» » Harga Rumput Laut di Kepulauan Anjlok

Harga Rumput Laut di Kepulauan Anjlok

Penulis By on Senin, 09 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Petani rumput laut di Kabupaten Sumenep, mulai merugi akibat anjloknya harga. Kondisi ini disebabkan anjloknya harga rumput laut dikalangan petani.
Saat ini harga rumput di Daerah kepulaluan Gii Raja, Kecamamatan Gili Genting, Rp 8 ribu dari yang sebelumnya harga rumput laut Rp 14 ribu perkilogramnya. Anjloknya haraga tersebut berlangsung sejak setengah bulan yang lalu. ”Hampir setiap hari harga rumput laut selalu mengalami penurunan. Hingga saat ini mencapai Rp 9 ribu dari sebelumnya Rp 14 ribu,” kata salah satu petani rumput laut asal Desa Banbaru, Kecamtan Gili Genting, Pulau Gili Raja, Musa kemarin.
Menurut Musa, akibat menurunnya harga tersebut, sejumlah petani rumput laut di Kecamtan Gili Genting mengalami
kerugian hingga jutaan rupiah. ”Menag yang sebelumnya rumput laut mengntungkan, tapi saat ini banyak petani rumput laut yang merugi,” terangnya
Ia menuturkan, kerugian yang dialami petani pada sisi modal. Jika modal awal yang dipakai dalam budidaya rumput laut sebesar Rp 455 ribu, untuk satu kramba yang berisi 70 tali rumput laut.
"Dengan modal itu, petani rumput laut hanya mendapat Rp360 ribu pada panen rumput laut kali ini yang hanya 2 kwintal, dengan harga jual Rp1.800 per kg untuk rumput laut basah. Ya kita merugi," ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah proaktif dalam memberdayakan para petani rmput laut, utamanya disaat harga rumput laut sedang anjlok. ”Solidaritas dan trobosan baru dari pemerintah sangat ditunggu oleh petani. Sehingga petani tidak selalu rugi,” terang salah satu tokoh masyarakat setempat Syahrul Gunawan.
Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah, salah satunga pemerintah daerah harus bisa mengagas perusahaan industri, seperti pembutan tepung rumput laut.
Sebab, dilihart dari potensi penghasil rumput laut di Kabupaten Sumenep setiap tahunnya sangan besar, yakni mencapai sekitar 500 ton setiap tahunnya. Bahkan, pada tahun 2013 lalu jumlah produksi rumput laut di sumenep mencapai 549 Ribu 717,56 ton rumput laut  basah, dan 91 ribu 619,59 ton rumput laut kering. ”Apalagi, rumput laut merupakan salah satu ladang perekonomian masyarakat. Utamanya bagi warga kepulauan, selain menjadi nelayan,” harapnya.
Sementara itu wakil Ketua Komisi B DPRD Sumenep Juhari mengapresiasi adanya masukan dari salah satu warga tersebaut. Sebab, dirinya menilai adanya pabrik pembutan tepung rumput laut bisa mendongkrak taraf perekonomian masyarakat.
”Saya punya keyainan jika upaya itu dikelola dengan profesional, produktivitas rumput laut, terus meningkat dan masyarakt bisa semakin sejahtera,” ungkapnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons