Sumenep,NewsDaerah – Diduga
nagntuk saat mengendari motor, Ahmadi (32) warga Desa Gadu Barat, Kecamatan
Ganding, harus rela meranggagng nyawa di tempat kejadian perkara (TKP), setelah
nabrak truk bermuatan pasir di jalan provinsi tetapatnya di Desa Nambakor,
Kecamatan Saronggi Minggu (8/3) sekitar pukul 23.30 kemarin.
Informasinya, pada saat itu Ahmadi sedang berboncengan
dengan Sanimo (28) warga Desa Palenggan Laok, Kecamatan Palengaan Pamekasan, menggnakan motor Honda Supra X dengan nomor
Polisi M 3850 AT melaju kencang dari arah utara. Pada saat itu, Ahmadi yang
sedang mengemudi dengan kecepatan tinggi diduga ngantuk.
Pada weaktu bersamaan, dari arah yang berlawanan
muncul satu unit truk warha kuning dengan nomor polisi M 8606 UN yang sedang
dikendarai oleh
Sa’edi (35) dan Sahrun (40). Karena Ahmadi, melaku dengan
kecepatan tinggi, sehinga Ahmadi tidak bisa me menguasai laju kendaraanya. Sehingga
membuat Ahmadi langsung tewas di TKP. Sedangka Sanimu dan dua pengedara truck
mits mengalai luka serisu sehingga dilarikan ke Rumas Sakit Daerah (RSD)
Sumenep, dr. Moh. Anwar.
”Motor dan trucknya saat ini sudah kami amankan.
Akibat kecelakaan itu ditaksir kerugian material mencapai Rp 1,5 juta,” kata Kasatlantas
Polres Sumenep AKP Musa Bakhtiar melalui Kanit Laka Ipda Taufik Hidayat.
Sementara kondisi motor yang kendarai oleh Ahmadi
mengalami rusak parah. Sedangkan kondisi truck yang dikendarai Sa’edi mengalami
kerusakan dibagian depan. Selain benyok kaca depannya hancur.
Lebih lanjut
Hidayat mengatakan, untuk motif terjadinya laka lantas itu, dirinya masih terus
melakukan penyelidikan. ”Untuk mutifnya masih belum, kami masih melakukan
penyelidikan lebih dalam dan akan melakukanpemeriksaan terhadap senukamlah
saksi, termasuk sopir dan kenek truk itu sendiri,” terangnya.
Hanya saja, pihaknya menjelsakan, berdasarkan hasil
pemeriksaan sementara, tejarinya tabrakan itu diduga pengendara motor ngnatuk
saat mengemudi. Itu terliahat dari lokasi tabrakan yang berada di sisi barat
badan jalan. ”Kalau melihat TKPnya, mungkin saja mengantuk. Karena TKPnya
berada di sebelah barat marka jalan,” ungkapnya.
Hal itu diperkuat dengan pernyataan kenek truk yang
mengaku sat diperiksa jika arah motor yang dikendari Ahmadi melaju kencang
mengarah ke badan truk. ”Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kenek truk, sopir
truk sempat membunyikan klaksonnya beberapa kali. Tapi tidak ada respon,
sehingga tabrakan itu tidak bisa dielakkan,” tukasnya. (di/fa)

.jpg)