Sumenep, NewsDaerah – Anggaran pembangunan dan perbaikan Tambat
Labuh (bantaran perahu) tahun 2015 mencapai Rp 1 miliar lebih. Anggaran
tersebut diambilkan dari dana APBD (Anggaran Pendapatan Belaja Daerah) tahun
2015.
Informasinya, anggaran miliaran rupiah itu
akan dialokasikan di sembilan titik yang berada di daerah kepuluan seumenep.
Diantaranya, satu titik Tambat Labuh di Desa Kombang, Kecamatan Talango, dengan
anggaran Rp 100 juta, satu titik Desa Raja Nangger Kangean dengan anggaran Rp
75 juta, Desa Bringsang, Kecamatan Gili Genting, sebanyak satu titik dengan
anggaran Rp 100 juta, dan satu titik di desa Desa Sokorami, Kecamatan
Nunggunong, Pulau Sepudi dengan anggaran Rp 200 juta.
Selain itu, pembanguan atau perbaikan Tambat
Labuh Kecamtan/Kepuluan Sapeken
sebanyak empat titik, yakni di Pulau Paliat
terdapat dua titik, yakni Dusun Paja Nasem, Desa Saubi, sebanyak satu titik
dengan anggaran Rp 100 juta, Desa Paliat sebanyak satu titik dengan
anggaransebesar Rp 100 juta. Sementara di Desa Sapuntan mendaptkan satu titik
dengan anggaran Rp 133 juta dan pulau Sepanjang mendapat satu titik dengan
anggran Rp 100 juta.
”Memang saat ini kami tengah memperjuangkan
pembangunan tambat labuh atau dermaga. Pada tahun 2015 ini pembanguan dermaga
khusus daerah kepuluan ada sembilan titik, dan itu sudah dianggarakan dalam
APBD,” kata Ketua Komisi C DPRD Sumenep, Dul Siam.
Menurutnya, Pembangunan dermaga itu dimaksudkan
sebagai salah satu langkah kongkrit pemerintah sumenep dalam menunjang
perekonomian masyarakat, utamanya bagi warga kepulauan.
”Adanya dermaga ini tentunya bisa mendongkrak
peningkatan ekonomi. Karena dermaga merupakan salah satu alat untuk mempermudah
akses dalam berintraksi dengan warga yang lain. Sehingga pada akhirnya roda
perekonomian warga menjadi lancar,” terangnya.
Banyaknya pembanguan yang telah diperjuangkan oleh
pihak legislatif itu, dihimbau agar satker terkait yakni Dinas Perhubungan
(Dishub) agar mengelola angagran itu dengan profesional. Baik saat melakukan
penunjukan maupun dalam saat melakukan pengawasan dalam pelaksaannya mendatang.
”Kami sangat tidak mengingkan adanya anggaran itu
sampai terjadi kejanggalan. Apalgi sampai ada indikasi penyelewengan,” kata
Anggota Komisi C DPRD Sumenep Indra Wahyudi.
Kepala Dishub Sumenep Moh. Fadillah melalui Kepala
Bidang sarana dan prasarana (Saropras) Dishub Sumenep, Agustiono Sulasno
membenarkan anggaran untuk pembanguan dan perbaikan Tambat Labuh seangat besar.
Hanya saja pembangian anggran tersebut disesuikan dengan kebutuhan yang ada.
”Kalau pekerjaannya dilakukan dengan penunjukan,
karena anggarannya dibawah 200 ratus juta. Setiap anggran itu akan digunakan
untuk pembanguan maupun perbaikan bntaran perahu,” terangnya
Ditanya soal langkah yang akan dilakukan untuk
meminimalisir terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaannya nanti, pihaknya
mengaku akan melakukan pengawasan dengan inten.
Bahkan pengawasan yang akan dilakukan itu tidak hanya
melibatkan internal Dishub, melainkan juga dari pihak konsultan. ”Kalau dari
segi pengawsan, saya kira tetap akan maksimal. Karena selain konsultan, juga
internal kami akan melakukan pengawasan. Bahkan, juga inspektorat nantinya akan
ikut andil didalamnya,” terangnya.
Bahkan pihaknya mengaku tidak akan main-main, jika
dalam pekerjaan indikasi melanggar petunjuk tekhnis yang ada, pihaknya kan memberikan
sanksi tegas sesui peratuan yang ada. ”Ini kan pasti diperiksa oleh
inspektorat. Jadi, tidak mungkin lah ada pelanggaran,” tukasnya. (di/fa)

