» » Kungker, Untuk Meningkatkan Kualitas Kenerja

Kungker, Untuk Meningkatkan Kualitas Kenerja

Penulis By on Senin, 30 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Kunjungan Kerja (Kungker) yang dilakukan oleh semua Anggota DPRD Sumenep, bukannya tanpa arah dan tujuan yang jelas. Dimana kungker yang dilakukan itu, baik oleh setiap komosi, dari Komisi I, II, II sampai Komisi IV bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kerja sebagai wakil rakyat.
Salah satunya kunjungan Komisi II beberapa hari lalu melakukan Kungker ke kantor DPRD Samarinda yang membahas soal Raperda Tentang Tanggung Jawab Sosial Perusaan atau yang disebut dengan corporate social responsibility (CSR). Itu dilakukan guna untuk memperkaya ilmu sesuai bidang dari komisi yang dipimpinnya tersebut.
Kunjungan kerja untuk studi banding memang diperlukan untuk meningkatkan kualitas kinerja. Sehingga anggota dewan dalam melaksanakan tupoksinya
semakin baik kedepannya,” kata Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma.
Menurut politisi partai kebangikatan bangsa (PKB) itu, pelaksanaan kunker dinilai sangat penting dilakukan. Sebeb, hasil kunker yang dilakukan bisa menjadi poin indikator pembanding. ”Sebelum kami merumuskan pelaksanaan kunker itu, kami terlebih dahulu mengkaji, dan merumuskan agenda yang akan dilakukan. Jika kajian itu tidak atas kepentingan rakyat, kami pastikan tidak akan dilakukan,” terangnya
Dicontohkah, pelaksanaan kunker yang dilakukan Komisi II beberpa hari yang lalu ke Samarinda, itu untuk membahas soal CSR. Sebab, kota Samarinda dilihat dari sektor migas sangat bagus.
”Jadi, kami tidak asal-asalan dalam melakukan kungker. Sesuai PP (Peraturan Presiden), pelaksanaan kunker itu hanya diperbolehkan dilakukan sebanyak depalan kali dalam satu tahun,” ungkapnya. Apalagi kami sudah tahu pos mana yang bisa kami lewati atau pos yang tidak bisa silakukan.
”Kami sudah sangat faham, ini warna hijau yang harus dilakukan, ini warna kuning dan mana warna merah yang harus dihindari,” tegasnya.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam mengatakan, kunjungan yang dilakuka itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat sumenep. Sebab, daerah tujuan tersebut dinilai sangat tepat untuk menimba ilmu.
Selain karena penataan adminitrasi soal migas utamanya soal CSR sudah mapan, juga letak giografisnya tidak jauh berbeda dengan Kabupaten Sumenep. Yaitu mempunyai kandungan migasnya sangat tinggi.
”Untuk pembahasan hasil kunker itu, yakni raperda tentnag CSR sudah masuk dalam Prolegda tahun 2015. Bahkan saat ini menjadi agenda prioritas untuk segera diselesaikan,” katanya.
Menurtunya, pengkajian Raperda CSR tersebut sudah hampir selesai. Bahkan saat ini raperda CSR tersebut sudah dilakukan kajian akedemik di Brawijaya Surabaya.
Alasan Brawijaya sebagai tempat melakukan kajian akademik terhadap raperda CSR karena Brawijawa memiliki banyak dosen yang paham tentang migas dan profesor hukum tataniaga.
”Di sana ada beberapa dosen yang menurut kami ahli, yang tahu persis soal migas, ada profesor hukum tata niaga dan disana ada banyak dosen yang pengalaman,” terangnya.
Legislator muda itu menghimbau agar semua elemen bersabar dan memasrahkan proses penyelesaian raperda CSR pada dirinya. Sehingga, apabila raperda tersebut terselesaikan, bisa membuat rakyat sumenep nyaman dan aman. ”Kami sangat optimis, raperda ini alam kurun waktu beebrpa bulan lagi sudah selesai. Kami berjanji tahun ini dipastikan selesai,” tukasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons