» » Nasib Anggota DPRD Sumenep tinggal Menghitung Hari

Nasib Anggota DPRD Sumenep tinggal Menghitung Hari

Penulis By on Kamis, 05 Maret 2015 |

Sumenep, NewsDaerah – Pasca didemo puluhan  warga yang mengatasnamakan Forum Perjuangan Masyarakat Dapil (FPMD) II Sumenep beberapa waktu lalu, posisi Jonaidi di DPRD Sumenep semakin tidak menguntungkan. Anggota Dewan dari Partai Gerindra itu, terncam di PAW dan diganti posisinya oleh kader partainya yang lain, yang dinilai layak dan mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Sesuai surat yang dilayangkan warga ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep, posisi yang bersangkutan sudah kami pertimbangkan, kemungkina besar yang bersangkutan akan di ganti atau di PAW, Cuma kami menunggu surat keterangan dari dokter yang menangani penyakitnya, bila positif tidak akan sembuh, kami akan melayangkan surat ke partainya agar dilakukan PAW,” kata Hozaini Adzim, Wakil Ketua BK DPRD Sumenep, Kamis (5/3/2015).
Meski perjuangan Jonaidi, cukup tinggi agar tidak
di PAW oleh partainya dan tetap menjadi anggota dewan. Beliau berusaha mengikuti sidang paripurna meski harus dipapah, dan aktif  masuk ke kantor dewan diantar oleh anggota keluarganya.
Tapi karena tuntutan masyarakat cukup tegas agar yang bersangkutan di PAW, BK DPRD Sumenep tidak berdaya dan harus mengambil kebijakan. Jonaidi, dinyatakan bakal  di PAW setelah dokter yang merawatnya menyatakan penyakit yang dideritanya tidak akan sembuh, selanjutnya BK akan melayangkan surat pada partai pengusungnya, supaya yang bersangkutan di PAW.
 “Masalah anggota dewan stroke, kami sudah berkordinasi dengan Biro hukum Provinsi Jawa Timur, dan kami diperbolehkan memberhentikan yang bersangkutan, bila kondisinya tidak memungkinkan, kan syarat menjadi anggota dewan sudah jelas, yakni sehat rohani dan jasmani,”tegasnya.
Sementara Syaiful Haris, Bendahara DPC Partai Gerindra Sumenep, mengaku tidak akan gegabah mem PAW kadernya yang menderita stroke di parlemen. Pihaknya akan terus memantau kondisi kesehatan yang bersangkutan, serta terus berkordinasi dengan sesama pengurus dan kader partai.
Namun begitu, pihaknya bukan menutup mata terhadap kondisi kesehatan Jonaidi, yang semakin hari semakin kritis. Tapi pihaknya juga tidak boleh serta merta mem PAW kadernya yang sedang dilanda musibah.
“Dalam hal ini kami tidak mau gegabah memutuskannya, apalagi yang bersangkutan sedang dilanda musibah, jadi kami masih menungu perkembangan kesehatan yang bersangkutan, sebelum memutuskan PAW pada yang bersangkutan,” kata Syaiful Haris, Bendahara DPC Partai Gerindra Sumenep.
Dikatakan, untuk melakukan PAW atau memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya, tidaklah sulit, hanya saja pertimbangannya harus matang dan penuh perhitungan. Bahkan pengurus DPC Gerindra Sumenep terus berkordinasi antar pengurus dengan kader partai, sebelum memutuskan persoalan tersebut, namun hasilnya masih menunggu pertimbangan ketua DPC untuk membuat keputusan.
“Kami sebagai pengurus partai tidak tinggal diam melihat persoalan itu, namun perlu diketahui bahwa keputusan berda ditangan ketua, kalau ketua memutuskan tunggu ya kita tunggu, mungkin tidak lama kok,”pungkasnya. (din/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons