Sumenep, NewsDaerah – Kelompok
Kepela Madrasah (KKM) Sumenep, mempertanyakan realisasia pencairan bantuan bagi
guru kontrak yang bertugas di lembawa swasta tahun anggran 2014. Pasalnya
hingga saat ini bantuan tesebut masih belum kelar dicairkan oleh pemerintah
daerah.
”Kami tidak
mengerti kapan pemerintah akan mencairkannya. Padahal, pemberkasannya sudah
dilakukan pada akhir tahun 2014 lalu,” kata Ketua KKM MI Sumenep, Hevni.
Bantuan guru
kontrak, merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah daerah
sejak beberapa tahun yang lalu. Tujuannya membantu mensejahterakan para guru
yang bertugas di sekolah swasta, mulai dari tingkat Raudlatul Adfal (RA), Taman
Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar Islam (SDI),
Madrasah Ibdidaiyah (MI), Madrasah
Tasnawiyah (MTs) dan juga Madrasah Aliyah (MA).
Informasinya, setiap
lembaga swasta yang menerima bantuan itu hanya satu tenaga pendidik. Sementara
nominal yang diterima setiap bulan sebesar Rp 150 ribu. ”Biasanya dicairkan
satu kali dalam satu tahun. Jadi, setiap lembaga menerima tunjangan sebesar Rp
1.800.000,” terang Hevni.
Pria asal Kecamatan
Lenteng itu mengatakan, meskipun anggara setiap lembanga dinilai sangat kecil,
namun saat dijumlah dengan banykanya sekolah swasta di Kabupaten Sumenep yang
berjumlah sekitar 1.816 sekolah swasta, rinciannya MI 538 lembaga, MTs
sebanyak 307 lembaga, MA
sebanyak 138 lembanga, TK sebanyak 249 lembaga dan RA sebanyak 569 lembanga, bantuan tersebut mencapai miliaran rupiah. Danan tersebut
diambilkan dari dana APBD (Anggran Pendaptan Belanja Daerah) tahun anggaran
2014.
”Kami sadari, jika
tidak semua sekolah swasta mendapatkan. Tapi kami kami yakin 60 persen sekolah
swasta pasti dapat,” terangnya.
Sedangkan yang
mengelola dana teresbut adalah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. ”Sistem
pencairannya tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, jika tahun sebelumnya
ditangangi oleh BKPP (Pelayanan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan). Tapi tahun ini melalui Disdik,” ungkapnya.
Lebih lanjut Hevni mengatakan,
belum dicairkannya hingga hampir memasuki pertengahan tahun 2015 saat ini, diduga
karena dipermainkan oleh salah satu oknum yang tidak bertanggungjawab.
Permainan yang
dimaksud, salah satunya dengan cara di depositokan dengan maksud untuk diambil hasilnya.
”Ini sudah diluar kontek biasanya, tahun-tahun sebelumnya pencairannya tidak
pernah lamban seperti tahun ini. Apa mungkin anggaran itu saat ini sudah hangus
atau memang dihasnguskan?,” curiganya.
Kendati demikian,
meskipun dirinya tidak termasuk penrima, berharap agar pemerintah untuk segera
melakukan pencairan. Pasalnya, dana itu sangat ditunggu oleh sejumlah guru
penerima.
Sayangnya Kepala
Disdik Sumenep A. Shadik masih belum bisa memberikan kejelasan. Sebab, saat hendak dikonfirmasi di tempat kerjanya, pihaknya sedang tidak ada. ”Tidak
ada mas, tidak tahu kemana,” kata salah satu stafnya.
Demikian pula
dengan Kepala Bidang Ketenagaan dan Kepengawasan Disdik Sumenep Hidayat tidak ada ditempat kerjanya.
Informasinya sedang menghadiri salah satu acara di Gedung Korpri setempat. (DI/FA)

