» » Anggaran Tambat Labuh Besar

Anggaran Tambat Labuh Besar

Penulis By on Senin, 30 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Anggaran pembangunan dan perbaikan Tambat Labuh (bantaran perahu) tahun 2015 mencapai Rp 1 miliar lebih. Anggaran tersebut diambilkan dari dana APBD (Anggaran Pendapatan Belaja Daerah) tahun 2015.
Informasinya, anggaran miliaran rupiah itu akan dialokasikan di sembilan titik yang berada di daerah kepuluan seumenep. Diantaranya, satu titik Tambat Labuh di Desa Kombang, Kecamatan Talango, dengan anggaran Rp 100 juta, satu titik Desa Raja Nangger Kangean dengan anggaran Rp 75 juta, Desa Bringsang, Kecamatan Gili Genting, sebanyak satu titik dengan anggaran Rp 100 juta, dan satu titik di desa Desa Sokorami, Kecamatan Nunggunong, Pulau Sepudi dengan anggaran Rp 200 juta.
Selain itu, pembanguan atau perbaikan Tambat Labuh Kecamtan/Kepuluan Sapeken
sebanyak empat titik, yakni di Pulau Paliat terdapat dua titik, yakni Dusun Paja Nasem, Desa Saubi, sebanyak satu titik dengan anggaran Rp 100 juta, Desa Paliat sebanyak satu titik dengan anggaransebesar Rp 100 juta. Sementara di Desa Sapuntan mendaptkan satu titik dengan anggaran Rp 133 juta dan pulau Sepanjang mendapat satu titik dengan anggran Rp 100 juta.
”Memang saat ini kami tengah memperjuangkan pembangunan tambat labuh atau dermaga. Pada tahun 2015 ini pembanguan dermaga khusus daerah kepuluan ada sembilan titik, dan itu sudah dianggarakan dalam APBD,” kata Ketua Komisi C DPRD Sumenep, Dul Siam.
Menurutnya, Pembangunan dermaga itu dimaksudkan sebagai salah satu langkah kongkrit pemerintah sumenep dalam menunjang perekonomian masyarakat, utamanya bagi warga kepulauan.
”Adanya dermaga ini tentunya bisa mendongkrak peningkatan ekonomi. Karena dermaga merupakan salah satu alat untuk mempermudah akses dalam berintraksi dengan warga yang lain. Sehingga pada akhirnya roda perekonomian warga menjadi lancar,” terangnya.
Banyaknya pembanguan yang telah diperjuangkan oleh pihak legislatif itu, dihimbau agar satker terkait yakni Dinas Perhubungan (Dishub) agar mengelola angagran itu dengan profesional. Baik saat melakukan penunjukan maupun dalam saat melakukan pengawasan dalam pelaksaannya mendatang.
”Kami sangat tidak mengingkan adanya anggaran itu sampai terjadi kejanggalan. Apalgi sampai ada indikasi penyelewengan,” kata Anggota Komisi C DPRD Sumenep Indra Wahyudi.
Kepala Dishub Sumenep Moh. Fadillah melalui Kepala Bidang sarana dan prasarana (Saropras) Dishub Sumenep, Agustiono Sulasno membenarkan anggaran untuk pembanguan dan perbaikan Tambat Labuh seangat besar. Hanya saja pembangian anggran tersebut disesuikan dengan kebutuhan yang ada.
”Kalau pekerjaannya dilakukan dengan penunjukan, karena anggarannya dibawah 200 ratus juta. Setiap anggran itu akan digunakan untuk pembanguan maupun perbaikan bntaran perahu,” terangnya
Ditanya soal langkah yang akan dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaannya nanti, pihaknya mengaku akan melakukan pengawasan dengan inten.
Bahkan pengawasan yang akan dilakukan itu tidak hanya melibatkan internal Dishub, melainkan juga dari pihak konsultan. ”Kalau dari segi pengawsan, saya kira tetap akan maksimal. Karena selain konsultan, juga internal kami akan melakukan pengawasan. Bahkan, juga inspektorat nantinya akan ikut andil didalamnya,” terangnya.
Bahkan pihaknya mengaku tidak akan main-main, jika dalam pekerjaan indikasi melanggar petunjuk tekhnis yang ada, pihaknya kan memberikan sanksi tegas sesui peratuan yang ada. ”Ini kan pasti diperiksa oleh inspektorat. Jadi, tidak mungkin lah ada pelanggaran,” tukasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons