerah tidak setengah hati, apabila menemukan adanya indikasi kejanggalan yang dilakukan oleh salah satu oknum yang tidak bertanggungjawab. Jika memang persoalan yang dilakukan itu menyalahi hukum, pihaknya menghimbau agar persoalan yang ditemukan diberikan kepihak penegak hukum.
”Kalau memang sudah ada indikasi kejanggalan, silahkan saja laporkan kepenegak hukum. Biar nantinya penegak hukum yang menanganginya,” ungkapnya
Tindakan seperti itu sebagai shock terapi agar segala bentuk permaian yang sampai merugikan konsumen tidak selalu dilakukan. ”Kami tidak ingin masyarakat selalu menjadi korban,” teran politisi Partai Persatuan Pembanguan (PPP) itu.
Sementara Kabag Perekonomian Setkabn Sumenep, Moh. Hanafi mengatakan, untuk pengawasan akan terus dilakukan. Baik saat adanya kebijkan pemerintah untuk menaikkan harga LPG maeupun tidak.
Selin itu pihaknya terus berusaha meskipun ada keniakan harga, namun tidak sampai mengganggu terhadap pasokan LPG kesetiap daerah. Salah satu uapaya yang adilakukan, yakni dengan cara mengajukan usulan penambahan kuota elpiji 3 kg tahun 2015 ke Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).
"Usulan kami untuk kuota elpiji 3 kg 2015 ini sebanyak 480.600 tabung per bulan, atau 1.441.800 kg. Jumlah tersebut naik 30 persen dari realisasi kuota 2014 sebanyak 370.000 tabung," kata Kepala Sub Bagian Perekononomian Setkab Sumenep, Suhermanto
Ia memaparkan, ada beberapa alasan yang menyebabkan pihaknya mengusulkan penambahan kuota elpiji bersubsidi tersebut. Diantaranya, Kabupaten Sumenep memiliki wilayah kepulauan, sehingga memerlukan stok yang cukup.
"Kondisi geografis di kepulauan ini kan beda. Untuk pengangkutan butuh transportasi laut. Dan itu butuh waktu lebih lama. Makanya kami berharap elpiji di kepulauan ini cukup, supaya tidak terjadi kekurangan stok," ujarnya.
Selain itu, lanjut Suhermanto, ada fluktuasi harga elpiji ukuran 12 kg, yang menyebabkan terjadinya migrasi pengguna elpiji dari 12 kg ke 3 kg. "Otomatis itu akan menambah jumlah pengguna elpiji 3 kg. Belum lagi tumbuh pesatnya usaha ekonomi mikro yang juga merupakan pengguna elpiji 3 kg," paparnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons