» » Anggaran Pembangunan Bandara di Kepuluan Sedot APBD Rp 10 M

Anggaran Pembangunan Bandara di Kepuluan Sedot APBD Rp 10 M

Penulis By on Senin, 30 Maret 2015 |



   Sumenep, NewsDaerah – Anggaran pembanguan bandara di Kepuluan Kangean, Sumenep, menelan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) sebesar Rp 10 miliar lebih. Dana tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan dan juga untuk membangun sarana dan prasarana bandara.
Besaran anggaran yang telah didok beberpa bulan yang lalu, salah satunya akan dipergunakan untuk pemebasan seluas 100 meter kali 1017, selain itu juga untuk pembangunan landasan (runway) dan untuk pemasangan pagar diwilayah ranway.
”Memang anggrannya sangat besar, karna buka hanya untuk pengadaan tanah saja, melainkan juga untuk pengadaan sarana dan prasarana yang lain, termasuk
pengerasan bandara nantinya,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Hadi Soetarto.
Sementara lokasi yang akan dibanguan bandara yakni di Desa Paseraman, Kecamatan Kangean.  Sebagai persiapan awal untuk merealisaskian transportasi udara jurusan kepuluan itu, semua jalan menuju akses bandara sudah mulai diperbaiki. ”Kalau jalannya sudah sejak tahun 2014 lalu diperbaiki. Perbaikian itu dilakukan oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum) Bina Marga,” terangnya.
  Dikatakan, pembanguan badandara di kepualuan itu, sebagai salah satu uapaya pemerintah sumenep untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi warga kepuluan. Selin itu, daerah kepuluan mempunyai potensi yang melimpah dibandingkan daerah dartan sumenep.
"Ini merupkan uapaya pemerintah untuk mengembangkan rute penerbangan Sumenep-Kepulauan. Kalau tidak ada halangan, pembangunan bandara tahun ini sudah selesai,” tegasnya.
Mantan Kepala Bappeda Sumenep itu mengatakan, jika bandara di Kepuluan/Kangean itu sudah selesai, maka rute penerbangan bandra trunojoyo akan lebih luas. Yakni Sumenep-Surabaya, Sumenep-Bawean, Sumenep-Kangean.
”Untuk pesawatnya menggunakan pesawat Cessna Grand Caravam milik maskapai Susi Air. Karena itu yang memenangkan tendernya,” terang Atok sapaan akrabnya Hadi Soetarto.
Sementara untuk harga tiket semua jurusan dipastikan lebih murah dibadingkan dibandingkan dengan harga maskapai yang lain. ”Karena untuk harga tiketnya ada subsidi dari pemerintah, maka semua jurusan hanya Rp 150 ribu perorang,” tandasnya.
Anggtoa Komisi III DPRD Sumenep Indra Wahyudi menghimbau agarpekerjaan tersebut dilakukan dengan profesional. Sebab, jika tidak maka rencana penerbangan Sumenep-Kangean, bisa dipastikan gagal.
Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau agar Dishub selaku pengelula anggaran selalu proaktif mengawasi pekerjaan tersebut. Sehingga, rekanan dalam melakukan pekerjaan tidak dilakukan asal-asalan. ”Yang jelas kalau pekerjaanya dilakukanasal-asalan, bisa dipastikan hasilnya tidak akan baik dan juga tidak bisa tahan lama. Kalau itu terjadi, maka perushaan masih akan mikir dua kali untuk melakukan penerbangan ke daerah kanegan,” tukas Yudi sapaan akrabnya Indra Wahyudi. (di/fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons