» » Warga Gili Raja Ancam Demo PT. Santos

Warga Gili Raja Ancam Demo PT. Santos

Penulis By on Senin, 30 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Sejumlah warga Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, yang tergabung dalam Pergerakan Pemuda dan Masyarakat Gili Raja (P2M2) mengancam akan turun jalan apabila alokasi dana CD (nacommunity development) PT Santos yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Kecamatan (Pokmascam) setempat, tidak dialokasikan pada pembanguan listrik di empat desa pulau Gili Raja tersebut.
Informasinya, dana CD PT Santos yang diberikan kepala warga melalui Pokmascam setiap tahunnya hampair mencapai Rp 2 miliar. Rinciannya setiap desa, yakni Desa Lombang, Banbaru, Banjate dan Dasa Banmaleng masing-masing desa mendapatkan dana sebesar Rp 250 juta, sedangkan dana CD yang dikelola oleh Pokmascam sebesar Rp 80 juta.
Hanya pengalokasian dana miliaran rupiah
setiap tahunnya dinilai tidak memberikan manfaat bagi warga setempat. Pasalnya, realisasinya hanya untuk penanaman bibit cemara udang dan bibit kelapa.
”Ynag jelas kalau realisasi penggunaan dana CD PT Santos hanya seperti dahulu, kami sangat kecewa. Karena sangat jauh dari harpan masyarakat. Makanya jangan salah salahkan kami jika kami samapai turun jalan nantinya,” kata Koordinator P2M2 Syaiful Anang.
Menurutnya, masyarakat Gili Raja saat ini tidak membutuhkan penanaman bibit cemara atau bibit kelapa, melankan masyarakat membuthkan penerangan. Sehingga, dirinya mewakili masyarakat berharap agar penggunaan dana CD PT Santos tahun 2015 ini diperuntukkan penerangan.
”Ini yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karnea kalau hanya mengandalkan anggran dari APBD, penerangan di Gili Raja sangat sulit untuk tercapai,” terangnya.
Menurut Syaiful, kebutuhan dana untuk penerangan diempat desa itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 17 miliar. Sementara kemampuna APBD (Anggran Pendapatan Belanja Daerah) pada tahun 2014 hanya Rp 1,4 dan dianggarkan kembali pada tahun 2015 seebsar Rp 1,6 miliar. Jadi anggaran saat ini untuk listrik di Gili Raja masih mencapai Rp sekitar Rp 3 milar.
”Bukannya kami suudzdan terhadap pemerintah daerah, tapi kalau setiap tahunnya hanya dianggarkan Rp 1,6, maka penerangan di Gili Raja masih membutuhkan waktu sekitar 10 tahun lagi,” terangnya.
Oleh sebab itu, dirinya mewakili seluruh masyarakat Gili Raja meminta agar PT. Santos mengalokasikan dana CD ang dikeluarkan untuk pembanguan percepatan listrik. ”Itu harapan kami, karena masyarakat sanga membutuhkan,” tegasnya.
Humas PT. Santos Hedy masih belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif.
Terpisah Camat Gili Genting Amirul Muslimin mengatakan, biasanya sebelum melakukan realisasi, pihaknya masih melakukan koordinasi dnegan sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Sehingga adanya bantuan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. ”Realisasi CD itu sudah melalui rapat dengan kepala desa,” tukasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons