Sumenep, NewsDaerah – Kondisi pelabuhan kalianget,
ynagterletak di Kecamatan Kalianget, sangat meprihatinkan. Bahkan jika tidak
segera dilakukan perbaikan mengancam keselamatan warga utamanya saat akan
menaiki kapal.
Informasinya, sejumlah besi penyanggah dermaga yang menghubungkan antara jalan
daratan ke dermaga kapal, sudah banyak yang rapuh. Bahkan sebagian sudah patah
akibat termakan usia dan tidak pernah mendapatkan perbaikan dari pemerintah.
Selain itu, atap dermaganya siudah banyak
yang bolong akibat dihantam angin laut yang besar setiap harinya. Bahkan, dua
posko yang berada di atas jembatan penghubung itu sudah rusak, dan sepertinya
sudah tidak ditempati kembali.
”Memang untuk kondisi pelabuhan saat ini
sudah sangat miris.
Kita lihat saja, banyak besi penyanggahnya yang sudah
karetan,” kata salah satu Tokoh Masyarakat Kecamatan Kalianget Sarkawi.
Pelabuhan Kalianget merupakan pelabuhan
satu-satunya yang menghubungkan wilayah daratan Sumenep dengan wilayah
pulau-pulau di sekitarnya. Seperti Pulau Kangean, Pulau Sapudi dan beberapa
daerah di Jawa.
Memiliki posisi geografis pada Koordinat
7127.30S 1135324.74E, pelabuhan Kalianget dapat dicapai dengan mudah melalui
jalan darat. Tak heran bila pelabuhan ini digunakan untuk orang yang ingin
berdagang ke Pulau Poteran dan pulau-pulau lain seperti Kangean, Sapeken,
Masalembu dan pulau-pulau sekitarnya.
Mirisnya kondisi pelabuhan kalianget itu juga
diakui oleh anggota Komisi C DPRD Sumenep Indra Wahyudi. Oleh sebab itu,
diirnya sebagai wakil rakyat meminta pemerintah untuk segera mengurus pelabuhan
yang rusak. Sehingga, keberadaan pelabuhan itu bisa dinikmati dengan maksimal
oleh masyarakat. ”Semua yang terlibat, termasuk pemkab hendaknya pro aktif
untuk bisa memperbaiki pelabuhan yang rusak itu,” katanya.
Sebab,
kata politisi Demokrta itu, pemkab punya kewajiban untuk menjemput anggaran
perbaikan dan pembenahan pelabuhan itu. ”Pemkab wajib menindaklanjuti lebih
jauh terkait anggaran pelabuhan itu. Sebab, keberadaan pelabuhan itu juga bisa
mendatangkan income (pemasukan) ke PAD (pendapatan asli daerah),”
jelasnya.
Sementara
kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Muhammad Fadillah masih belum bisa
memberikan kejelasan soal solusi alternatif untuk memperbaikai pelabuhan
tersebut. Sebab saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak merespon
meskipun nada sambungnya terdengar aktif.
Sementara
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Sumenep Agustiono
membenarkan jika kondisi pelabuhan kalianget banyak yang rusak. Hanya saja
diriya masih belum bisa melakukan perbaikan. Hal itu disebabkan karena
terbatasnya anggaran. ”Untuk tahun ini kemungkinan besar tidak ada perbaikan.
Karena dalam APBD tahun 2015 tidak ada anggarannya,” katanya
Selin
itu lanjut, Agus, keberadaan pelabuhan itu merupakan otoritas pemerintah
provinsi jawa timur. ”Dua tahun lalu, yang memperbaiki pelabuan itu adalah
pemprov,” terangnya. (di/fa)

