Sumenep,NewsDaerah – Pasca dihapusnya program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM) oleh
pemerintah pusat, membuat sejumlah Kelompok Simpan Pinjan Perempuan (SPP),
gigit jari. Pasalnya, dengan dihapusnya program PNPM itu menyebabkan sejumlah
kegiatan maupun usaha yang telah digarap oleh Kelompok SPP terancam gulung
tikar karena kehabisan modal.
Hal itu dikatakan oleh Ketua
Kelompok SPP Nuril Izzati Desa Jate,
Kecamatan Gili Genting, Pulau Gili Raja
Yuliatin. Menurutnya, dihapusnya program PNPM itu, telah membuat sejumlah hume
industri binaan kelompok SPP menjadi mandek. ”Hal itu sudah jelas, apalagi
sejumlah hume industri yang masih baru memulai. Itu bisa dipastikan langsung
gulung tikar,” katanya
Menrutnya, di Pulau yang
dihuni sebanyak empat desa itu, bayak Kelompok SPP yang saat ini sudah
kehabisan modal. Bahkan, tidak sedikit kelompok SPP yang sudah mulai berhenti
mengembangkan hume industri.
”Bagaiman tidak berhenti,
kalau modalnya hanya pas-pasan. Apalagi, adalan utama kelompok SPP itu hanya
simpan pinjam dari PNPM saja,” ungkapnya.
Sementara untuk melakukan
pinjangan ke salah satu bank swasta yang bara di Kota Sumekar ini, dinilai
sangat sulit. ”Pokoknya kami saat ini kesulitan untuk mencari modal usaha. Makanya
banyak hume industri binaan SPP yang memilih membubarkan usahanya,” tuturnya.
Syaiful Anang Tokoh Pemuda Giliraja
membenarkan kondisi kelompok SPP di pulau Gili Raja. Bahkan, menurutnya akhir-akhir ini diirnya sebagai tokoh pemuda
sering kali mendapatkan keluhan dari sejumlah pengurus Kelompok SPP.
Yang sering dikeluhkan, sulitnya mencari
pinjaman kredit yang sesuai dnegan usaha yang sedang dijalani. ”Kala yang
kreditannya besar, atau yang dikenal Lentener, disini sanagt banyak. Namun tidak
satupun Kelomok SPP yang mau,” katanya.
Oleh sebab itu, kami berharap pemerintah proaktif
dan memperjuangkan program SPP meskipun program PNPN saat ini sudah nyata
dihapus. ”Say akira itu perlu dipertimabangkan lagi. Kami sangat tidak
menginginkan masyarakat mejadi kosumsi lentenir karena sulitnya mencario modal
usaha,” pintanya.
Sementara pengurus PJOK PNPM Kecamatan Gili
Genting Jusup mengatakan, dirinya selaku bagian dari masyaraakat mengaku akan
memperjuangkan program SPP. ”Informasi yang kami terima, untuk program SPP pada
tahun ini tetap berlanjut. Hanya untuk pembanguan fisik saja yang dihentikan. Tapi
kemungkinan besar nama programnya akan dirubah, sementara sistemnya kemungkinan
besar sama seperti SPP,” katanya
Untuk pencairannya, lanjut Jusup, hingga saat
ini masih menunggu inturksi dari pemerintah pusat. ”Kalau untuk pencairannya
kami masih belum bsia menjelaskan. Karena itu menjadi kewenagan pusat. Sehingga,
kami juga masih menunggu,” tukasnya. (di/fa)

