» » KKM Pertanyakan Realisasi Bantuan Guru Kontrak

KKM Pertanyakan Realisasi Bantuan Guru Kontrak

Penulis By on Senin, 30 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Kelompok Kepela Madrasah (KKM) Sumenep, mempertanyakan realisasia pencairan bantuan bagi guru kontrak yang bertugas di lembawa swasta tahun anggran 2014. Pasalnya hingga saat ini bantuan tesebut masih belum kelar dicairkan oleh pemerintah daerah.
”Kami tidak mengerti kapan pemerintah akan mencairkannya. Padahal, pemberkasannya sudah dilakukan pada akhir tahun 2014 lalu,” kata Ketua KKM MI Sumenep, Hevni.
Bantuan guru kontrak, merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah daerah sejak beberapa tahun yang lalu. Tujuannya membantu mensejahterakan para guru yang bertugas di sekolah swasta, mulai dari tingkat Raudlatul Adfal (RA), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar Islam (SDI),
Madrasah Ibdidaiyah (MI), Madrasah Tasnawiyah (MTs) dan juga Madrasah Aliyah (MA).
Informasinya, setiap lembaga swasta yang menerima bantuan itu hanya satu tenaga pendidik. Sementara nominal yang diterima setiap bulan sebesar Rp 150 ribu. ”Biasanya dicairkan satu kali dalam satu tahun. Jadi, setiap lembaga menerima tunjangan sebesar Rp 1.800.000,” terang Hevni.
Pria asal Kecamatan Lenteng itu mengatakan, meskipun anggara setiap lembanga dinilai sangat kecil, namun saat dijumlah dengan banykanya sekolah swasta di Kabupaten Sumenep yang berjumlah sekitar 1.816 sekolah swasta, rinciannya MI 538 lembaga, MTs sebanyak 307 lembaga, MA sebanyak 138 lembanga, TK sebanyak 249 lembaga dan RA sebanyak 569 lembanga, bantuan tersebut mencapai miliaran rupiah. Danan tersebut diambilkan dari dana APBD (Anggran Pendaptan Belanja Daerah) tahun anggaran 2014.
”Kami sadari, jika tidak semua sekolah swasta mendapatkan. Tapi kami kami yakin 60 persen sekolah swasta pasti dapat,” terangnya.
Sedangkan yang mengelola dana teresbut adalah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. ”Sistem pencairannya tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, jika tahun sebelumnya ditangangi oleh BKPP (Pelayanan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan). Tapi tahun ini melalui Disdik,” ungkapnya.
Lebih lanjut Hevni mengatakan, belum dicairkannya hingga hampir memasuki pertengahan tahun 2015 saat ini, diduga karena dipermainkan oleh salah satu oknum yang tidak bertanggungjawab.
Permainan yang dimaksud, salah satunya dengan cara di depositokan dengan maksud untuk diambil hasilnya. ”Ini sudah diluar kontek biasanya, tahun-tahun sebelumnya pencairannya tidak pernah lamban seperti tahun ini. Apa mungkin anggaran itu saat ini sudah hangus atau memang dihasnguskan?,” curiganya.
Kendati demikian, meskipun dirinya tidak termasuk penrima, berharap agar pemerintah untuk segera melakukan pencairan. Pasalnya, dana itu sangat ditunggu oleh sejumlah guru penerima.
Sayangnya Kepala Disdik Sumenep A. Shadik masih belum bisa memberikan kejelasan. Sebab, saat hendak dikonfirmasi di tempat kerjanya, pihaknya sedang tidak ada. ”Tidak ada mas, tidak tahu kemana,” kata salah satu stafnya.
Demikian pula dengan Kepala Bidang Ketenagaan dan Kepengawasan Disdik Sumenep Hidayat tidak ada ditempat kerjanya. Informasinya sedang menghadiri salah satu acara di Gedung Korpri setempat. (DI/FA)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons