Sumenep, NewsDaerah
– Anggaran pembanguan bandara di Kepuluan Kangean, Sumenep, menelan APBD
(Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) sebesar Rp 10 miliar lebih. Dana tersebut
akan digunakan untuk pembebasan lahan dan juga untuk membangun sarana dan
prasarana bandara.
Besaran anggaran yang telah didok beberpa
bulan yang lalu, salah satunya akan dipergunakan untuk pemebasan seluas 100 meter kali 1017, selain itu juga untuk pembangunan
landasan (runway) dan untuk pemasangan pagar diwilayah ranway.
”Memang anggrannya sangat besar, karna buka
hanya untuk pengadaan tanah saja, melainkan juga untuk pengadaan sarana dan
prasarana yang lain, termasuk
pengerasan bandara nantinya,” kata Sekretaris
Daerah Kabupaten (Sekdakab) Hadi Soetarto.
Sementara lokasi yang akan dibanguan bandara
yakni di Desa Paseraman, Kecamatan Kangean. Sebagai persiapan awal untuk merealisaskian
transportasi udara jurusan kepuluan itu, semua jalan menuju akses bandara sudah
mulai diperbaiki. ”Kalau jalannya sudah sejak tahun 2014 lalu diperbaiki.
Perbaikian itu dilakukan oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum) Bina Marga,” terangnya.
Dikatakan, pembanguan badandara di kepualuan
itu, sebagai salah satu uapaya pemerintah sumenep untuk memberikan pelayanan
yang optimal bagi warga kepuluan. Selin itu, daerah kepuluan mempunyai potensi
yang melimpah dibandingkan daerah dartan sumenep.
"Ini merupkan uapaya pemerintah untuk
mengembangkan rute penerbangan Sumenep-Kepulauan. Kalau tidak ada halangan,
pembangunan bandara tahun ini sudah selesai,” tegasnya.
Mantan Kepala Bappeda Sumenep itu mengatakan, jika
bandara di Kepuluan/Kangean itu sudah selesai, maka rute penerbangan bandra
trunojoyo akan lebih luas. Yakni Sumenep-Surabaya, Sumenep-Bawean,
Sumenep-Kangean.
”Untuk pesawatnya menggunakan pesawat Cessna Grand Caravam
milik maskapai Susi Air. Karena itu yang memenangkan tendernya,” terang Atok
sapaan akrabnya Hadi Soetarto.
Sementara untuk harga tiket semua jurusan dipastikan
lebih murah dibadingkan dibandingkan dengan harga maskapai yang lain. ”Karena
untuk harga tiketnya ada subsidi dari pemerintah, maka semua jurusan hanya Rp
150 ribu perorang,” tandasnya.
Anggtoa Komisi III DPRD Sumenep Indra Wahyudi
menghimbau agarpekerjaan tersebut dilakukan dengan profesional. Sebab, jika
tidak maka rencana penerbangan Sumenep-Kangean, bisa dipastikan gagal.
Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau agar Dishub selaku
pengelula anggaran selalu proaktif mengawasi pekerjaan tersebut. Sehingga,
rekanan dalam melakukan pekerjaan tidak dilakukan asal-asalan. ”Yang jelas
kalau pekerjaanya dilakukanasal-asalan, bisa dipastikan hasilnya tidak akan
baik dan juga tidak bisa tahan lama. Kalau itu terjadi, maka perushaan masih
akan mikir dua kali untuk melakukan penerbangan ke daerah kanegan,” tukas Yudi
sapaan akrabnya Indra Wahyudi. (di/fa)

