Sumenep, NewsDaerah – Petani rumput laut di
Kabupaten Sumenep, mulai merugi akibat anjloknya harga. Kondisi ini disebabkan
anjloknya harga rumput laut dikalangan petani.
Saat ini harga rumput di Daerah
kepulaluan Gii Raja, Kecamamatan Gili Genting, Rp 8 ribu dari yang sebelumnya
harga rumput laut Rp 14 ribu perkilogramnya. Anjloknya haraga tersebut berlangsung
sejak setengah bulan yang lalu. ”Hampir setiap hari harga rumput laut selalu
mengalami penurunan. Hingga saat ini mencapai Rp 9 ribu dari sebelumnya Rp 14
ribu,” kata salah satu petani rumput laut asal Desa Banbaru, Kecamtan Gili
Genting, Pulau Gili Raja, Musa kemarin.
Menurut Musa, akibat menurunnya harga
tersebut, sejumlah petani rumput laut di Kecamtan Gili Genting mengalami
kerugian hingga jutaan rupiah. ”Menag yang sebelumnya rumput laut mengntungkan,
tapi saat ini banyak petani rumput laut yang merugi,” terangnya
Ia
menuturkan, kerugian yang dialami petani pada sisi modal. Jika modal awal yang
dipakai dalam budidaya rumput laut sebesar Rp 455 ribu, untuk satu kramba yang
berisi 70 tali rumput laut.
"Dengan
modal itu, petani rumput laut hanya mendapat Rp360 ribu pada panen rumput laut
kali ini yang hanya 2 kwintal, dengan harga jual Rp1.800 per kg untuk rumput
laut basah. Ya kita merugi," ungkapnya.
Oleh
sebab itu, pihaknya meminta pemerintah proaktif dalam memberdayakan para petani
rmput laut, utamanya disaat harga rumput laut sedang anjlok. ”Solidaritas dan
trobosan baru dari pemerintah sangat ditunggu oleh petani. Sehingga petani
tidak selalu rugi,” terang salah satu tokoh masyarakat setempat Syahrul
Gunawan.
Salah
satu upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah, salah satunga pemerintah
daerah harus bisa mengagas perusahaan industri, seperti pembutan tepung rumput
laut.
Sebab,
dilihart dari potensi penghasil rumput laut di Kabupaten Sumenep setiap
tahunnya sangan besar, yakni mencapai sekitar 500 ton setiap tahunnya. Bahkan,
pada tahun 2013 lalu jumlah produksi rumput laut di sumenep mencapai 549 Ribu
717,56 ton rumput laut basah, dan 91 ribu 619,59 ton rumput laut kering. ”Apalagi,
rumput laut merupakan salah satu ladang perekonomian masyarakat. Utamanya bagi
warga kepulauan, selain menjadi nelayan,” harapnya.
Sementara
itu wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep Juhari mengapresiasi adanya masukan dari
salah satu warga tersebaut. Sebab, dirinya menilai adanya pabrik pembutan
tepung rumput laut bisa mendongkrak taraf perekonomian masyarakat.
”Saya
punya keyainan jika upaya itu dikelola dengan profesional, produktivitas rumput
laut, terus meningkat dan masyarakt bisa semakin sejahtera,” ungkapnya. (di/fa)

