Sumenep, NewsDaerah - Puluhan keluarga hairul (30)
korban yang diduga melompat saat mengikuti ABK dari kepulauan Kangean
menuju pelabuhan Kalinget, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (30/03).
Menuntut pemkab harus bertanggung jawab.
Hasan, ayah korban, mengatakan, anaknya berangkat dari kepulauan
Kangean. Namun, hingga di pertengahan perjalanan telah dikabarkan
melompat. Tapi hingga saat ini masih belum jelas kabar beritanya,
sehingga sekeluarga mendatangi pemkab Sumenep.
Hasan dan perwakilan keluarga yang diterima oleh Sekda, menuding
pemkab tidak pernah melakukan upaya apapun termasuk pencarian terhadap
korban. Selama ini pihak terkait, seperti, pemkab, sabandar, kepolisian
dan juga PT. Sumekar diam, belum melakukan upaya sama sekali.
"Itu manusia bukan hewan, hewan saja yang melompat ke laut masih
ada upaya pencarian apa lagi Masusia, tapi dimana upaya pemkab selama
ini," tandasnya
Aida, saudara korban, menuntut anak buah kapal (ABK) DBS I yang
dikelola PT Sumekar harus segera diproses hukum. Sebab tidak ada
pertanggung jawaban sama sekali.
"Kami ke sini bukan untuk meminta santunan kepada pemerintah, yang
kami butuhkan hanya pertanggung jawaban dari pihak ABK DBS dan juga
pemerintah. Sebab itu jiwa bukan hewan," tandasnya
Sedangkan, Sekretaris Daerah Pemkab Sumenep, Hadi Soetarto
menyatakan, bahwa sejak dikabarkan ada korban kecelakaan laut pihaknya
telah berkoordinasi untuk segera melakukan pencairan. Namun, usaha itu
hingga saat ini masih belum menemukan hasil.
Ato' panggilan, akrab Hadi Soetarto, menawarkan santunan untuk
kelurga korban. Sebab, hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab Pemkab
Sumenep. (Madurazone.com/hnf/bsr)

