» » Kelompok SPP Terancam Kehabisan Modal, Buntut Penghapusan Program PNPM

Kelompok SPP Terancam Kehabisan Modal, Buntut Penghapusan Program PNPM

Penulis By on Selasa, 17 Maret 2015 |



Sumenep,NewsDaerah – Pasca dihapusnya program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM) oleh pemerintah pusat, membuat sejumlah Kelompok Simpan Pinjan Perempuan (SPP), gigit jari. Pasalnya, dengan dihapusnya program PNPM itu menyebabkan sejumlah kegiatan maupun usaha yang telah digarap oleh Kelompok SPP terancam gulung tikar karena kehabisan modal.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Kelompok SPP Nuril Izzati Desa Jate,
Kecamatan Gili Genting, Pulau Gili Raja Yuliatin. Menurutnya, dihapusnya program PNPM itu, telah membuat sejumlah hume industri binaan kelompok SPP menjadi mandek. ”Hal itu sudah jelas, apalagi sejumlah hume industri yang masih baru memulai. Itu bisa dipastikan langsung gulung tikar,” katanya
Menrutnya, di Pulau yang dihuni sebanyak empat desa itu, bayak Kelompok SPP yang saat ini sudah kehabisan modal. Bahkan, tidak sedikit kelompok SPP yang sudah mulai berhenti mengembangkan hume industri.
”Bagaiman tidak berhenti, kalau modalnya hanya pas-pasan. Apalagi, adalan utama kelompok SPP itu hanya simpan pinjam dari PNPM saja,” ungkapnya.
Sementara untuk melakukan pinjangan ke salah satu bank swasta yang bara di Kota Sumekar ini, dinilai sangat sulit. ”Pokoknya kami saat ini kesulitan untuk mencari modal usaha. Makanya banyak hume industri binaan SPP yang memilih membubarkan usahanya,” tuturnya.
Syaiful Anang Tokoh Pemuda Giliraja membenarkan kondisi kelompok SPP di pulau Gili Raja. Bahkan, menurutnya  akhir-akhir ini diirnya sebagai tokoh pemuda sering kali mendapatkan keluhan dari sejumlah pengurus Kelompok SPP.
Yang sering dikeluhkan, sulitnya mencari pinjaman kredit yang sesuai dnegan usaha yang sedang dijalani. ”Kala yang kreditannya besar, atau yang dikenal Lentener, disini sanagt banyak. Namun tidak satupun Kelomok SPP yang mau,” katanya.
Oleh sebab itu, kami berharap pemerintah proaktif dan memperjuangkan program SPP meskipun program PNPN saat ini sudah nyata dihapus. ”Say akira itu perlu dipertimabangkan lagi. Kami sangat tidak menginginkan masyarakat mejadi kosumsi lentenir karena sulitnya mencario modal usaha,” pintanya.
Sementara pengurus PJOK PNPM Kecamatan Gili Genting Jusup mengatakan, dirinya selaku bagian dari masyaraakat mengaku akan memperjuangkan program SPP. ”Informasi yang kami terima, untuk program SPP pada tahun ini tetap berlanjut. Hanya untuk pembanguan fisik saja yang dihentikan. Tapi kemungkinan besar nama programnya akan dirubah, sementara sistemnya kemungkinan besar sama seperti SPP,” katanya
Untuk pencairannya, lanjut Jusup, hingga saat ini masih menunggu inturksi dari pemerintah pusat. ”Kalau untuk pencairannya kami masih belum bsia menjelaskan. Karena itu menjadi kewenagan pusat. Sehingga, kami juga masih menunggu,” tukasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons