» » Banyak Beredar Isu Miring, Polres Sumenep Gencar Gelar Sosialisai

Banyak Beredar Isu Miring, Polres Sumenep Gencar Gelar Sosialisai

Penulis By on Senin, 30 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Berhembusnya isu miring terkait kenerja petugas Satuan lalu luntas (Satlantas) Polres Sumenep saat melakukan razia sampai ke ruamah-rumah penduduk mendapat, mendaptakn tanggapan serius dari kasat lantas polres sumenep AKP Musa Bachktiar.
            Bahkan dirnya membantah keras isu miring tersebut dan dirinya berani bersumpah jika anak buahnya tidak pernah berbuat seperti itu. ”Demi Allah anggota kami tidak pernah melakukan hal seperti itu, kalau pengendara ketakutan melihat anggota kami dilapangan, dan lari ke rumah penduduk memang ada, tapi bukan anggota kami yang mengejar ke rumah pendududuk, melainkan pemilik rumahnya yang berteriak-teriak minta tolong, karena ada orang tak dikenal masuk rumahnya,” dalihanya.
            Menurtnya, petugas tidak mungkin melakukan pengejaran
jika pengendara selama pengendara tidak melanggar peraturan lalu lintas. Speerti memiliki surat-surat kendaraan baik STNK (Surat Tranda Kendaraan Bermotor) maupun SIM (Surat Ijin Mengemudi).
            Ditanya soal keluhan warga yang mengatakan proses pembuatan sim terlalu silit, dirinya juga membatah. Bahkan pihaknya tidak pernah mempersulit warga yang hendak membuat sim.
            ”Kemungkinan besar, yang mengaku silit pembuatan sim itu, karena warga masih belum faham soal metode dan teori pembuatan sim itu sendiri,” terangnya
            Oleh sebab itu, pihaknya kedepan akan memfasilitasi warga membeirkan pemahaman, yakni dengan cara mengikuti bimbingan belajar (Bimbel) yang akan digelar di berbagai kecamatan maupun di tingkat desa, dengan begitu masyarakat akan mudah dan cepat memperoleh SIM.
”Insyaallah awal April kita akan menggelar sosialisasi polantas masuk desa, jadi bagi masyarakat yang ngin membuat SIM tidak perlu risau, tinggal ikut bimbel satu atau dua kali, insyaallah mereka lulus tes pembuatan SIM,” ungkapnya
Sedangkan desa yang menjadi prioritas sosialisasi polantas masuk desa, adalah Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, Desa Dasuk Tmur, Kecamatan Dasuk, Desa Kertasada, Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget. Sedangkan enam deesa lainnya, yakni Desa Tenunan, Desa Gunung Kembar, Desa Lalangon, Kecamatan Manding, dan Desa Peberasan, Desa Parsanga, dan Gedungan, Kecamatan Kota.
Menurutnya, sosialisasi polantas masuk desa amat penting dan perlu dilakukan hingga ke pelosok desa agar masyarakat yang belum memiliki SIM dan berminat memiliki SIM, bisa ikut program tersebut. Sehingga ketika masyarakat mau mendaftar untuk membuat SIM, tidak perlu ribet lagi, karena semua materi sudah dipaparkan dalam bimbel.
Selain itu, pihaknya akan menggandeng semua pihak untuk mensukseskan program tersebut, polantas akan bekerja sama dengan pihak kecamatan atau dengan pihak desa, yang membawahi langsung masyarakat dibawah. Dengan begitu program sosialisasi polantas masuk desa benar-benar tercapain, dan masyarakat memahami betul tata cara berlalulintas yang baik dan benar.
Sedangkan materi sosialisasi yang akan diberikan pada masyarakat meliputi, pengetahuan tentang rambu-rambu lalulintas, etika berlalulintas, dan tata cara berlalulintas yang baik serta benar. Selain itu, peserta sosialisasi juga akan diajari teknik mengemudi yang aman baik pada dirinya sendiri, maupun pada orang lain.
Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep, Farki Praseno, juga menyesalkan isu yang sangat menyesatkan bagi masyarakat itu. Tudingan yang sangat menyudutkan posisi polantas Sumenep itu, sudah diluar batas kewajaran dan sangat tidak manusiawi.
”Isu yang dihembuskan oknum terkait kinerja polantas Sumenep, sungguh sangat tidak manusiawi dan diluar batas kewajaran, dan tudingan seperti benar-benar sebuah fitnah yang mengadu domba,” kata Farki Praseno.
Bahkan tidak hanya polantas yang disudutkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, termasuk juga dirinya sebagai ketua AKD, tidak luput dari sasaran adu domba. Beruntung persolan antara AKD dengan polantas segera bisa diselesaikan, sehingga tidak sampai meruncing dan meluas kemana-mana.
Ditanya soal program polantas  yang ingin melakukan sosialisasi polantas masuk desa ke pelosok-pelosok, pihaknya menyambut positif program tersebut. Bahkan pihaknya akan mendukung penuh kegiatan tersebut, serta akan mengkampanyekan program tersebut, setiap kali ada pertemuan AKD di tinggkat kecamatan.
Sehingga semua desa yang ada di Kabupaten Sumenep, turut serta ambil bagian dalam pelaksanaan program sosialisasi polantas masuk desa, serta memperoleh ilmu dari program tersebut. Dengan program tersebut, masyarakat bisa memahami dan mengetahui betul penerapan Undang-Undang No 29 tahun 2009 tentang etika berlalulintas.
”Saya sangat mendukung program polantas masuk desa, dan saya akan membantu suksesnya pelaksanaan acara tersebut, karena acara tersebut amat penting dan sangat berguna bagi masyarakat,” pungkasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons