» » Kemenag Tantang Dewan

Kemenag Tantang Dewan

Penulis By on Kamis, 19 Maret 2015 |



Sumenep,NewsDaerah – Belum dilakukan pemanggilan oleh Anggota DPRD Sumenep, terhadap Petinggi Kementrian Agama (Kemenag) setempat, ditanggapi serius. Bahkan Kemanag secara tegas mengaku akan memenuhi panggilan tersebut.
Hanya saja sampai saat ini masih belum ada pemanggilan. Sehingga, membuat Kemenag sendiri gerah. ”Komentarnya dewan itu katanya akan memanggil saya. Kok sampai saat ini masih belum ada,” kata Kepala Kemenag Sumenep Moh. Shodiq
Menurutnya, selama ini dirinya memang menunggu surat pemanggilan. Sebab, meskipun dana Aksioma tidak dikelola oleh kemenag, melainkan dikelola murni oleh KKM (Kelompok Kepala Madrasah), dirnya mengaku mempunyai bebban moral untuk mempertanggungjawabkannya.
”Kami memeng selama ini menunggu adanya surat
pemanggilan itu. Kalau miesalkan jadi, ya kami akan menjelasakan semuanya. Termasuk sisteem pengelolaan keuangan maupun pelaksanaan Aksioma itu sendiri,” terangnya
Menurutnya, membenarkan jika sebagian dana pelaksanaan kegitan Aksioma mengalir ke Kemenag. ”Memang ada yang mengalir ke Kemenag, tapi bukan berupa uang melainkan seragam. Yakni baju training,” katanya
Menurutnya, pihaknya juga akan menjelaskan adanya duagan mengalirnya dana Aksioma ke Kantor Kemenag. Sebab selama ini yang masuk ke kemeng sumenep bukan berbentuk uang melainkan berbentuk barang. Yakni baju training.
Baju training itu akan dipakai saat peserta lomba Aksioma di tingkat Provinsi Jawa Timur. ”Kan gak enak jika kasuknya ke lapangan tidak ada seragamnya. Soalnya pas dipanggil juga dengan warna seragamnya,” katanya
Sementara untuk pelaksaan kegiatan Aksioma ditingkat Provinsi Jatim, untuk tingkat MTs sudah selesai dilakukan beebrap hari yang lalu di daerah Kota Malang tepatnya di Batu. Sementara untuk tingkat MA masih belum dilakukan menunggu giliran. ”Saat ini pelaksaan Aksioma ditingkat kabupaten ditingkat MI (Madrasah Ibdidaiyah). Baru setelah itu juara satunya akan dikirim ketingkat Provinsi,” terangnya.
Aksioma merupakan ajang perlombaan yang dilakukan oleh KKM (Kelompok Kepala Madrasah) dibawah naungan Kemenag setiap satu kali dalam dua tahun. Adapun semua pembiyaan pelaksanaan Aksioma itu dibebankan kepada masing-masing lembaga sesuai jenjang pendidikan dibawah naungan Kemenag.
Di Sumenep, biaya setiap jenjang pendidikan berfariasi, tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebesar Rp 10 ribu persiswa sedangkan untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) sebesar Rp 16 ribu persiswa. Jadi, tanggungan setiap lembaga tidak sama sesuai jumlah siswanya.
Hanya saja adanya sumbangan yng bersifat wajib bagi lembaga yang mau berpartispasi dan juga lembaga yang tidak berpartisipasi itu, terus mendapatkan kritikan rajam dari sejumlah pihak. Sebab, dana tersebut rentan hanya dijadikan bancakan untuk mempertebal kantong pribadi saja.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi C DPRD Sumenep Moh. Imran mengatakan, meskipun dirinya masih belum mengetahu soal polemik yang terjadi antara Ponpes An-nuqayah Guluk-Guluk, dengan Kemnag Sumenep, namun dirinya mengaku sangat kecewa. Sebab, tindakan yang dilakukan oleh salah satu oknum kemanag dinilai telah menderai institusi yang ada.
”Prinsipnya kami masih belum tahu persisi persoalan itu, karena masih belum dapat laporan. Namun, jika benar kami sangat menyangkan. Maknya kami akan melakukan pemanggilan nantinya,” katanya.
Menurut Imran, pemanggilan yang akan dilakukan, itu sebagai langkah kongkrit dirinya selaku wakil rakyat di gedung parlemen. ”Kami akan memfasilitasi persolan itu, sehingga persolan yang sedang dialami tidak menjadi isu liar saja. Sehingga, persoaln yang sedang menyelimuti kedunya bisa segera diselesaikan,” terangnya.
Haya saja dirinya tidak bisa mementukan hari pemanggilan, sebab takut berbenturan dengan agenda internal Dewan. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons