» » Pelayanan BPPT Lumpuh Total

Pelayanan BPPT Lumpuh Total

Penulis By on Senin, 30 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Pasca dilakukan rotasi jabatan di berbagai Satuan Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Penkab) Sumenep, membuat pelayanan tidak maksimal. Salah satunya yang terjadi di Badan Pengelolaan Perizinan Terpadu (BPPT) menjadi lumpuh total.
Akibatnya, sejumlah warga yang hendak mengurusi izin usahanya pulang hampa. Hal itu disebabkan pujuk pimpinan di BPPT hingga saat ini dibiarkan kosong. Padahal, rotasi jabatan sudah dilakukan sejak dua pekan terakhir oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim.
Peristiwa memilukan itu dialami oleh nelayan asal Desa Brakas, Kecamatan Raas Yanto (34). Beberapa hari yang lalau, dirinya bermaksud
mengurusi izin penangkapan ikan. Namun sesampainya di BPPT dirinya harus kecewa karena petugas BPPT menyatakan tidak bisa memprosea lantaran pujuk pimpinanannya masih belum ada.
"Sejak seminggu lalu puluhan nelayan disini tidak beroperasi, lantaran surat izinnya sudah tidak ada masa berlakunya dan harus diperpanjang. Namun, sayang ketika kami datang ke BPPT pulang tanpa hasil. Karena kepalanya masih belum ada," kata Yanto.
Menurut Yanto, sebelumnya sejumlah nelayan di Kepulauan mayoritas tidak tahu jika kepala BPPT dirotasi. Mereka baru tahu saat dirinya bersama nelayan lain hendak mngurusi izin tangkapan ikan itu."Yang jelas kami sangat kecewa. Selain telah menguras tenaga, juga kami telah menghabiskan biaya yang lumayan besar," terangnya.
Selain itu, kekosongan kepala di BBPT juga sangat merugikan warga yang bekerja sebagai nelayan. Sebab, para nelayan di Kepulauan Raas selalu khawatir saat melakukan penangkapan ikan dijarah oleh aparat penegak hukum. ”Nelayan disini rara-rata nelayan di sini mencari ikan di wilayah kalimantan, kalau tidak memegang izin meraka takut untuk berlayar,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya  berharap agar kekosongan itu segera diisi. "Jika tidak akan maka pelayanan masyarakat dibidang perizinan akan terus terbengkai," harapnya.
Kepala Badan Kepegaiawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sumenel Titik Suryati mengatakan, saat ini pemerintah daerah telah mengakat panitia seleksi (Pansel). Pansel tersebut nantinya akan bertugas menyeleksi calon pejabat yang akam mengisi kekkosongan di berbagai SKPD, termasuk BPPT.
Dikatakan, pansel yamg telah dibentuk oleh pemda itu beranggotakan sebanyak Lima orang, yakni dua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab dan 3 orang dari tokoh masyarakat dan profesional.
"Nah,  kelima orang itu sudah resmi diangkat menjadi pansel, dan nama-nama itu sudah diajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) provinsi jawa timur. Kalau sudah disetujui dan sudah keluat surat rekomendasi, baru bisa dilakukan rekrutmen untuk mengisi kekosongan itu," terangnya.
Untuk diketahui, dua pekan lalu, Bupati Sumenep A. Busyro Karim telah melakukan rotasu jabatan terhadap 176 abdi negara yang tetsebar diberbagai SKPD dan kantor Pemda Sumenep. Menariknya, akibat rotasi tersebut pucuk pimpinan di tiga SKPD menjadi kosong, yakni BPPT, Disbudparpora, dan Dinsos. Kepala BPPT Herman Poernomo saat ini diberi tugas untuk menjalankan roda keperintahan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepala Dinsos Heri Kuntjoro Pribadi dipindah menjadi Asisten umum. Sementara Febrianto Kepala Disbudparpora dipindah ke BPPD. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons