Sumenep, NewsDaerah
– Sejumlah warga Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, yang tergabung dalam
Pergerakan Pemuda dan Masyarakat Gili Raja (P2M2) mengancam akan turun jalan
apabila alokasi dana CD (nacommunity
development) PT
Santos yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Kecamatan (Pokmascam) setempat,
tidak dialokasikan pada pembanguan listrik di empat desa pulau Gili Raja
tersebut.
Informasinya,
dana CD PT Santos yang diberikan kepala warga melalui Pokmascam setiap tahunnya
hampair mencapai Rp 2 miliar. Rinciannya setiap desa, yakni Desa Lombang,
Banbaru, Banjate dan Dasa Banmaleng masing-masing desa mendapatkan dana sebesar
Rp 250 juta, sedangkan dana CD yang dikelola oleh Pokmascam sebesar Rp 80 juta.
Hanya
pengalokasian dana miliaran rupiah
setiap tahunnya dinilai tidak memberikan
manfaat bagi warga setempat. Pasalnya, realisasinya hanya untuk penanaman bibit
cemara udang dan bibit kelapa.
”Ynag
jelas kalau realisasi penggunaan dana CD PT Santos hanya seperti dahulu, kami
sangat kecewa. Karena sangat jauh dari harpan masyarakat. Makanya jangan salah
salahkan kami jika kami samapai turun jalan nantinya,” kata Koordinator P2M2
Syaiful Anang.
Menurutnya,
masyarakat Gili Raja saat ini tidak membutuhkan penanaman bibit cemara atau
bibit kelapa, melankan masyarakat membuthkan penerangan. Sehingga, dirinya
mewakili masyarakat berharap agar penggunaan dana CD PT Santos tahun 2015 ini
diperuntukkan penerangan.
”Ini
yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karnea kalau hanya mengandalkan anggran
dari APBD, penerangan di Gili Raja sangat sulit untuk tercapai,” terangnya.
Menurut
Syaiful, kebutuhan dana untuk penerangan diempat desa itu membutuhkan anggaran
sebesar Rp 17 miliar. Sementara kemampuna APBD (Anggran Pendapatan Belanja
Daerah) pada tahun 2014 hanya Rp 1,4 dan dianggarkan kembali pada tahun 2015
seebsar Rp 1,6 miliar. Jadi anggaran saat ini untuk listrik di Gili Raja masih
mencapai Rp sekitar Rp 3 milar.
”Bukannya
kami suudzdan terhadap pemerintah daerah, tapi kalau setiap tahunnya hanya
dianggarkan Rp 1,6, maka penerangan di Gili Raja masih membutuhkan waktu sekitar
10 tahun lagi,” terangnya.
Oleh
sebab itu, dirinya mewakili seluruh masyarakat Gili Raja meminta agar PT.
Santos mengalokasikan dana CD ang dikeluarkan untuk pembanguan percepatan
listrik. ”Itu harapan kami, karena masyarakat sanga membutuhkan,” tegasnya.
Humas
PT. Santos Hedy masih belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon
selulernya tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif.
Terpisah Camat Gili Genting Amirul Muslimin
mengatakan, biasanya sebelum melakukan realisasi, pihaknya masih melakukan
koordinasi dnegan sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Sehingga
adanya bantuan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. ”Realisasi
CD itu sudah melalui rapat dengan kepala desa,” tukasnya. (di/fa)

